Mesir Perpanjang Lockdown Sampai Tiga Bulan, Aparat Diberi Kuasa Batasi Hak Konstitusional

Presiden Mesir Abdul Fatttah al-Sisi/Net

. Presiden Mesir Abdul Fattah al-Sisi pada Selasa memerintahkan perpanjangan itu terkait kondisi darurat kesehatan dan keamanan di negara itu.

Perpanjangan baru itu muncul ketika pemerintah berjuang untuk menahan penyebaran pandemi coronavirus di negara berpenduduk paling padat di dunia Arab.

"Mengingat situasi kesehatan dan keamanan yang serius, pemerintah menetapkan status keadaan darurat diperpanjang di seluruh negara diperpanjang hingga tiga bulan, terhitung sejak Selasa, 28 April," perintah al-Sisi, dalam keterangan resminya tadi malam, seperti dikutip dari AFP, Rabu (29/4).

Kementerian kesehatan sejauh ini mencatat angka kasus Covid-19 sebanyak 4.782. Dan angka kematian sebanyak 337.

Keadaan darurat memberi polisi kekuasaan yang luas untuk penangkapan dan penahanan dan membatasi hak-hak konstitusional seperti kebebasan berkumpul.

Pekan lalu, media pemerintah melaporkan bahwa parlemen telah menyetujui amandemen undang-undang darurat yang memperluas kekuasaan presiden untuk mengekang penyebaran virus, seperti dikutip dari Africa News, Rabu (29/4).

Amandemen tersebut memberikan hak kepada presiden untuk menutup sekolah, menangguhkan pekerjaan sektor publik, membatasi pertemuan, wisatawan yang masuk karantina dan memesan fasilitas medis swasta untuk membantu perawatan kesehatan umum.

Pembaruan hari Selasa juga mengarahkan angkatan bersenjata dan polisi untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menghadapi terorisme dan jaringannya.

Mesir telah memerangi pemberontakan jihadis, yang melonjak setelah penggulingan presiden Islam 2013 Mohamed Morsi oleh kepala pasukan saat itu, menurut al-Sisi.  

Serangan-serangan itu sebagian besar terkonsentrasi di Semenanjung Sinai utara, yang telah berada dalam keadaan darurat sejak Oktober 2014.

Mesir juga telah berada dalam keadaan darurat sejak April 2017, ketika pemboman gereja kembar diklaim oleh afiliasi kelompok Negara Islam ( ISIS ) telah menewaskan puluhan orang.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Tamu Al Fateh | Teguh Timur | CEO RMOL | Owner Malik Arslan | Jakarta | Indonesia | Al fateh carpets

Rabu, 23 September 2020
Video

#KamiMasihAda Pemkot Fasilitasi Launching Album 30 Musisi Semarang

Kamis, 24 September 2020

Artikel Lainnya

Pilpres AS 2020, Hasil Jajak Pendapat Perolehan Joe Biden - Donald Trump Hanya Terpaut Tipis
Dunia

Pilpres AS 2020, Hasil Jajak..

25 September 2020 06:51
Nancy Pelosi: Omong-omong Anda Tidak Berada Di Korea Utara Atau Arab Saudi. Ini Amerika, Tuan Trump!
Dunia

Nancy Pelosi: Omong-omong An..

25 September 2020 06:33
Hamas Dan Fatah Mulai Akur, Sepakat Gelar Pemilu Pertama Palestina Sejak 15 Tahun
Dunia

Hamas Dan Fatah Mulai Akur, ..

25 September 2020 06:14
Ditangkap Polisi Hong Kong, Aktivis Joshua Wong Tegaskan Dia Akan Tetap Melawan
Dunia

Ditangkap Polisi Hong Kong, ..

25 September 2020 05:58
Kantong Plastik Berisi Uang Tunai 18 Juta Dolar AS Ditemukan Di Dinding Rumah Pablo Escobar
Dunia

Kantong Plastik Berisi Uang ..

24 September 2020 23:48
Hasil Banding, Pengadilan Di Jerman Izinkan Azan Berkumandang Lagi
Dunia

Hasil Banding, Pengadilan Di..

24 September 2020 19:26
Tak Mau Kalah Dari Trump, Vladimir Putin Ikut Masuk Nominasi Penerima Nobel
Dunia

Tak Mau Kalah Dari Trump, Vl..

24 September 2020 17:47
Kapal Rusia Masuk Perairan Teritorialnya, Swedia Marah: Itu Kejahatan!
Dunia

Kapal Rusia Masuk Perairan T..

24 September 2020 17:14