Tiga ABK Yang Jasadnya Dilarungkan Ke Laut Telah Menandatangani Surat Pernyataan Dan Menyetujui Aturan Di Dalamnya

Tangkapan Layar Surat Pernyataan ABK WNI/Net

Tiga ABK WNI yang jasadnya dilarungkan ke laut sebelum mulai bekerja telah menandatangani surat pernyataan. Surat pernyataan itu diunggah oleh kantor berita MBC NEWS, yang isinya menyatakan bila pekerja meninggal dunia di dalam kapal maka jasadnya akan dikremasi.

ABK di kapal Tiongkok yang ramai diberitakan, menghadapi beban pekerjaan yang tidak ringan. Mereka dieksploitasi dengan harus bekerja selama 18 jam dan hanya meminum air laut yang telah disuling. Untuk ABK WNI, mereka hanya diberi upah Rp1,7 juta dalam 13 bulan kerja atau setara dengan Rp130.000-an per bulan.

Kanal YouTube Korea Reomit mengungkapkan isi surat penyataan ABK WNI di kapal Tiongkok itu.

Jang Hansol, YouTuber Korea yang fasih berbahasa Indonesia kemudian  menerjemahkan tayangan berita dari MBC NEWS yang mengungkapkan tentang surat pernyataan ABK WNI di Kapal Tiongkok itu.

"Setelah berangkat sebagai ABK (nelayan) segala risiko akan saya tanggung sendiri," Jang Hansol membacakan isi pernyataan itu.

Dalam surat pernyataan ABK disebutkan jika terjadi musibah, sakit sampai meninggal maka jenazah akan dikremasi di tempat terdekat di mana kapal bersandar.

Dengan catatan abu jenazah akan dipulangkan ke Indonesia untuk itu akan diasuransikan lebih dulu sebelum berangkat ke luar negeri dengan uang penanggungan sebesar 10 ribu dolar AS yang akan diberikan kepada ahli waris.

Surat pernyataan tersebut sudah disetujui kedua orangtua dan tidak akan membawa masalah ke kepolisian atau badan hukum Indonesia bila terjadi sesuatu. Surat itu pun bermaterai dan sah menurut hukum.

"Ditulis dalam keadaan sehat dan tanpa paksaan," ujar Jang Hansol membacakan tangkapan layar surat tersebut.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Tiongkok menyatakan menerangkan pelarungan itu telah dilakukan sesuai praktek kelautan internasional untuk menjaga kesehatan para awak kapal lainnya.

Kapten kapal menyatakan keputusan melarung jenazah lantaran kematian WNI tersebut akibat penyakit menular dan hal ini berdasarkan persetujuan awak kapal lainnya.

Redaksi RMOL mengutip aturan kelautan Organisasi Buruh Internasional (ILO) dari Kementerian kelautan dan Perikanan. Peraturan ILO "Seafarer’s Service Regulations", itu menyebutkan, pelarungan jenazah di laut diatur praktiknya dalam Pasal 30.

"Jika ada pelaut yang meninggal saat berlayar, maka kapten kapal harus segera melaporkannya ke pemilik kapal dan keluarga korban,"

Dalam aturan itu, pelarungan di laut boleh dilakukan setelah memenuhi beberapa syarat. Syaratnya antara lain kapal berlayar di perairan internasional dan ABK telah meninggal lebih dari 24 jam atau kematiannya disebabkan penyakit menular dan jasad telah disterilkan.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Tiga Pemimpin Negara Kompak Keluarkan Pernyataan, Kecam  Turki Atas Kegiatan Ilegal Di Laut Mediterania
Dunia

Tiga Pemimpin Negara Kompak ..

23 Oktober 2020 13:03
Dampak Ekonomi Covid-19 Di Amerika Latin Memprihatinkan, IMF Khawatirkan Adanya Kerusuhan Massal
Dunia

Dampak Ekonomi Covid-19 Di A..

23 Oktober 2020 12:46
Di Balik Kecaman Erdogan Yang Keras Ternyata Hubungan Turki Dan Israel Begitu Mesra
Dunia

Di Balik Kecaman Erdogan Yan..

23 Oktober 2020 12:33
Buka Suara Soal Aksi Protes, Presiden Nigeria: Kerusuhan Apapun Tak Akan Ditoleransi
Dunia

Buka Suara Soal Aksi Protes,..

23 Oktober 2020 12:28
Beberapa Klaster Buat Korsel Alami Tren Peningkatan Kasus Baru Covid-19
Dunia

Beberapa Klaster Buat Korsel..

23 Oktober 2020 11:48
Infeksi Covid-19 Menurun, Australia Berani Tambah Kuota Warganya Yang Ingin Pulang
Dunia

Infeksi Covid-19 Menurun, Au..

23 Oktober 2020 11:30
Trump Jawab Tudingan Biden Di Panggung Debat: Saya Adalah Orang Yang Paling Tidak Rasis Di Ruangan Ini
Dunia

Trump Jawab Tudingan Biden D..

23 Oktober 2020 11:17
Xi Jinping: Jangan Anggap Enteng Rakyat China!
Dunia

Xi Jinping: Jangan Anggap En..

23 Oktober 2020 11:14