Kedutaan Rusia Sampaikan Protes Kepada Deplu AS Atas Insiden Yang Menimpa Wartawannya Saat Peliputan Kerusuhan

Ilustrasi seorang jurnalis di tengah kerusuhan/Net

Kedutaan Rusia di Amerika Serikat mengirimkan nota protes kepada Departemen Luar Negeri AS terkait insiden yang dialami wartawan Rusia Mikhail Turgiev ketika polisi Minneapolis menyemprotkan aerosol pedas di wajahnya.

"Mikhail Turgiev dan seorang jurnalis Amerika yang berada di sebelahnya diperlakukan oleh polisi setempat dengan cara yang tidak dapat diterima," ujar Duta Besar Rusia Anatoly Antonov mengatakan pada hari Minggu (31/5) waktu setempat.

Dalam rekaman video, para jurnalis telah mengidentifikasi diri mereka dengan jelas. Mereka memiliki tanda khusus pada pakaian mereka, menunjukkan KTP mereka dan tidak memberikan perlawanan, namun mereka tetap diperlakukan tidak layak seolah merekalah pendemo itu.

"Catatan protes diajukan kepada Departemen Luar Negeri setelah insiden yang mencolok ini. Kami menuntut penyelidikan dan informasi menyeluruh tentang hasilnya," kata Antonov.

Kementerian Luar Negeri Rusia pun menyuarakan keberatannya atas perlakuan itu, Dalam sebuah pernyataan Kemenlu Rusia menyayangkan penangkapan wartawan yang tidak dapat dibenarkan selama meliput proses demonstrasi setelah pembunuhan George Floyd di Amerika Serikat.

“Kami menganggap perlakuan pihak keamanan dan kepolisian AS tidak dapat diterima karena telah menggunakan peralatan khusus, termasuk peluru plastik dan gas air mata, terhadap wartawan dan anggota media pemberitaan,” kata pernyataan Kemenlu Rusia.

“Termasuk penyemprotan gas air mata oleh polisi Minneapolis yang disengaja yang disemprotkan ke muka Mikhail Turgiev, seorang wartawan dan jurnalis teladan pemberitaan RIA Novosti. Dia mendapatkan perlakuan kekerasan yang tidak dapat dibenarkan,” katanya seperti dikutip dari Tass, Senin (1/6).

Kemenlu Rusia meminta pihak Amerika Serikat harus diberi teguran dalam komitmennya terhadap perjanjian internasional yang semestinya memastikan keamanan dan keluasan bagi wartawan, serta kebebasan berekspresi dan akses yang sama dalam memperoleh informasi.

Di akhir pernyataan, Kementerian Luar Negeri Rusia meminta organisasi internasional dan pengawas hak asasi manusia untuk menanggapi secara sepadan terhadap kesewenang-wenangan pihak kepolisian dan keamanan AS.

AS saat ini tengah dilanda kerusuhan hebat paska kematian pria kulit hitam Geoge Floyd yang dilakukan aparat kepolisian.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Viral Perilaku Pegawai Starbucks Intip Payudara pelanggan dari CCTV

Kamis, 02 Juli 2020
Video

Karpet Merah Perusahaan Relokasi Dari China

Kamis, 02 Juli 2020
Video

Berstatus Tersangka, Jack Boyd Lapian Jalani Pemeriksaan Perdana Di Bareskrim

Jumat, 03 Juli 2020

Artikel Lainnya

Pernah Hadiri Acara Tanpa Masker Pacar Trump Junior Sekaligus Penasehat Kampanye Donald Trump Positif Covid-19
Dunia

Pernah Hadiri Acara Tanpa Ma..

04 Juli 2020 17:34
Antisipasi Infeksi Baru Di Sekitar Pemakaman, Bolivia Membuat Kuburan Massal Untuk Korban Covid-19
Dunia

Antisipasi Infeksi Baru Di S..

04 Juli 2020 17:18
Krisis Lebanon: 75 Persen Rakyat Kelaparan, Dua Warga Memilih Bunuh Diri
Dunia

Krisis Lebanon: 75 Persen Ra..

04 Juli 2020 16:25
Ekstremis ISIS Asal Prancis Hanya Dijatuhi Hukuman 30 Tahun Penjara, Hakim Beralasan Ingin Memberi Secercah Harapan Untuk Berevolusi
Dunia

Ekstremis ISIS Asal Prancis ..

04 Juli 2020 15:52
Aktivis Hong Kong Joshua Wong Bantah Minta Intervensi Jerman
Dunia

Aktivis Hong Kong Joshua Won..

04 Juli 2020 14:55
Marah Banyak Yang Ikut Campur Urusan Hagia Sopia, Erdogan: Kami Melindungi Hak-hak Muslim Negara Ini!
Dunia

Marah Banyak Yang Ikut Campu..

04 Juli 2020 13:53
Peduli Hak Hewan, Tunangan PM Inggris Serukan Boikot Produk Kelapa Yang Eksploitasi Tenaga Monyet
Dunia

Peduli Hak Hewan, Tunangan P..

04 Juli 2020 13:37
iPhone Stop Produksinya Di India, Gara-gara Bentrokan Perbatasan Dan Aksi Boikot
Dunia

iPhone Stop Produksinya Di I..

04 Juli 2020 13:01