KBRI Washington DC: Tak Ada Yang Terdampak Kerusuhan, Semua WNI Di AS Aman

Unjuk rasa di Amerika Serikat/Net

Kerusuhan yang terjadi di Amerika Serikat (AS) semakin tidak terkendali setiap harinya. Aksi yang dilakukan warga juga tidak hanya berpusat di Minneapolis, namun juga seluruh penjuru AS.

Untuk itu, Kedutaan Besar RI (KBRI) di Washington DC dan seluruh Konsulat Jenderal RI (KJRI) di AS selalu memonitor dan berusaha memastikan keselamatan dan keamanan semua warga negara Indonesia (WNI).

"Seluruh WNI di AS yang berjumlah 142.441 orang saat ini berada dalam kondisi aman dan baik-baik. Tidak ada laporan terkait WNI yang terdampak akibat demo," ujar Kuasa Usaha Ad-Interim atau Wakil Dutabesar RI untuk AS, Iwan Freddy Hari Susanto.

Iwan mengatakan, saat ini gelombang demonstrasi yang dipicu oleh kematian warga kulit hitam, George Floyd, sudah memasuki hari ketujuh. Namun beberapa negara bagian sudah menerapkan aturan jam malam dan status darurat. Mengingat kondisi diperparah dengan pandemik Covid-19.

"Keselamatan dan keamanan WNI di AS menjadi prioritas utama dan perhatian khusus KBRI Washington DC dan KJRI-KJRI se-AS," tekannya dalam keterangan tertulis, Selasa (2/6).

Meski pemerintah AS sudah melakukan berbagai upaya, Iwan mengimbau seluruh WNI agar tetap tenang berhati-hati.

"Tidak keluar rumah kecuali untuk kepentingan atau kebutuhan yang mendesak, seperti membeli kebutuhan rumah tangga sehari-hari atau pergi ke dokter," imbaunya.

"WNI juga kita wanti-wanti agar menjauhi tempat-tempat terjadinya aksi unjuk rasa karena akan membahayakan keselamatan dan keamanan mereka. Patuhi setiap instruksi, kebijakan dan peraturan yang dikeluarkan oleh otoritas setempat," imbuh Iwan.

Guna memastikan keselamatan WNI, ia juga menambahkan, saat ini seluruh perwakilan RI di AS terus melakukan kontak dengan simpul-simpul masyarakat Indonesia, termasuk mahasiswa.

KBRI Washington DC dan KJRI-KJRI se-AS juga membuka layanan nomor hotline bagi masyarakat Indonesia di AS jika membutuhkan bantuan atau pertolongan.

Kolom Komentar


Video

Viral Perilaku Pegawai Starbucks Intip Payudara pelanggan dari CCTV

Kamis, 02 Juli 2020
Video

Karpet Merah Perusahaan Relokasi Dari China

Kamis, 02 Juli 2020
Video

Berstatus Tersangka, Jack Boyd Lapian Jalani Pemeriksaan Perdana Di Bareskrim

Jumat, 03 Juli 2020

Artikel Lainnya

Pernah Hadiri Acara Tanpa Masker Pacar Trump Junior Sekaligus Penasehat Kampanye Donald Trump Positif Covid-19
Dunia

Pernah Hadiri Acara Tanpa Ma..

04 Juli 2020 17:34
Antisipasi Infeksi Baru Di Sekitar Pemakaman, Bolivia Membuat Kuburan Massal Untuk Korban Covid-19
Dunia

Antisipasi Infeksi Baru Di S..

04 Juli 2020 17:18
Krisis Lebanon: 75 Persen Rakyat Kelaparan, Dua Warga Memilih Bunuh Diri
Dunia

Krisis Lebanon: 75 Persen Ra..

04 Juli 2020 16:25
Ekstremis ISIS Asal Prancis Hanya Dijatuhi Hukuman 30 Tahun Penjara, Hakim Beralasan Ingin Memberi Secercah Harapan Untuk Berevolusi
Dunia

Ekstremis ISIS Asal Prancis ..

04 Juli 2020 15:52
Aktivis Hong Kong Joshua Wong Bantah Minta Intervensi Jerman
Dunia

Aktivis Hong Kong Joshua Won..

04 Juli 2020 14:55
Marah Banyak Yang Ikut Campur Urusan Hagia Sopia, Erdogan: Kami Melindungi Hak-hak Muslim Negara Ini!
Dunia

Marah Banyak Yang Ikut Campu..

04 Juli 2020 13:53
Peduli Hak Hewan, Tunangan PM Inggris Serukan Boikot Produk Kelapa Yang Eksploitasi Tenaga Monyet
Dunia

Peduli Hak Hewan, Tunangan P..

04 Juli 2020 13:37
iPhone Stop Produksinya Di India, Gara-gara Bentrokan Perbatasan Dan Aksi Boikot
Dunia

iPhone Stop Produksinya Di I..

04 Juli 2020 13:01