Relaksasi Saat Tingkat Infeksi Tinggi, Ahli: Inggris Harus Siap Hilang Kendali

Suasana kuncian di Inggris/Net

Inggris berisiko kehilangan kendali atas penanganan pandemik virus corona baru jika pemerintahnya tetap melakukan relaksasi. Para ahli bahkan mengatakan, Inggris akan berada di momen yang sangat berbahaya jika itu terjadi.

Empat anggota Scientific Advisory Group for Emergencies (SAGE) atau kelompok penasihat ilmiah untuk keadaan darurat Inggris memperingatkan, pencabutan kuncian yang prematur terlalu berisiko.

Bahkan masih berisiko walaupun pemerintah sudah meluncurkan sistem tracing dan tracking.

"Sistem tracing dan tracking hanya diluncurkan sehari sebelum kemarin, jadi kami tidak dapat memastikan itu berfungsi secara efektif," ujar anggota SAGE, John Edmunds dari London School of Hygiene and Tropical Medicine pada Sabtu (30/5).

"Saya pikir itu (relaksasi) agak berbahaya," tekannya seperti dilansir Reuters.

Dengan tingkat infeksi yang terjadi pada saat ini, Inggris, kata Edmunds, akan mengalami lebih banyak kasus dan kematian. Tiga anggota SAGE lainnya dan Walikota London, Sadiq Khan juga meng-iya-kan pernyataan tersebut.

Menurut Wakil Kepala Medis Inggris, Jonathan Van-Tam, relaksasi juga masih tetap berbahaya, karena sistem tracing dan tracking baru bisa berfungsi ketika warga mengikuti aturan.

Van-Tam mengatakan, lebih dari 50 anggota SAGE, yang termasuk ilmuwan, medis dan akademisi, memiliki pendapat yang berbeda. Tetapi mereka semua sepakat bahwa pelonggaran apapun harus sangat pelan-pelan dan sangat berhati-hati.

Pemerintahan Perdana Menteri Boris Johnson sendiri dilaporkan akan mulai melakukan relaksasi pada Senin (1/6). Di mana pertemuan publik dengan maksimal enam orang sudah diizinkan. Sekolah dan tempat olaharaga juga mulai dibuka kembali.

Saat ini, Inggris sudah mengonfirmasi lebih dari 270 ribu kasus dengan lebih dari 38 ribu orang meninggal dunia. Meski Kantor Statistik Nasional dan sumber data lain menyebut, angka kematian yang diduga dan dikonfirmasi akibat Covid-19 sudah mencapai 48 ribu kasus.

Kolom Komentar


Video

Tamu Al Fateh | Teguh Timur | CEO RMOL | Owner Malik Arslan | Jakarta | Indonesia | Al fateh carpets

Rabu, 23 September 2020
Video

#KamiMasihAda Pemkot Fasilitasi Launching Album 30 Musisi Semarang

Kamis, 24 September 2020

Artikel Lainnya

Pilpres AS 2020, Hasil Jajak Pendapat Perolehan Joe Biden - Donald Trump Hanya Terpaut Tipis
Dunia

Pilpres AS 2020, Hasil Jajak..

25 September 2020 06:51
Nancy Pelosi: Omong-omong Anda Tidak Berada Di Korea Utara Atau Arab Saudi. Ini Amerika, Tuan Trump!
Dunia

Nancy Pelosi: Omong-omong An..

25 September 2020 06:33
Hamas Dan Fatah Mulai Akur, Sepakat Gelar Pemilu Pertama Palestina Sejak 15 Tahun
Dunia

Hamas Dan Fatah Mulai Akur, ..

25 September 2020 06:14
Ditangkap Polisi Hong Kong, Aktivis Joshua Wong Tegaskan Dia Akan Tetap Melawan
Dunia

Ditangkap Polisi Hong Kong, ..

25 September 2020 05:58
Kantong Plastik Berisi Uang Tunai 18 Juta Dolar AS Ditemukan Di Dinding Rumah Pablo Escobar
Dunia

Kantong Plastik Berisi Uang ..

24 September 2020 23:48
Hasil Banding, Pengadilan Di Jerman Izinkan Azan Berkumandang Lagi
Dunia

Hasil Banding, Pengadilan Di..

24 September 2020 19:26
Tak Mau Kalah Dari Trump, Vladimir Putin Ikut Masuk Nominasi Penerima Nobel
Dunia

Tak Mau Kalah Dari Trump, Vl..

24 September 2020 17:47
Kapal Rusia Masuk Perairan Teritorialnya, Swedia Marah: Itu Kejahatan!
Dunia

Kapal Rusia Masuk Perairan T..

24 September 2020 17:14