Marco Rubio: Teori Konspirasi Covid-19 Makin Kuat Jelang Pemilihan Presiden AS 2020

Senator Marco Rubio/Net

Dilantik sebagai Ketua Komite Intelijen Senat Amerika Serikat, Senator Marco Rubio dari Partai Republik langsung memperingkatkan publik.

Senator dari Florida tersebut mengatakan, saat ini aktor-aktor asing tengah berusaha untuk memperkuat teori konspirasi mengenai virus corona baru untuk bisa ikut campur dalam pemilihan presiden AS 2020.

Peringatan tersebut ia sampaikan dalam sebuah wawancara bersama AP pada Selasa (26/5). Menurutnya, teori konspirasi bahwa vaksin Covid-19 yang muncul nanti akan lebih lebih berbahaya daripada membantu menjadi semakin tersebar luas.

"Saya pikir krisis Covid-19 adalah salah satu di mana anda telah melihat upaya untuk mempromosikan narasi palsu yang mendorong beberapa gesekan di negara ini," ungkap Rubio.

Menyoroti isu campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden AS 2016, Rubio mengaku tidak yakin jika Amerika tidak rentan dari sebelumnya. Menurutnya, upaya Rusia untuk memecah belah AS hingga saat ini sudah berhasil jauh melampaui keinginan dari Presiden Vladimir Putin.

Ia bahkan mengatakan, dengan memanfaatkan politik terpolarisasi dan mengipasi teori konspirasi, Rusia dan aktor asing lainnya, termasuk China, akan menyalakan korek api.

"Tujuannya adalah untuk membuat anda begitu terpecah dan saling bertarung sehingga anda menjadi tidak berfungsi dan tidak mampu menanggapi ancaman," jelas Rubio.

Rubio sendiri merupakan kandidat presiden AS dari Partai Republik pada 2016, namun tersingkirkan oleh Donald Trump. Ia kemudian menggantikan Senator Republik Richard Burr dari North Carolina sebagai Ketua Komite Intelijen Senat yang mundur di tengah penyelidikan mengenai penjualan saham.

Rubio mengambil alih kepemimpinan ketika komite sudah mengakhiri penyelidikan tiga tahun atas campur tangan Rusia. Panel telah secara terbuka merilis penilaian pada 2017. Isinya Rusia terbukti ikut campur dan mendukung Trump.

Namun, Rubio mengatkan, tidak ada bukti koordinasi antara kampanye Trump dan Rusia terkait pemilihan presiden.

Sementara terkait penanganan wabah Covid-19, Rubio sendiri tidak memiliki minat yang besar untuk mengkritik Trump. Ia juga termasuk golongan yang tidak mengenakan masker di muka publik.

“Saya lebih suka presiden memakai masker untuk kebaikannya sendiri. Saya tidak ingin melihat presiden terinfeksi," ujarnya.

“Tetapi pada akhirnya, dalam urutan prioritas, saya pikir yang lebih penting adalah bahwa kita mengembangkan antivirus, bahwa kita mengembangkan tes cepat, bahwa sistem perawatan kesehatan kita tidak pernah menjadi kewalahan, bahwa kita memiliki kemampuan untuk menguji orang," tambahnya menjelaskan.

Kolom Komentar


Video

Viral Perilaku Pegawai Starbucks Intip Payudara pelanggan dari CCTV

Kamis, 02 Juli 2020
Video

Karpet Merah Perusahaan Relokasi Dari China

Kamis, 02 Juli 2020
Video

Berstatus Tersangka, Jack Boyd Lapian Jalani Pemeriksaan Perdana Di Bareskrim

Jumat, 03 Juli 2020

Artikel Lainnya

Pernah Hadiri Acara Tanpa Masker Pacar Trump Junior Sekaligus Penasehat Kampanye Donald Trump Positif Covid-19
Dunia

Pernah Hadiri Acara Tanpa Ma..

04 Juli 2020 17:34
Antisipasi Infeksi Baru Di Sekitar Pemakaman, Bolivia Membuat Kuburan Massal Untuk Korban Covid-19
Dunia

Antisipasi Infeksi Baru Di S..

04 Juli 2020 17:18
Krisis Lebanon: 75 Persen Rakyat Kelaparan, Dua Warga Memilih Bunuh Diri
Dunia

Krisis Lebanon: 75 Persen Ra..

04 Juli 2020 16:25
Ekstremis ISIS Asal Prancis Hanya Dijatuhi Hukuman 30 Tahun Penjara, Hakim Beralasan Ingin Memberi Secercah Harapan Untuk Berevolusi
Dunia

Ekstremis ISIS Asal Prancis ..

04 Juli 2020 15:52
Aktivis Hong Kong Joshua Wong Bantah Minta Intervensi Jerman
Dunia

Aktivis Hong Kong Joshua Won..

04 Juli 2020 14:55
Marah Banyak Yang Ikut Campur Urusan Hagia Sopia, Erdogan: Kami Melindungi Hak-hak Muslim Negara Ini!
Dunia

Marah Banyak Yang Ikut Campu..

04 Juli 2020 13:53
Peduli Hak Hewan, Tunangan PM Inggris Serukan Boikot Produk Kelapa Yang Eksploitasi Tenaga Monyet
Dunia

Peduli Hak Hewan, Tunangan P..

04 Juli 2020 13:37
iPhone Stop Produksinya Di India, Gara-gara Bentrokan Perbatasan Dan Aksi Boikot
Dunia

iPhone Stop Produksinya Di I..

04 Juli 2020 13:01