Dengan Alasan Covid-19, Hong Kong Larang Peringatan Tiananmen 1989 Untuk Pertama Kalinya

Peringatan Tiananmen pada 2019/Net

Hog Kong untuk pertama kalinya melarang peringatan unjuk rasa Tiananmen ke-31 dengan alasan pandemik Covid-19.

Polisi Hong Kong pada Senin (1/6) melarang pertemuan, termasuk acara nyala lilin pada 4 Juni yang biasanya dilakukan oleh banyak orang.

Pada peringatan 2019 saja, peringatan Tiananmen melibatkan banyak orang. Itu adalah sepekan sebelum gelombang unjuk rasa besar-besaran dimulai di Hong Kong yang dipicu oleh RUU Ekstradisi.

Berdasarkan surat keberatan polisi kepada pihak penyelenggara yang dikutip oleh AFP, peringatan Tiananmen bisa menjadi ancaman besar bagi kehidupan dan kesehatan masyarakat.

Meski begitu, panitia penyelenggara menuding polisi hanya menggunakan virus corona baru sebagai alasan untuk tidak diadakannya unjuk rasa.

"Saya tidak mengerti mengapa pemerintah melarang aksi unjuk rasa politik sementara memberi lampu hijau untuk dimulainya kembali sekolah dan layanan lainnya mulai dari katering, karaoke hingga kolam renang," ujar Ketua Aliansi Hong Kong, Lee Cheuk-yan yang kerap menjadi panitia penyelenggara peringatan Tiananmen sejak 1990.

Alih-alih, Lee meminta warga untuk tetap menyalakan lilin pada Kamis (4/6) pukul 8 malam dan melakukan upacara "hening" selama satu menit.

"Jika kita tidak diizinkan menyalakan lilin di unjuk rasa, kita akan membiarkan lilin menyala di seluruh kota," ucap Lee.

Dalam kesempatan tersebut, Lee juga bersumpah aliansinya akan terus menyuarakan untuk diakhirinya pemerintahan satu partai, khususnya juga menentang UU keamanan nasional yang akan diberlakukan China di Hong Kong.

Hingga saat ini, Hong Kong telah berhasil mengendalikan penyebaran virus corona baru dengan hanya mencatat lebih dari 1.000 infeksi dengan empat kematian.

Sejak beberapa pekan terakhir, pemerintah Hong Kong telah melakukan relaksasi kuncian dengan membuka kembali restoran hingga bioskop.

Sementara itu, unjuk rasa Tiananmen 1989 merupakan serangkaian unjuk rasa yang dipimpin oleh mahasiswa dan diadakan di Lapangan Tiananmen, Beijing dari 15 April hingga 4 Juni 1989.

Unjuk rasa tersebut dilakukan karena adanya ketidakstabilan ekonomi dan politik yang membuat aktivis menuntut adanya demokratisasi. Insiden ini merenggut korban sebanyak lebih dari 3.000 orang atas tindakan dari pasukan bersenjata China.

Kolom Komentar


Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021
Video

RMOL World View • Diplomasi Halal Saat Pandemi

Senin, 08 Maret 2021

Artikel Lainnya

Enggan Mundur Usai Terjerat Kasus Pelecehan Seksual, Gubernur Andrew Cuomo Terancam Dimakzulkan
Dunia

Enggan Mundur Usai Terjerat ..

09 Maret 2021 11:48
AS Buka Lagi Pengajuan Aplikasi Visa Dari 13 Negara Muslim Dan Afrika
Dunia

AS Buka Lagi Pengajuan Aplik..

09 Maret 2021 10:52
Tolak Gagasan Paspor Vaksin, WHO: Akan Menimbulkan Ketidakadilan Dalam Sistem
Dunia

Tolak Gagasan Paspor Vaksin,..

09 Maret 2021 10:34
Wawancara Harry Dan Meghan Penuh Kontroversi, Istana Buckingham Diam Seribu Bahasa
Dunia

Wawancara Harry Dan Meghan P..

09 Maret 2021 10:21
Ledakan Di Jembatan Al Aimmah Irak, Seorang Perempuan Tewas
Dunia

Ledakan Di Jembatan Al Aimma..

09 Maret 2021 09:46
Buat Cuitan Misoginis Saat Hari Perempuan Internasional, Burger King Diserang Warga Net
Dunia

Buat Cuitan Misoginis Saat H..

09 Maret 2021 09:32
Belajar Dari RRD Korea, Kesehatan Masyarakat Yang Gratis Tanpa Diskriminasi
Dunia

Belajar Dari RRD Korea, Kese..

09 Maret 2021 08:56
Aparat Blokir Jalan, Ratusan Pengunjuk Rasa Myanmar Terperangkap
Dunia

Aparat Blokir Jalan, Ratusan..

09 Maret 2021 08:05