Kekerasan Terhadap Perempuan Di Meksiko Meningkat Drastis Seiring Pemberlakuan Lockdown

Kekerasan perempuan meningkat seiring pemberlakuan kuncian/Net

Kekerasan dalam rumah tangga, khususnya terhadap perempuan, di Meksiko semakin meningkat seiring dengan pemberlakuan penguncian untuk membendung infeksi virus corona baru (Covid-19).

Sebanyak 720 perempuan terbunuh dalam kuartal pertama tahun ini, di mana sebanyak 244 orang di antaranya adalah korban dari diskriminasi perempuan.

Angka tersebut meningkat 8 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2019. Pada tahun lalu, totalnya ada 890 perempuan yang terbunuh.

"Pandemi paling mematikan bagi perempuan di negara kita, lebih dari virus corona adalah kekerasan pada perempuan," ujar anggota Kongres dari partai oposisi Gerakan Warga, Martha Tagle.

Dimuat CGTN, kekerasan berbasis gender memang tersebar di negara-negara Amerika Latin.

Badan Statistik Nasional (INEGI) mengungkapkan, dua pertiga perempuan di Meksiko telah mengalami beberapa bentuk kekerasan, dengan hampir 44 persen menderita pelecehan dari pasangannya.

Dengan aturan kuncian yang saat ini diperpanjang hingga Mei, para advokat khawatir tingkat kekerasan terhadap perempuan yang sudah mengkhawatirkan tersebut semakin buruk.

Pada pertengahan Maret hingga pertengahan April saja, panggilan dan pesan yang dikirim ke National Network of Shelters meningkat lebih dari 80 persen jika dibanding bulan sebelumnya. National Network of Shelters adalah jaringan yang melindungi korban kekerasan perempuan di Maksiko.

"Ini mengerikan. Saya pikir lebih banyak wanita bisa mati karena kekerasan daripada Covid pada periode ini," ujar seorang pengacara, Patricia Olamendi, mewakili para korban kekerasan perempuan.

Ia menambahkan, pemerintah pun saat ini belum menerbitkan rencana untuk mengatasi lonjakan kasus kekerasan dalam rumah tangga.

"Ada pengabaian yang lengkap dan absolut. Apa yang terjadi di negara ini tidak manusiawi," ujarnya.

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

Diduga Terkait Dengan Tentara Pembebasan Rakyat, Dua Perusahaan Raksasa China Masuk Daftar Hitam AS
Dunia

Diduga Terkait Dengan Tentar..

30 November 2020 13:00
Kembali Ke Pangkuan Azerbaijan, Butuh Milyaran Dolar Untuk Membangun Agdam 'Hiroshima di Kaukasus'
Dunia

Kembali Ke Pangkuan Azerbaij..

30 November 2020 12:54
China Akan Bangun Megaproyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Di Sungai Yarlung Tsangpo Tibet
Dunia

China Akan Bangun Megaproyek..

30 November 2020 12:44
Kemenhan Rusia: Rumah Sakit Lapangan Telah Tersedia Di Nagorno-Karabakh
Dunia

Kemenhan Rusia: Rumah Sakit ..

30 November 2020 12:32
Dihantam Pajak Impor Baru Oleh China, Dunia Menanti Reaksi Australia
Dunia

Dihantam Pajak Impor Baru Ol..

30 November 2020 11:56
Presiden Brasil: Sumber Yang Saya Miliki Tunjukkan Adanya Banyak Kecurangan Dalam Pilpres AS
Dunia

Presiden Brasil: Sumber Yang..

30 November 2020 11:42
Kedapatan Langgar Embargo Senjata Libya, Turki Harus Hadapi Sanksi Baru Dari Uni Eropa
Dunia

Kedapatan Langgar Embargo Se..

30 November 2020 11:20
Kasus Masih Tinggi, New York Bersiap Buka Kembali Sekolah Tatap Muka Pekan Depan
Dunia

Kasus Masih Tinggi, New York..

30 November 2020 11:10