Carrie Lam: UU Keamanan Nasional China Tidak Akan Mempengaruhi Interdependensi Hukum Hong Kong

Kepala Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam/Net

Kepala Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam mengatakan, rencana China untuk memberlakukan Undang-Undang (UU) keamanan nasional di sana tidak akan mempengaruhi interdependensi peradilan atau badan hukum.

Pernyataan itu disampaikan Lam pada Jumat (22/5), setelah warga Hong Kong kembali dibuat geram dengan rencana China untuk terus mengikis otonomi tinggi di sana.

Lam mengatakan, Hong Kong akan sepenuhnya bekerja sama dengan China atas UU keamanan nasional yang diperkenalkan pada Kongres Rakyat Nasional.

"Keputusan dan pemberlakuan hukum nasional akan dapat membangun dan meningkatkan kerangka hukum dan mekanisme penegakan hukum untuk (Kawasan Administratif Khusus Hong Kong-HKSAR) untuk menjaga keamanan nasional," ujar Lam seperti dikutip CNA.

"Mereka tidak akan memengaruhi hak-hak sah dan kebebasan yang dinikmati oleh penduduk Hong Kong di bawah hukum, atau kekuasaan kehakiman yang independen, termasuk keputusan akhir, dilaksanakan oleh pengadilan di Hong Kong," tambahnya.

Lam menjelaskan UU keamanan nasional hanya digunakan untuk beberapa hal yang merusak keamanan nasional seperti pemisahan diri, menumbangkan kekuasaan, mengorganisir dan melaksanakan kegiatan teroris, dan tindakan pasukan asing yang menganggu internal Hong Kong.

"Ini persis situasi yang dikhawatirkan oleh sektor politik dan bisnis di Hong Kong dan anggota masyarakat selama setahun terakhir," tekan Lam.

Pemerintah Hong Kong, menurut Lam, menghadapi situasi yang semakin serius sehubungan dengan keamanan nasional. Sebagai contoh, ia kemudian menggambarkan protes yang dipicu RUU ekstradisi pada tahun kemarin sebagai gangguan keamanan nasional.

"Kekerasan yang terkait dengan gangguan yang timbul dari pelaksanaan legislatif RUU Pelarian Buronan sejak Juni tahun lalu telah meningkat dan munculnya berbagai insiden yang melibatkan bahan peledak dan senjata api telah menimbulkan risiko terorisme, yang secara serius membahayakan keselamatan publik," katanya.

Terlebih, ia mengatakan, muncul organisasi-organisasi yang menyerukan "kemerdekaan Hong Kong" dan "penentuan nasib sendiri".

Kolom Komentar


Video

Viral Tenaga Medis Keluar Dengan APD Lengkap Sambil Teriak "Kami Capek, Kami Capek"

Jumat, 22 Mei 2020
Video

Habib Umar Assegaf dan Satpol PP Asmadi Saling Memaafkan

Sabtu, 23 Mei 2020
Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Pesawat Pakistan di Pemukiman Padat Penduduk

Sabtu, 23 Mei 2020

Artikel Lainnya

Lebih Dari 100 Teroris Kembali Ke Jerman
Dunia

Lebih Dari 100 Teroris Kemba..

25 Mei 2020 17:08
Kim Jong Un Memimpin Pertemuan Komisi Militer Pusat Partai Pekerja
Dunia

Kim Jong Un Memimpin Pertemu..

25 Mei 2020 15:17
Jepang Cabut Status Darurat, Menteri Ekonomi: Tetap Waspada, Kami Tidak Bisa Hilangkan Virus Menjadi Nol
Dunia

Jepang Cabut Status Darurat,..

25 Mei 2020 13:44
Menlu China: UU Baru Terkait Hong Kong Tidak Pengaruhi Hak Dan Kebebasan Penduduk, Juga Kepentingan Investor Asing Yang Sah
Dunia

Menlu China: UU Baru Terkait..

25 Mei 2020 13:03
Terjadi Lonjakan Kasus Covid-19, Penerbangan Dari Brasil Ke AS Dibatasi
Dunia

Terjadi Lonjakan Kasus Covid..

25 Mei 2020 12:25
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Selandia Baru, PM Ardern: Kami Baik-baik Saja
Dunia

Gempa Magnitudo 5,8 Guncang ..

25 Mei 2020 11:36
Karena Pujiannya Kepada Gadis India, Postingan Ivanka Dibanjiri Kecaman
Dunia

Karena Pujiannya Kepada Gadi..

25 Mei 2020 10:05
Istri Xi Jinping Ternyata Masuk Dalam Daftar Duta Goodwill WHO
Dunia

Istri Xi Jinping Ternyata Ma..

25 Mei 2020 09:01