COVID-19

Sembuh Dari Virus Corona, Puluhan Anggota Organisasi Islam India Kompak Sumbang Plasma Darah

Anggota Jamaah Tabligh saat dites virus corona/BBC

Puluhan anggota organisasi Islam di India, yakni Jamaah Tabligh, secara sukarena menyumbangkan darah mereka untuk terapi plasma pasien corona atau Covid-19. Hal itu dilakukan setelah mereka dinyatakan sembuh dari virus corona.

Organisasi tersebut beberapa waktu lalu sempat menjadi sorotan dan memicu kegeraman di India karena mengabaikan imbauan polisi serta pemerintah untuk tidak menggelar kegiatan yang mengumpulkan massa.

Beberapa pekan lalu, organisasi tersebut menggelar acara akbar doa bersama, mengabaikan peringatan otoritas setempat yang telah memberlakukan lockdown atau penguncian nasional.

Selang beberapa waktu kemudian, tercatat ada lebih dari 1.000 kasus infeksi virus corona baru yang terkait dengan kegiatan tersebut.

Insiden itu menyebabkan kemarahan besar banyak warga di India dan bahkan memantik kembali Islamofobia dari seluruh negeri.

BBC
pada Selasa (28/4) memuat, ada banyak laporan tentang pelecehan terhadap Muslim dari banyak wilayah di India pasca insiden tersebut.

Kondisi tersebut diperparah dengan pemberitaan media lokal yang menyebut bahwa anggota Jamaah Tabligh adalah virus dan pembawa virus. Pemberitaan semacam itu semakin situasi semakin rumit.

Bahkan di sosial media sempat ramai tagar "Coronjihad", yang merujuk pada tuduhan bahwa banyak anggota organisasi itu sengaja membuat diri mereka terinfeksi virus corona untuk bisa menyebarkan ke banyak orang lainnya. Tuduhan itu banyak disamakan dengan aksi pembom bunuh diri.

Di tengah situasi tersebut, Perdana Menteri India Narendra Modi mengatakan melalui Twitter, bahwa virus tidak mengenal agama. Dia menyerukan agar masyarakat fokus untuk bersatu melawan virus itu sendiri.

Seiring berjalannya waktu, banyak anggota Jamaah Tabligh yang kemudian sembuh dari virus corona. Untuk menghapus stereotipe buruk soal mereka, puluhan anggota organisasi tersebut yang telah dinyatakan sembuh dari virus corona, secara sukarela kompak mendonorkan darah mereka untuk membantu terapi plasma bagi pasien virus corona lainnya yang sedang berjuang hidup.

Donor plasma darah semacam ini merupakan hal lazim dilakukan di banyak negara beberapa waktu belakangan. Pasalnya, ketika seseorang terinfeksi oleh virus corona, sistem kekebalan tubuh mereka merespons dengan menciptakan antibodi yang menyerang virus.

Lama-kelamaan, antibodi ini menumpuk dan dapat ditemukan dalam plasma, yang merupakan bagian cair dari darah.

Karena itulah, saat ini banyak negara mengembangkan lebih lanjut terapi plasma darah dari pasien virus corona yang sembuh untuk membantu pasien virus corona lainnya yang masih berjuang melawan virus.

Di sejumlah negara, termasuk India, terapi semacam ini masih dalam tahap uji coba sebelum disetujui untuk penggunaan yang lebih luas.

Salah seorang anggota Jamaah Tabligh yang menyumbangkan darahnya untuk terapi plasma pasien corona, Farooq Basa, dari negara bagian selatan Tamil Nadu mengatakan bahwa dia merasa terpojok dengan pemberitaan media yang mencitrakan buruk pada mereka.

"Media telah menjelek-jelekkan kami setelah beberapa dari kami dites positif mengidap virus. Tetapi dengan rahmat Allah ini akan membantu meningkatkan citra kami," katanya kepada BBC.

Hal senada juga diungkapkan oleh anggota lainnya, Anas Sayed, yang juga mendonorkan darahnya.

"Kami mengalami beberapa minggu yang sulit ketika semua orang mengejar kami dan meminta kami bertanggung jawab atas penyebaran virus. Kami memutuskan untuk menjadi sukarelawan," jelasnya.

Kolom Komentar


Video

Indonesia Bangkit Pembangunan Ekonomi

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Tragedi Nanggala, Lalu Apa?

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Farah Zoomtalk Spesial Ramadhan • Bincang Buku Rahasia Kesehatan Rasulullah

Minggu, 09 Mei 2021

Artikel Lainnya

Kecam Bentrokan Di Masjid Al Aqsa, Erdogan: Israel Negara Teroris Yang Kejam
Dunia

Kecam Bentrokan Di Masjid Al..

09 Mei 2021 06:12
Bantu Kamboja Perangi Covid-19, Jepang Sumbang 35 Unit Ambulans
Dunia

Bantu Kamboja Perangi Covid-..

09 Mei 2021 00:28
Indonesia: Pengusiran Paksa Warga Palestina Dan Kekerasan Di Masjid Al Aqsa Melukai Perasaan Umat Muslim
Dunia

Indonesia: Pengusiran Paksa ..

09 Mei 2021 00:21
Jelang Mothers Day, Lembaga Advokasi AST Suarakan Aspirasi Kaum Perempuan Turki
Dunia

Jelang Mothers Day, Lembaga ..

08 Mei 2021 19:09
Khamenei: Israel Bukan Negara, Tapi Basis Teroris!
Dunia

Khamenei: Israel Bukan Negar..

08 Mei 2021 17:12
Penuh Percaya Diri, Xi Jinping Yakin China Berhasil Selenggarakan Olimpiade Beijing 2022 Sesuai Jadwal
Dunia

Penuh Percaya Diri, Xi Jinpi..

08 Mei 2021 16:58
Tambang Kapur Meledak Di India, Sedikitnya 10 Pekerja Tewas Dan Puluhan Lainnya Dinyatakan Hilang
Dunia

Tambang Kapur Meledak Di Ind..

08 Mei 2021 15:54
Bentrokan Sheikh Jarrah:  Politisi AS Kecam Israel Yang Gusur Paksa Warga Palestina
Dunia

Bentrokan Sheikh Jarrah: Po..

08 Mei 2021 15:20