Rusia Akan Terus Berikan Bantuan Kemanusiaan Ke Korea Utara Di Tengah Tekanan Sanksi AS

Dubes Rusia Alexander Matsegora (kiri) dan Menlu korut Son-gwon (kanan), keduanya mengenakan masker hadiri upacara pemberian penghargaan pemimpin Korea/Net

Dalam waktu dekat Rusia akan mengirimkan setumpuk gandum lagi untuk Korea Utara (Korut), setelah 25.000 ton pertama tiba di Pelabuhan Nampho. Duta Besar Rusia untuk Pyongyang Alexander Matsegora berharap bantuan kemanusiaan untuk negara republik itu akan terus berlanjut.

Matsegora mengatakan dalam sebuah wawancara bersama kantor berita TASS, bahwa Rusia akan memenuhi janjinya untuk terus memberikan bantuan kemanusiaan, baik medis maupun makanan untuk Korut, di tengah pandemik, di tengah himpitan sanksi AS terhadap Korut.

"Federasi Rusia menyerahkan 5.000 tes cepat kepada Democratic Peoples Republic of Korea (DPRK). Mengingat perbatasan yang tertutup, kami belum memberikan bantuan medis lain dalam beberapa bulan terakhir, meskipun bantuan kemanusiaan akan berlanjut, misal pada bulan Mei, 25.000 ton gandum Rusia tiba di pelabuhan Nampho. Kami mengharapkan bulir gandum berikutnya akan dikirimkan segera," ujar Matsegora, seperti dikutip dari Tass, Jumat (29/5).

Matsegora menjelaskan, tidak ada kasus Covid-19 di negara itu, tetapi tes cepat untuk virus corona tetap dilakukan.  

"Setidaknya pembatasan di sana sebagian terbuka, itu akan memerlukan obat yang digunakan untuk mengobati penyakit ini, serta respirator buatan," kata Matsegora.

Ia pun meyakini ketika vaksin ditemukan, Rusia akan menjadi negara pertama yang akan menyelamatkan Korea Utara.

"Tentu saja vaksin,  ketika itu dibuat, Rusia akan menjadi yang pertama yang menyelamatkan teman-teman Korea, saya tidak ragu tentang itu," janji Matsegora.

Ia juga menyinggung soal kerasnya Amerika Serikat, dan menyesalkan kenyataan tidak adanya pelonggaran dari Amerika Serikat terhadap negara-negara yang dikenai sanksi, bahkan di tengah pandemik.

"Sayangnya, orang tidak dapat mengandalkan pelonggaran sanksi, Amerika Serikat dan sekutunya tidak akan mengizinkannya, bahkan jika setengah negara itu sakit karena virus corona. Mereka benar-benar mengabaikan penderitaan rakyat!”

Hingga saat ini, Korea Utara terhimpit dengan berbagai sanksi yang diberikan oleh AS dan PBB terhadap ekonominya.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Viral Perilaku Pegawai Starbucks Intip Payudara pelanggan dari CCTV

Kamis, 02 Juli 2020
Video

Karpet Merah Perusahaan Relokasi Dari China

Kamis, 02 Juli 2020
Video

Berstatus Tersangka, Jack Boyd Lapian Jalani Pemeriksaan Perdana Di Bareskrim

Jumat, 03 Juli 2020

Artikel Lainnya

Pernah Hadiri Acara Tanpa Masker Pacar Trump Junior Sekaligus Penasehat Kampanye Donald Trump Positif Covid-19
Dunia

Pernah Hadiri Acara Tanpa Ma..

04 Juli 2020 17:34
Antisipasi Infeksi Baru Di Sekitar Pemakaman, Bolivia Membuat Kuburan Massal Untuk Korban Covid-19
Dunia

Antisipasi Infeksi Baru Di S..

04 Juli 2020 17:18
Krisis Lebanon: 75 Persen Rakyat Kelaparan, Dua Warga Memilih Bunuh Diri
Dunia

Krisis Lebanon: 75 Persen Ra..

04 Juli 2020 16:25
Ekstremis ISIS Asal Prancis Hanya Dijatuhi Hukuman 30 Tahun Penjara, Hakim Beralasan Ingin Memberi Secercah Harapan Untuk Berevolusi
Dunia

Ekstremis ISIS Asal Prancis ..

04 Juli 2020 15:52
Aktivis Hong Kong Joshua Wong Bantah Minta Intervensi Jerman
Dunia

Aktivis Hong Kong Joshua Won..

04 Juli 2020 14:55
Marah Banyak Yang Ikut Campur Urusan Hagia Sopia, Erdogan: Kami Melindungi Hak-hak Muslim Negara Ini!
Dunia

Marah Banyak Yang Ikut Campu..

04 Juli 2020 13:53
Peduli Hak Hewan, Tunangan PM Inggris Serukan Boikot Produk Kelapa Yang Eksploitasi Tenaga Monyet
Dunia

Peduli Hak Hewan, Tunangan P..

04 Juli 2020 13:37
iPhone Stop Produksinya Di India, Gara-gara Bentrokan Perbatasan Dan Aksi Boikot
Dunia

iPhone Stop Produksinya Di I..

04 Juli 2020 13:01