Arab Sambut Keputusan Jerman Tetapkan Hizbullah Sebagai Teroris

Ilustrasi/Net

  Arab Saudi menyambut keputusan Jerman untuk menetapkan gerakan Hizbullah sebagai organisasi teroris dan melarangnya dari negara itu.

Kementerian Luar Negeri Kerajaan Arab menggambarkan langkah itu sebagai langkah penting dalam perang global melawan terorisme. Arab juga mendesak masyarakat internasional untuk mengikuti langkah Jerman.

Saat ini, Jerman sepenuhnya melarang Hizbullah untuk melakukan kegiatan di tanahnya, ketika polisi menggerebek masjid dan tempat-tempat yang terkait dengan kelompok itu.

Sebelumnya, sama seperti UE, Jerman hanya melarang gerakan sayap militer Hizbullah, tetapi mentolerir sayap politiknya, seperti dikutip dari Arab News, Kamis (30/4).

Namun dalam suatu pergeseran yang segera disambut oleh AS dan Israel, Kementerian Dalam Negeri Jerman mengatakan saat ini Jerman menganggap seluruh gerakan itu sebagai organisasi teroris.

"Hezbollah adalah organisasi teroris yang dianggap bertanggung jawab atas berbagai serangan dan penculikan di seluruh dunia," kata Menteri Dalam Negeri Horst Seehofer.

Pemerintah Bahrain mengatakan langkah Jerman mencerminkan keinginannya untuk melawan organisasi teroris.

"Terlepas dari siapa yang mendukung atau mendanai mereka."

Bahrain pun menyerukan kepada komunitas internasional untuk melawan semua bentuk terorisme dan mengkonsolidasikan kerja sama internasional untuk langkah-langkah pencegahan terhadap semua organisasi teroris yang mengancam perdamaian dan keamanan internasional.

Duta Besar AS untuk Jerman, Richard Grenell, menyambut perubahan sikap Berlin dan meminta negara-negara UE lainnya untuk juga melarang kegiatan Hezbollah

“Kelompok itu tidak dapat diizinkan untuk menggunakan Eropa sebagai tempat yang aman untuk mendukung terorisme di Suriah dan di seluruh Timur Tengah,” ujar Grenell.

Meskipun Hizbullah tidak memiliki kehadiran resmi di Jerman, pasukan keamanan memperkirakan memiliki sekitar 1.000 anggota di negara itu.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Luis Arce Menang Pemilu, Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Tinggalkan Argentina Menuju Venezuela
Dunia

Luis Arce Menang Pemilu, Man..

24 Oktober 2020 11:56
Diduga Kunjungi Restoran Di Tengah Pandemi Dan Langgar Aturan Yang Dibuatnya, Menkes Ceko Terancam Dipecat
Dunia

Diduga Kunjungi Restoran Di ..

24 Oktober 2020 11:11
Kelompok Yahudi Di AS Terpecah Karena Normalisasi Sudan-Israel, Dewan Demokratik: Ini  Alat Politik Trump
Dunia

Kelompok Yahudi Di AS Terpec..

24 Oktober 2020 10:39
Fauci: Trump Belum Menghadiri Pertemuan Gugus Tugas Virus Corona Gedung Putih Dalam Beberapa Bulan
Dunia

Fauci: Trump Belum Menghadir..

24 Oktober 2020 10:03
Mengapa Pelosi Mendesak Agar Berhati-hati Terhadap Pernyataan Tentang Pemilu AS Yang Dikeluarkan Intelijen?
Dunia

Mengapa Pelosi Mendesak Agar..

24 Oktober 2020 09:21
Ada Ancaman Teroris Dan Penculikan, Kedubes AS Di Turki Tangguhkan Layanan Visa
Dunia

Ada Ancaman Teroris Dan Penc..

24 Oktober 2020 08:56
Meskipun Tertinggal Di Belakang China, India Berpotensi Menjadi Negara Kuat
Dunia

Meskipun Tertinggal Di Belak..

24 Oktober 2020 07:48
Normalisasi Hubungan Sudan-Israel, Netanyahu Senang Palestina Meradang
Dunia

Normalisasi Hubungan Sudan-I..

24 Oktober 2020 07:34