Kehilangan Pekerjaan Dan Minta Direpatriasi, Pekerja Migran Dari Mesir Buat Kerusuhan

Para pekerja migran yang minta direpatriasi/Net

Pasukan keamanan Kuawit berusaha untuk mengendalikan kerusuhan yang diakibatkan oleh para pekerja migran dari Mesir di tempat penampungan.

Dalam sebuah pernyataan dari Kementerian Dalam Negeri Kuwait pada Senin (4/5), kerusuhan pecah ketika para pekerja migran minta direpatriasi ke negara asalnya. Polisi juga membawa beberapa orang yang dianggap telah melanggar hukum.

Perwakilan Kedutaan Besar Mesir di Kuwait kemudian meninjau tempat penampuan dan meyakinkan para pekerja bahwa penerbangan repatriasi akan dimulai pada pekan ini. Lebih lanjut, pihak kedutaan juga menyampaikan permintaan maafnya.

Beberapa negara Teluk saat ini sedang berusaha untuk mengatur repatriasi dari warga asing yang terdampar atau kehilangan pekerjaan akibat pandemik virus coorna baru.

Repatriasi juga termasuk bagi mereka yang memiliki izin tinggal kadaluarsa, seperti dilansir Reuters.

Pada bulan lalu, pemerintah Kuwait sudah setuju untuk mengizinkan para ekspatriat yang melanggar UU kependudukan untuk direpatriasi tanpa denda atau tiket pesawat. Di mana proses repatriasi akan memprioritaskan perempuan dan anak-anak.

Surat kabar lokal, Al Qabas mengatakan ada sekitar 28.000 orang asing dari sekitar 160.000 yang tidak memiliki tempat tinggal yang sah. Saat ini, mereka ditahan di 34 tempat penampungan di seluruh negeri.

Di antara mereka adalah 6.500 orang Mesir, 6.300 orang India, dan 6.000 orang Bangladesh.

Ekspatriat dari Asia memang banyak yang bekerja di kawasan Teluk Arab, bahkan hingga jutaan.

Sejak pandemik, Kuwait telah menerapkan beberapa langkah untuk menghentikan penyebaran virus. Itu yang mengakibatkan banyak dari para pekerja migran kehilangan pekerjaannya.

Hingga saat ini, Kuwait memiliki jumlah infeksi terendah di kawasan. Totalnya, ada 4.980 orang yang terinfeksi virus corona baru di Kuwait dengan 38 orang meninggal dunia.

Kolom Komentar


Video

Viral Perilaku Pegawai Starbucks Intip Payudara pelanggan dari CCTV

Kamis, 02 Juli 2020
Video

Karpet Merah Perusahaan Relokasi Dari China

Kamis, 02 Juli 2020
Video

Berstatus Tersangka, Jack Boyd Lapian Jalani Pemeriksaan Perdana Di Bareskrim

Jumat, 03 Juli 2020

Artikel Lainnya

Pernah Hadiri Acara Tanpa Masker Pacar Trump Junior Sekaligus Penasehat Kampanye Donald Trump Positif Covid-19
Dunia

Pernah Hadiri Acara Tanpa Ma..

04 Juli 2020 17:34
Antisipasi Infeksi Baru Di Sekitar Pemakaman, Bolivia Membuat Kuburan Massal Untuk Korban Covid-19
Dunia

Antisipasi Infeksi Baru Di S..

04 Juli 2020 17:18
Krisis Lebanon: 75 Persen Rakyat Kelaparan, Dua Warga Memilih Bunuh Diri
Dunia

Krisis Lebanon: 75 Persen Ra..

04 Juli 2020 16:25
Ekstremis ISIS Asal Prancis Hanya Dijatuhi Hukuman 30 Tahun Penjara, Hakim Beralasan Ingin Memberi Secercah Harapan Untuk Berevolusi
Dunia

Ekstremis ISIS Asal Prancis ..

04 Juli 2020 15:52
Aktivis Hong Kong Joshua Wong Bantah Minta Intervensi Jerman
Dunia

Aktivis Hong Kong Joshua Won..

04 Juli 2020 14:55
Marah Banyak Yang Ikut Campur Urusan Hagia Sopia, Erdogan: Kami Melindungi Hak-hak Muslim Negara Ini!
Dunia

Marah Banyak Yang Ikut Campu..

04 Juli 2020 13:53
Peduli Hak Hewan, Tunangan PM Inggris Serukan Boikot Produk Kelapa Yang Eksploitasi Tenaga Monyet
Dunia

Peduli Hak Hewan, Tunangan P..

04 Juli 2020 13:37
iPhone Stop Produksinya Di India, Gara-gara Bentrokan Perbatasan Dan Aksi Boikot
Dunia

iPhone Stop Produksinya Di I..

04 Juli 2020 13:01