UU Keamanan Nasional Bikin Warga Hong Kong Berbondong-bondong Buat Paspor Inggris

Paspor BNO/Net

Ketidakstabilan di Hong Kong membuat warganya ketar-ketir. Bahkan banyak di antara warga Hong Kong yang berusaha untuk mengalihkan paspornya menjadi paspor Inggris atau British National Overseas (BNO).

Salah satunya adalah Ming Wong. Wong bersama suami, saudara, orangtua, beserta dua anaknya mengaku sedang mempercepat proses pemindahan paspor.

Awalnya, mereka memindahkan paspor menjadi BNO karena gelombang protes di Hong Kong pada 2019. Namun, pemberlakuan UU keamanan nasional oleh China semakin membulatkan tekad mereka.

"Saya mulai mengisi aplikasi pada Desember setelah protes, tetapi undang-undang keamanan nasional sekarang yang benar-benar mendorong saya untuk menyelesaikan prosesnya," ujar Wong

Paspor BNO sendiri dikhususkan untuk warga Hong Kong yang sudah tinggal sebelum Inggris mengembalikan wilayah tersebut kepada China pada 1997. Dengan paspor tersebut, mereka bisa mengunjungi Inggris selama enam bulan, namun tetap tidak memiliki izin tinggal yang lebih dari itu.

Namun CNA melaporkan, Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab mengatakan akan menghapus batas enam bulan jika China tetap memberlakukan UU keamanan nasional di Hong Kong.

Meski China belum membuat langkah baru terkait dengan UU keamanan nasional, surat kabar Mingpao mengabarkan terjadi lonjakan pembaruan paspor BNO.

Dari data yang diperoleh media tersebut dari Kantor Paspor Inggris, aplikasi perpanjangan BNO meningkat pada paruh kedua tahun lalu, di tengah-tengah protes anti-pemerintah dengan jumlah total lebih dari 120.000. Angka tersebut hampir sepuluh kali lipat dibandingkan dengan sekitar 14.000 pada 2017 dan 2018.

Konsultan imigrasi juga mengungkapkan mendapat serbuan pertanyaan terkait kepindahan warga dari Hong Kong sejak pengumuman UU keamanan nasional China pada 21 Mei.

"Minggu lalu saja, jumlah pertanyaan melonjak menjadi sekitar 100 per hari," ungkap Direktur Konsultasi Imigrasi, Swing Wong.

Selain Inggris, warga Hong Kong memiliki ketertarikan untuk pindah ke Amerika Serikat, Kanada, Taiwan, hingga Malaysia.

Kolom Komentar


Video

Viral Perilaku Pegawai Starbucks Intip Payudara pelanggan dari CCTV

Kamis, 02 Juli 2020
Video

Karpet Merah Perusahaan Relokasi Dari China

Kamis, 02 Juli 2020
Video

Berstatus Tersangka, Jack Boyd Lapian Jalani Pemeriksaan Perdana Di Bareskrim

Jumat, 03 Juli 2020

Artikel Lainnya

Pernah Hadiri Acara Tanpa Masker Pacar Trump Junior Sekaligus Penasehat Kampanye Donald Trump Positif Covid-19
Dunia

Pernah Hadiri Acara Tanpa Ma..

04 Juli 2020 17:34
Antisipasi Infeksi Baru Di Sekitar Pemakaman, Bolivia Membuat Kuburan Massal Untuk Korban Covid-19
Dunia

Antisipasi Infeksi Baru Di S..

04 Juli 2020 17:18
Krisis Lebanon: 75 Persen Rakyat Kelaparan, Dua Warga Memilih Bunuh Diri
Dunia

Krisis Lebanon: 75 Persen Ra..

04 Juli 2020 16:25
Ekstremis ISIS Asal Prancis Hanya Dijatuhi Hukuman 30 Tahun Penjara, Hakim Beralasan Ingin Memberi Secercah Harapan Untuk Berevolusi
Dunia

Ekstremis ISIS Asal Prancis ..

04 Juli 2020 15:52
Aktivis Hong Kong Joshua Wong Bantah Minta Intervensi Jerman
Dunia

Aktivis Hong Kong Joshua Won..

04 Juli 2020 14:55
Marah Banyak Yang Ikut Campur Urusan Hagia Sopia, Erdogan: Kami Melindungi Hak-hak Muslim Negara Ini!
Dunia

Marah Banyak Yang Ikut Campu..

04 Juli 2020 13:53
Peduli Hak Hewan, Tunangan PM Inggris Serukan Boikot Produk Kelapa Yang Eksploitasi Tenaga Monyet
Dunia

Peduli Hak Hewan, Tunangan P..

04 Juli 2020 13:37
iPhone Stop Produksinya Di India, Gara-gara Bentrokan Perbatasan Dan Aksi Boikot
Dunia

iPhone Stop Produksinya Di I..

04 Juli 2020 13:01