Soal Kerusuhan, George W. Bush: Mereka Yang Membungkam Suara Tidak Mengerti Arti Amerika

Mantan Presiden Amerika Serikat, George W. Bush/Net

Mantan Presiden Amerika Serikat (AS), George W. Bush ikut buka suara soal kerusuhan massal yang dipicu oleh kematian warga kulit hitam, George Floyd.

Bush, dalam pernyataannya yang dirilis pada Selasa (2/6), mengatakan saat ini bukan saatnya untuk memberikan "kuliah", melainkan waktu untuk mendengarkan.

Mengaku sedih dengan kematian Floyd dan ketidakadilan di AS, Bush menekankan bahwa penjarahan dan kerusuhan yang terjadi bukan sesuatu yang bisa menyelesaikan masalah.

"Satu-satunya cara untuk melihat diri kita dalam cahaya sejati adalah dengan mendengarkan suara begitu banyak orang yang terluka dan berduka," ujar Bush seperti dikutip Anadolu Agency.

"Mereka yang berusaha membungkam suara tidak mengerti arti Amerika, atau bagaimana menjadikannya tempat yang lebih baik," imbuhnya.

Alih-alih menciptakan kekacauan, Bush mengingatkan untuk kembali menjawab pertanyaan yang sudah lama belum mendapatkan jawaban: Bagaimana mengakhiri rasisme sistemik dalam masyarakat AS?

"Doktrin dan kebiasaan superioritas ras pernah hampir memecah belah negara kita, masih mengancam AS. Jawaban untuk masalah Amerika ditemukan dengan menghayati cita-cita AS, untuk kebenaran mendasar bahwa semua manusia diciptakan sama dan dianugerah Tuhan dengan hak-hak tertentu. Kita sering meremehkan seberapa radikal pencarian itu sebenarnya," paparnya.

Pernyataan Bush sendiri muncul sekitar sepekan setelah AS dilanda berbagai kerusuhan di seluruh penjuru negeri. Protes menuntut keadilan pun kerap berubah menjadi penjarahan dan vandalisme di berbagai kota.

Pada Senin (1/6), petugas federal secara paksa membubarkan demonstran di dekat Gedung Putih sekitar 25 menit sebelum jam malam seluruh kota diberlakukan.

Beberapa menit kemudian, Presiden Donald Trump dengan santai berjalan melewati area bekas protes untuk kesempatan berfoto di depan sebuah gereja bersejarah yang dibakar para penjarah malam sebelumnya.

Sebelum kemunculannya di depan Gereja Episkopal St. John yang bersejarah, Trump menyampaikan pernyataan berapi-api yang bersumpah untuk menegakkan hukum dan ketertiban dengan cara apa pun.

Kolom Komentar


Video

Viral Perilaku Pegawai Starbucks Intip Payudara pelanggan dari CCTV

Kamis, 02 Juli 2020
Video

Karpet Merah Perusahaan Relokasi Dari China

Kamis, 02 Juli 2020
Video

Berstatus Tersangka, Jack Boyd Lapian Jalani Pemeriksaan Perdana Di Bareskrim

Jumat, 03 Juli 2020

Artikel Lainnya

Pernah Hadiri Acara Tanpa Masker Pacar Trump Junior Sekaligus Penasehat Kampanye Donald Trump Positif Covid-19
Dunia

Pernah Hadiri Acara Tanpa Ma..

04 Juli 2020 17:34
Antisipasi Infeksi Baru Di Sekitar Pemakaman, Bolivia Membuat Kuburan Massal Untuk Korban Covid-19
Dunia

Antisipasi Infeksi Baru Di S..

04 Juli 2020 17:18
Krisis Lebanon: 75 Persen Rakyat Kelaparan, Dua Warga Memilih Bunuh Diri
Dunia

Krisis Lebanon: 75 Persen Ra..

04 Juli 2020 16:25
Ekstremis ISIS Asal Prancis Hanya Dijatuhi Hukuman 30 Tahun Penjara, Hakim Beralasan Ingin Memberi Secercah Harapan Untuk Berevolusi
Dunia

Ekstremis ISIS Asal Prancis ..

04 Juli 2020 15:52
Aktivis Hong Kong Joshua Wong Bantah Minta Intervensi Jerman
Dunia

Aktivis Hong Kong Joshua Won..

04 Juli 2020 14:55
Marah Banyak Yang Ikut Campur Urusan Hagia Sopia, Erdogan: Kami Melindungi Hak-hak Muslim Negara Ini!
Dunia

Marah Banyak Yang Ikut Campu..

04 Juli 2020 13:53
Peduli Hak Hewan, Tunangan PM Inggris Serukan Boikot Produk Kelapa Yang Eksploitasi Tenaga Monyet
Dunia

Peduli Hak Hewan, Tunangan P..

04 Juli 2020 13:37
iPhone Stop Produksinya Di India, Gara-gara Bentrokan Perbatasan Dan Aksi Boikot
Dunia

iPhone Stop Produksinya Di I..

04 Juli 2020 13:01