Karena Pujiannya Kepada Gadis India, Postingan Ivanka Dibanjiri Kecaman

Ivanka Trump/Net

Penasihat sekaligus putri Presiden AS Donald Trump, Ivanka Trump, menuliskan pujiannya terhadap gadis India yang mengayuh sepeda d tengah aturan lockdown lewat postingan akun Twitternya. Namun, postingan itu malah mengundang cemooh warga India. Hingga Minggu (24/5) postingan itu mendapat banyak kecaman.

Ivanka dinilai tidak peka terhadap nasib pekerja migran.

Dalam foto yang diunggah Ivanka, terlihat seorang gadis mengayuh sepeda berjarak ratusan kilometer untuk pulang ke rumahnya, sambil membonceng sang ayah. Ia menempuh jarak sejauh 1.200 km (750 mil) selama satu minggu.

Mereka adalah salah satu dari banyak keluarga migran yang tidak bekerja yang terpaksa meninggalkan kota-kota besar untuk pulang ke rumah di bagian lain India sebagai buntut dari lockdown.

“Jyoti Kumari, berusia 15 tahun, memboncengkan ayahnya yang terluka ke desa asal mereka sejauh 1.200 km selama tujug hari. Prestasi indah dari daya tahan dan cinta ini telah memikat imajinasi orang-orang India dan federasi bersepeda!” tulis Ivanka.

Federasi bersepeda India, terkesan dengan daya tahan tubuh Jyoti. Mereka mengundang Jyoti untuk melakukan uji coba dan mengatakan hal itu bisa menjadikannya sebagai atlit bersepeda, seperti dikutip dari Reuters.

Berbeda pandangan dengan tokoh-tokoh politik oposisi yang menyebut peristiwa gadis bersepeda karena lockdown itu bukan sesuatu yang layak diramaikan.

“Ini bukan prestasi. Ini adalah prestasi yang dipicu oleh keputusasaan yang disebabkan oleh sikap tak berperasaan dari pemerintah,” kata Kanti Chidambaram, anggota oposisi parlemen, tentang perjalanan Jyoti.

“Kemiskinan dan keputusasaannya dipuji, seolah-olah Jyoti mengayuh sepeda sejauh 1.200 km untuk petualangan yang mengasyikkan. Itu bukanlah sesuatu yang bisa dianggap sebagai pencapaian," Omar Abdullah, mantan menteri utama Jammu dan Kashmir, mentweet pada hari Sabtu dalam menanggapi pesan Ivanka (23/5).

Hingga Minggu (24/5) postingan Ivanka terus menuai kritik.

"Anda harus memiliki orang yang berkepala dingin seperti @CMOMaharashtra  untuk menangani situasi krisis. Untuk melakukan tugas, tidak perlu bersuara keras," ujar akun @DharamsiHSohel, Minggu (24/5).
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Tamu Al Fateh | Teguh Timur | CEO RMOL | Owner Malik Arslan | Jakarta | Indonesia | Al fateh carpets

Rabu, 23 September 2020
Video

#KamiMasihAda Pemkot Fasilitasi Launching Album 30 Musisi Semarang

Kamis, 24 September 2020

Artikel Lainnya

Kantong Plastik Berisi Uang Tunai 18 Juta Dolar AS Ditemukan Di Dinding Rumah Pablo Escobar
Dunia

Kantong Plastik Berisi Uang ..

24 September 2020 23:48
Hasil Banding, Pengadilan Di Jerman Izinkan Azan Berkumandang Lagi
Dunia

Hasil Banding, Pengadilan Di..

24 September 2020 19:26
Tak Mau Kalah Dari Trump, Vladimir Putin Ikut Masuk Nominasi Penerima Nobel
Dunia

Tak Mau Kalah Dari Trump, Vl..

24 September 2020 17:47
Kapal Rusia Masuk Perairan Teritorialnya, Swedia Marah: Itu Kejahatan!
Dunia

Kapal Rusia Masuk Perairan T..

24 September 2020 17:14
Penindasan Di Meksiko Terulang, Bertahun-tahun Dibully Guru Dan Temannya Remaja Ini Alami Lumpuh
Dunia

Penindasan Di Meksiko Terula..

24 September 2020 16:15
Dukung Oposisi Sam Rainsy, Tujuh Aktivis Kamboja Divonis Penjara
Dunia

Dukung Oposisi Sam Rainsy, T..

24 September 2020 15:48
Serang Balik Trump, Jubir Wang: Lupa Ya, Kalau Washington Penyebar Limbah Terbesar Dan Perusak Lingkungan?
Dunia

Serang Balik Trump, Jubir Wa..

24 September 2020 15:39
China Tambah Kamp Penahanan Uighur Di Xinjiang, Totalnya Lebih Dari 380
Dunia

China Tambah Kamp Penahanan ..

24 September 2020 13:54