India Luncurkan Skuadron 18 AU Pesawat Tempur Ringan Buatan Sendiri

Hindustan Aeronautics (HAL) menghasilkan pesawat tempur standar-FOC di Bengaluru/Net

Angkatan Udara India (IAF) meluncurkan pesawat tempur ringan buatan sendiri, Tejas. Ini merupakan skuadron kedua yang dibuat India.

Peluncuran ini ditandai dengan ‘18 Sqn Flying Bullets IAF’ atau skuadron 18 IAF Flying Bullets (Peluru Terbang), yang seutuhnya diisi oleh pesawat tempur buatan dalam negeri, Light Combat Aircraft (LCA) Tejas.

Skuadron ini dioperasionalkan di pangkalan udara Sulur di negara bagian Tamil Nadu di India selatan, terang produsen pesawat tempur, Hindustan Aeronautics (HAL).

"Kami bangga mengirimkan pesawat yang jauh lebih mematikan daripada blok IOC," kata ketua HAL R Madhavan, seperti dikutip dari Flight Global.

"Varian FOC juga dilengkapi dengan pengisian bahan bakar udara-ke-udara, senjata tempur jarak dekat, drop-tank tambahan, kemampuan rudal BVR [di luar jangkauan visual], dan perangkat lunak avionik dan kontrol penerbangan yang diperbarui,"  kata Madhavan lagi, seperti dikutip dari Flight Global.

HAL, yang melakukan penerbangan pertama dengan Tejas versi FOC dari fasilitas Bengaluru pada Maret, mengatakan akan hadir lagi empat contoh.

"Masih dalam tahap lanjutan, produksi dan pengujian, dan diharapkan akan bergabung dengan skuadron segera," katanya.

"Varian FOC akan mengurangi jam kerja pemeliharaan dan waktu penyelesaian, sehingga meningkatkan dukungan untuk misi angkatan udara India," kata HAL.

Perusahaan menambahkan bahwa mereka telah memberikan pelatihan untuk angkatan pertama pilot skuadron 18 Sqn dan personel pemeliharaannya.

Data armada Cirium menunjukkan bahwa angkatan udara India memiliki 16 pesawat tempur Tejas yang digunakan sebelum pengiriman terbaru.

Skuadron ini akan menjadi yang pertama menggunakan LCA Tejas dengan konfigurasi siap tempur atau Final Operational Clearance (FOC).

Tejas adalah pesawat tempur sayap delta generasi keempat asli buatan India. Pesawat ini diklaim yang paling ringan dan terkecil dalam kelompok pesawat tempur supersonik.

Jet ini dilengkapi dengan sistem kontrol penerbangan fly-by-wire, avionik digital terintegrasi, radar multimode dan strukturnya terbuat dari bahan komposit karbon.

Selain India, beberapa negara seperti Malaysia sedang mempertimbangkan untuk membeli pesawat ini.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Tamu Al Fateh | Teguh Timur | CEO RMOL | Owner Malik Arslan | Jakarta | Indonesia | Al fateh carpets

Rabu, 23 September 2020
Video

#KamiMasihAda Pemkot Fasilitasi Launching Album 30 Musisi Semarang

Kamis, 24 September 2020

Artikel Lainnya

Pilpres AS 2020, Hasil Jajak Pendapat Perolehan Joe Biden - Donald Trump Hanya Terpaut Tipis
Dunia

Pilpres AS 2020, Hasil Jajak..

25 September 2020 06:51
Nancy Pelosi: Omong-omong Anda Tidak Berada Di Korea Utara Atau Arab Saudi. Ini Amerika, Tuan Trump!
Dunia

Nancy Pelosi: Omong-omong An..

25 September 2020 06:33
Hamas Dan Fatah Mulai Akur, Sepakat Gelar Pemilu Pertama Palestina Sejak 15 Tahun
Dunia

Hamas Dan Fatah Mulai Akur, ..

25 September 2020 06:14
Ditangkap Polisi Hong Kong, Aktivis Joshua Wong Tegaskan Dia Akan Tetap Melawan
Dunia

Ditangkap Polisi Hong Kong, ..

25 September 2020 05:58
Kantong Plastik Berisi Uang Tunai 18 Juta Dolar AS Ditemukan Di Dinding Rumah Pablo Escobar
Dunia

Kantong Plastik Berisi Uang ..

24 September 2020 23:48
Hasil Banding, Pengadilan Di Jerman Izinkan Azan Berkumandang Lagi
Dunia

Hasil Banding, Pengadilan Di..

24 September 2020 19:26
Tak Mau Kalah Dari Trump, Vladimir Putin Ikut Masuk Nominasi Penerima Nobel
Dunia

Tak Mau Kalah Dari Trump, Vl..

24 September 2020 17:47
Kapal Rusia Masuk Perairan Teritorialnya, Swedia Marah: Itu Kejahatan!
Dunia

Kapal Rusia Masuk Perairan T..

24 September 2020 17:14