Gelombang Panas Dan Serbuan Belalang, Melengkapi Kesengsaraan India Di Tengah Pandemik Covid-19

Ilustrasi, serbuan belalang di Gujarat/Net

Sepertinya wabah virus corona tidak cukup membuat India jatuh dalam penderitaan. Di tengah pandemik India bergulat dengan suhu yang sangat tinggi dan serbuan belalang. Ini adalah serbuan terburuk dalam beberapa dasawarsa.

India tengah bersiap mengkahiri penguncian walau kasus virus corona terus bertambah setiap harinya.

Pandemik Covid-19, suhu yang tinggi yang menyebabkan kekeringan, dan serangan belalang, tiga bencana yang harus India hadapi sekaligus saat ini, memaksa pejabat untuk mencoba menyeimbangkan keadaan dari krisis kesehatan masyarakat secara simultan. Pemerintah harus berpikir keras, memberikan perlindungan kepada masyarakat dari suhu yang teramat tinggi tetapi juga jarak sosial di taman dan pasar yang baru dibuka kembali.

Gelombang panas mengancam berbagai tantangan penanggulangan virus, yang telah mulai menyebar lebih cepat dan luas sejak pemerintah mulai melonggarkan pembatasan salah satu kuncian paling ketat di dunia awal bulan ini, seperti dikutip dari AP, Kamis (28/5).

“Dunia seperti tidak mendapat kesempatan untuk bernapas lagi. Ganasnya krisis semakin meningkat, dan tidak dapat dihindari,” kata Sunita Narain dari Pusat Sains dan Lingkungan New Delhi.

Ketika ada anak yang terbangun dengan tenggorokan kering dan demam, seorang ibu akan kesulitan, ingin memeriksakan anaknya ke rumah sakit tetapi di sisi lai suhu begitu terik hingga menusuk kulit. Ditambah lagi kekhawatiran tertular virus corona saat di perjalanan atau saat menunggu antrian di rumah sakit.

Dokter juga menyarankan agar tetap di rumah meskipun suhu di dalam rumah pun membuat mereka mendidih.

"Kipas hanya membuatnya lebih panas, tetapi kami tidak bisa membuka jendela karena tidak memiliki kelambu dan karenanya tidak ada pertahanan terhadap malaria dan nyamuk pembawa demam berdarah," kata warga.

Minggu ini, suhu melonjak hingga 118 derajat Fahrenheit (47,6 derajat Celsius) di ibu kota New Delhi, menandai Mei yang terpanas dalam 18 tahun.

India menderita kekurangan air yang parah dan puluhan juta orang kekurangan air mengalir dan pendingin udara, membuat banyak orang mencari pertolongan di bawah pohon rindang di taman umum, di tengah pandemik.

Di saat seperti itu, sebagian warga melupakan jarak sosial dan penggunaan masker.

Belum lagi bencana Topan Amphan, badai super besar yang melintasi Teluk Benggala, yang terjadi pada pekan lalu. Meninggalkan angin panas dan kering yang membentuk gelombang panas di bagian tengah dan utara India.

Serbuan belalang di tengah suhu tinggi dan pandemik telah menghancurkan tanaman dan panen di jantung India, mengancam wilayah yang sudah rentan yang sedang berjuang dengan krisis ekonomi.

KL Gurjar, seorang pejabat tinggi Organisasi Peringatan Belalang India, mengatakan timnya yang beranggotakan 50 orang akan siap menghentikan kawanan belalang itu sebelum pembiakan dapat terjadi. Jika tidak segera, belalang bisa menghancurkan tanaman musim panas India.

Sementara itu, India melaporkan terjadi rekor satu hari lompatan tinggi angka kasus virus corona. Lebih dari 6.500 kasus virus corona bertambah pada hari Kamis, sehingga total angka kasus menjadi 158.333, dan angka kematian mencapai 4.531.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Tamu Al Fateh | Teguh Timur | CEO RMOL | Owner Malik Arslan | Jakarta | Indonesia | Al fateh carpets

Rabu, 23 September 2020
Video

#KamiMasihAda Pemkot Fasilitasi Launching Album 30 Musisi Semarang

Kamis, 24 September 2020

Artikel Lainnya

Pilpres AS 2020, Hasil Jajak Pendapat Perolehan Joe Biden - Donald Trump Hanya Terpaut Tipis
Dunia

Pilpres AS 2020, Hasil Jajak..

25 September 2020 06:51
Nancy Pelosi: Omong-omong Anda Tidak Berada Di Korea Utara Atau Arab Saudi. Ini Amerika, Tuan Trump!
Dunia

Nancy Pelosi: Omong-omong An..

25 September 2020 06:33
Hamas Dan Fatah Mulai Akur, Sepakat Gelar Pemilu Pertama Palestina Sejak 15 Tahun
Dunia

Hamas Dan Fatah Mulai Akur, ..

25 September 2020 06:14
Ditangkap Polisi Hong Kong, Aktivis Joshua Wong Tegaskan Dia Akan Tetap Melawan
Dunia

Ditangkap Polisi Hong Kong, ..

25 September 2020 05:58
Kantong Plastik Berisi Uang Tunai 18 Juta Dolar AS Ditemukan Di Dinding Rumah Pablo Escobar
Dunia

Kantong Plastik Berisi Uang ..

24 September 2020 23:48
Hasil Banding, Pengadilan Di Jerman Izinkan Azan Berkumandang Lagi
Dunia

Hasil Banding, Pengadilan Di..

24 September 2020 19:26
Tak Mau Kalah Dari Trump, Vladimir Putin Ikut Masuk Nominasi Penerima Nobel
Dunia

Tak Mau Kalah Dari Trump, Vl..

24 September 2020 17:47
Kapal Rusia Masuk Perairan Teritorialnya, Swedia Marah: Itu Kejahatan!
Dunia

Kapal Rusia Masuk Perairan T..

24 September 2020 17:14