PBB: Dunia Menghadapi Krisis Yang Ekstrem Di Berbagai Bidang Karena Pandemik

Kantor PBB/Net

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa António Guterres, mengatakan saat ini dunia menghadapi krisis ekstrem akibat virus corona.  

"Pandemi Covid-19 akan menyebabkan kehancuran dan penderitaan yang tak terbayangkan di seluruh dunia," kata Guterres, berbicara pada forum keuangan di New York yang dilakukan secara virtual.

Para pemimpin dunia bersatu untuk membangun kembali masyarakat dan ekonomi setelah krisis ini.

Ia menguraikan kerentanan global yang dipicu oleh pandemik.

“Sebanyak 60 juta orang lebih akan terpuruk dalam kemiskinan yang ekstrim, hingga setengah dari tenaga kerja secara global. Sebanyak 1,6 miliar orang, tanpa mata pencaharian, kehilangan 8,5 triliun dolar AS dalam output global. Itu kontraksi paling tajam sejak Depresi Besar tahun 1930-an. Kita harus menghindarinya," tegas Guterres, seperti dikutip dari Foxnews, Jumat (29/5).

Organisasi Kesehatan Dunia telah mencatat hampir 5,6 juta kasus virus corona yang dikonfirmasi secara global dan jumlah kematian telah melampaui 350.000.

Pembatasan yang ditetapkan di seluruh dunia telah memaksa orang untuk menjaga jarak sosial dan tetap tinggal di rumah. Aturan itu, harus diakui menjadi menyebabkan penghentian ekonomi besar-besaran.

"Satu dari enam orang muda telah berhenti bekerja sejak timbulnya pandemik Covid-19,” isi pernyataan Organisasi Perburuhan Internasional.

"Di sinilah krisis kesehatan bertemu dengan krisis ekonomi, sebuah  hubungan berbahaya yang dapat memperpanjang dan memperdalam keduanya," kata Guterres.

Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia telah memfasilitasi dana bantuan bencana dan operasional di lebih dari 100 negara, serta memberikan bantuan ekonomi kepada hampir 70 persen.

IMF juga telah menggandakan akses ke fasilitas daruratnya yang memungkinkan bantuan keuangan lebih dari 100 miliar dolar AS yang dapat diakses di seluruh dunia.

Dunia tengah menghadapi banyak tantangan yang diperburuk oleh virus corona, dan semua membutuhkan perhatian yang lebih.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Viral Perilaku Pegawai Starbucks Intip Payudara pelanggan dari CCTV

Kamis, 02 Juli 2020
Video

Karpet Merah Perusahaan Relokasi Dari China

Kamis, 02 Juli 2020
Video

Berstatus Tersangka, Jack Boyd Lapian Jalani Pemeriksaan Perdana Di Bareskrim

Jumat, 03 Juli 2020

Artikel Lainnya

Pernah Hadiri Acara Tanpa Masker Pacar Trump Junior Sekaligus Penasehat Kampanye Donald Trump Positif Covid-19
Dunia

Pernah Hadiri Acara Tanpa Ma..

04 Juli 2020 17:34
Antisipasi Infeksi Baru Di Sekitar Pemakaman, Bolivia Membuat Kuburan Massal Untuk Korban Covid-19
Dunia

Antisipasi Infeksi Baru Di S..

04 Juli 2020 17:18
Krisis Lebanon: 75 Persen Rakyat Kelaparan, Dua Warga Memilih Bunuh Diri
Dunia

Krisis Lebanon: 75 Persen Ra..

04 Juli 2020 16:25
Ekstremis ISIS Asal Prancis Hanya Dijatuhi Hukuman 30 Tahun Penjara, Hakim Beralasan Ingin Memberi Secercah Harapan Untuk Berevolusi
Dunia

Ekstremis ISIS Asal Prancis ..

04 Juli 2020 15:52
Aktivis Hong Kong Joshua Wong Bantah Minta Intervensi Jerman
Dunia

Aktivis Hong Kong Joshua Won..

04 Juli 2020 14:55
Marah Banyak Yang Ikut Campur Urusan Hagia Sopia, Erdogan: Kami Melindungi Hak-hak Muslim Negara Ini!
Dunia

Marah Banyak Yang Ikut Campu..

04 Juli 2020 13:53
Peduli Hak Hewan, Tunangan PM Inggris Serukan Boikot Produk Kelapa Yang Eksploitasi Tenaga Monyet
Dunia

Peduli Hak Hewan, Tunangan P..

04 Juli 2020 13:37
iPhone Stop Produksinya Di India, Gara-gara Bentrokan Perbatasan Dan Aksi Boikot
Dunia

iPhone Stop Produksinya Di I..

04 Juli 2020 13:01