Menduga Antifa Dan Preman Ada Di Balik Kerusuhan AS, Trump Kerahkan Tentara Bersenjata Berat

Aksi Protes di Minneapolis/Net

Presiden Donald Trump meminta agar jam malam diperketat lagi. Ia juga telah mengirim militer ke kota-kota di seluruh negeri untuk memadamkan kerusuhan. Dalam press briefing, Trump mengatakan dia sudah mengerahkan "tentara bersenjata berat" ke Washington DC.

Sejak aksi protes memanas di Minneapolis, Trump terlihat geram bahkan sampai mengeluarkan pernyataan yang kontroversi seperti perintahkan aparat menembak siapa saja yang membuat keributan. Trump baru-baru ini juga menyebut dirinya sebagai presiden "hukum dan ketertiban".

"Kami memberi peringatan kepada semua orang, jam malam dimulai sejak pukul 7, dan  kami akan berlakukan dengan ketat," kata Trump, seperti dikutip dari ABC News, Senin (1/6).

Beberapa menit sebelum konferensi pers dimulai, polisi menyisir area luar Gedung Putih dan menembakkan gas air mata ke kerumunan pengunjuk rasa.

Pasukan Garda Nasional telah dikerahkan di dekat Gedung Putih, beberapa jam setelah Presiden Donald Trump mengatakan ia ingin unjuk kekuatan di daerah itu.

Truk-truk dengan pasukan terlihat di dekat Lafayette Park di seberang Pennsylvania Avenue. Seorang pejabat AS mengatakan bahwa satuan tugas polisi militer Angkatan Darat aktif dari Fort Bragg, North Carolina, akan berada di ibu kota negara malam ini setelah berhari-hari protes keras yang mencakup kebakaran yang terjadi tidak jauh dari Gedung Putih.

Sebelumnya, Trump mengatakan kelompok Antifa dan ‘preman’ adalah tokoh utama di balik aksi protes dan demonstrasi massal ini. Dia merekomendasikan semua pejabat negara mengerahkan Pengawal Nasional dan memperingatkan bahwa jika mereka tidak melakukannya, dia akan mengerahkan militer ke lokasi mereka.

"Para walikota dan gubernur harus membangun kehadiran penegakan hukum yang luar biasa sampai kekerasan bisa diatasi," ujar Trump.

Yang mengejutkan, Trump mengumumkan kelompok Antifa masuk dalam daftar kelompok teroris. Trump menuding antifa telah membajak aksi damai para demonstran yang menuntut keadilan atas kematian Floyd

"Amerika Serikat akan memasukkan ANTIFA sebagai organisasi teroris," kicaunya pada akun Twitter-nya, @realDonaldTrump, Minggu (31/5).

Padahal AS tidak memiliki undang-undang terorisme dalam negeri. Selain itu Antifa, kependekan dari Anti-Fasis, bukanlah organisasi dengan pemimpin dan struktur keanggotaan yang jelas. Keputusan Trump membuat kritik dan kebingungan para pejabatnya, seperti dikutip The New York Times.

Antifa imerupakan gerakan aktivis yang pengikutnya berbagi filosofi dan taktik. Gerakan ini mulai dikenal oleh publik ketika terjadi protes besar “Unite the Right” di Charlottesville, Virginia, pada 2017. Dalam beberapa tahun terakhir, Antifa cenderung menentang kelompok sayap kanan.

Kampanyenya terutama fokus menentang pandangan otoriter, homofobik, rasis, dan xenofobik. Gerakannya tak hanya memakai taktik protes turun ke jalan, tapi juga memakai aktivisme digital, kekerasan fisik, dan pelecehan terhadap mereka yang fasis, rasis atau beraliran kanan. Anggotanya pernah pula terlibat dalam kampanye Occupy Wall Street dan Black Lives Matter.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

WHO Kecam Pembuat Vaksin Yang Prioritaskan Keuntungan Di Tengah Pandemi
Dunia

WHO Kecam Pembuat Vaksin Yan..

19 Januari 2021 14:01
Jepang Dalam Mode Siaga Tinggi, Temukan Kasus Varian Baru Tanpa Riwayat Perjalanan Ke Inggris
Dunia

Jepang Dalam Mode Siaga Ting..

19 Januari 2021 13:26
Klaim Tak Punya Kasus Virus Corona, Turkmenistan Jadi Negara Asia Tengah Pertama Yang Daftarkan Vaksin Rusia
Dunia

Klaim Tak Punya Kasus Virus ..

19 Januari 2021 13:22
Imbauan Carrie Lam: Sebaran Covid-19 Tidak Berhubungan Dengan Ras Atau Etnis
Dunia

Imbauan Carrie Lam: Sebaran ..

19 Januari 2021 13:04
Tidak Bijak Bagi Joe Biden Untuk Mengubur Pencapaian Manis Donald Trump Atas Korea Utara
Dunia

Tidak Bijak Bagi Joe Biden U..

19 Januari 2021 12:38
Pemilu Palestina, PM Mohammed Shtayyeh Minta Uni Eropa Kirim Pengamat Independen
Dunia

Pemilu Palestina, PM Mohamme..

19 Januari 2021 12:15
Kecewa Dengan UE, Kosovo Putuskan Untuk Ambil Sikap Dalam Waktu Dekat
Dunia

Kecewa Dengan UE, Kosovo Put..

19 Januari 2021 11:49
Jepang: Tuntutan Kompensasi Korsel Atas Korban Jugun Ianfu Merusak Hubungan
Dunia

Jepang: Tuntutan Kompensasi ..

19 Januari 2021 11:37