Barack Obama, Kerusuhan Massal Yang Menimpa AS Dan Pentingnya Berpartisipasi Dalam Politik

Barack Obama/Net

Penggunaan kekerasan pada aksi protes yang terjadi di banyak negara bagian Amerika Serikat (AS) saat ini dinilai berlebihan. Mantan Presiden AS Barack Obama mengutuk sikap aparat yang terlalu keras dan dan memuji tindakan para pemrotes damai yang mencari perubahan.

Dalam artikel yang ditulisnya, Obama menyatakan kekerasan itu banyak mendatangkan kerugian, menambah kerusakan lingkungan yang memang telah lama luput dari perhatian, hilangnya investasi, dan kerugian lain yang lebih besar lagi, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (2/6).

Obama, seorang Demokrat yang menjabat dua masa sebagai presiden sebelum pemerintahan Trump, mengatakan AS telah diguncang oleh keributan enam malam berturut-turut karena kematian seorang pria kulit hitam di Minneapolis.

Sebagai presiden kulit hitam pertama AS, Obama menangani kerusuhan sipil di kota-kota seperti Ferguson, Missouri, dan Baltimore, di mana ada protes yang meluas yang kadang-kadang disertai kekerasan atas kematian pria kulit hitam di tangan aparat.

Dalam kedua kasus itu, Obama mengkritik kekerasan tersebut, dengan mengatakan mereka menghalangi upaya untuk mengekang perilaku salah polisi. Pada 2015, selama protes Baltimore, dia mengecam aparat dan  penjahat yang merobek-robek tempat itu.

Dalam esai Medium yang ditulisnya itu, Obama mendesak pemrotes untuk tidak bersikap sinis tentang politik. Ia mengimbau masyarakat semua untuk  memilih pemimpin baru di tingkat nasional dan lokal yang bisa membawa perubahan.

"Aspirasi harus diterjemahkan ke dalam undang-undang dan praktik kelembagaan khusus, dan dalam demokrasi itu hanya terjadi ketika kita memilih pejabat pemerintah yang responsif terhadap tuntutan kita," katanya.

Obama mengatakan, generasi barulah yang menentukan strategi yang paling sesuai dengan zamannya. "Tapi saya percaya ada beberapa pelajaran dasar yang bisa diambil dari upaya masa lalu yang patut diingat," tulis Obama.

Ia menekankan, penting untuk berpartisipasi dalam politik dan ikut serta dalam pemilihan, khususnya di tingkat lokal, di mana keputusan tentang peradilan pidana tingkat dasar dan praktik polisi dibentuk.

"Intinya," tulisnya, "Jika kita ingin membawa perubahan nyata, maka pilihannya bukan antara protes dan politik. Kita harus melakukan keduanya. Kita harus memobilisasi peningkatan kesadaran, dan kita harus memberikan suara untuk memastikan bahwa kita memilih kandidat yang akan bertindak atas reformasi,"  katanya seperti dikutip dari ABC News, Selasa (2/6).

Menurutnya, agenda reformasi akan bervariasi dari satu tempat ke tempat lain tetapi harus disesuaikan dengan masing-masing komunitas. "Dan terserah kepada penyelenggara untuk mendidik diri mereka sendiri tentang strategi apa yang paling berhasil," tulis Obama.

Obama mengakhiri tulisannya dengan pernyataan duka dan kepihatinan atas kerusuhan yang melanda AS. Di tengah pandemik yang masih menjadi problema negara itu, kerusuhan massal menambah kesedihan dan rasa sakit semua orang AS.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Viral Perilaku Pegawai Starbucks Intip Payudara pelanggan dari CCTV

Kamis, 02 Juli 2020
Video

Karpet Merah Perusahaan Relokasi Dari China

Kamis, 02 Juli 2020
Video

Berstatus Tersangka, Jack Boyd Lapian Jalani Pemeriksaan Perdana Di Bareskrim

Jumat, 03 Juli 2020

Artikel Lainnya

Pernah Hadiri Acara Tanpa Masker Pacar Trump Junior Sekaligus Penasehat Kampanye Donald Trump Positif Covid-19
Dunia

Pernah Hadiri Acara Tanpa Ma..

04 Juli 2020 17:34
Antisipasi Infeksi Baru Di Sekitar Pemakaman, Bolivia Membuat Kuburan Massal Untuk Korban Covid-19
Dunia

Antisipasi Infeksi Baru Di S..

04 Juli 2020 17:18
Krisis Lebanon: 75 Persen Rakyat Kelaparan, Dua Warga Memilih Bunuh Diri
Dunia

Krisis Lebanon: 75 Persen Ra..

04 Juli 2020 16:25
Ekstremis ISIS Asal Prancis Hanya Dijatuhi Hukuman 30 Tahun Penjara, Hakim Beralasan Ingin Memberi Secercah Harapan Untuk Berevolusi
Dunia

Ekstremis ISIS Asal Prancis ..

04 Juli 2020 15:52
Aktivis Hong Kong Joshua Wong Bantah Minta Intervensi Jerman
Dunia

Aktivis Hong Kong Joshua Won..

04 Juli 2020 14:55
Marah Banyak Yang Ikut Campur Urusan Hagia Sopia, Erdogan: Kami Melindungi Hak-hak Muslim Negara Ini!
Dunia

Marah Banyak Yang Ikut Campu..

04 Juli 2020 13:53
Peduli Hak Hewan, Tunangan PM Inggris Serukan Boikot Produk Kelapa Yang Eksploitasi Tenaga Monyet
Dunia

Peduli Hak Hewan, Tunangan P..

04 Juli 2020 13:37
iPhone Stop Produksinya Di India, Gara-gara Bentrokan Perbatasan Dan Aksi Boikot
Dunia

iPhone Stop Produksinya Di I..

04 Juli 2020 13:01