Turki Kembali Lancarkan Penangkapan Massal, Targetkan Pengikut Fethullah Gulen

Fethullah Gulen/Net

Rezim Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, kembali melakukan penangkapan massal terhadap orang-orang yang diduga sebagai pengikut ulama ternama, Fethullah Gulen.

Pandemik Covid-19 tampaknya memang tidak menyurutkan niat Erdogan untuk "membasmi" pengikut Gulen, yang diduga sebagai dalang dari Kudeta pada 16 Juli 2016.

Dilaporkan Anadolu Agency, Kepala Kantor Kejaksaan Umum Istanbul sudah mengeluarkan surat perintah penahanan untuk 118 orang pada Selasa (2/6). Mayoritas dari mereka adalah anggota pasukan militer yang memiliki hubungan dengan Gulen.

Selain itu, kantor tersebut juga sudah mengeluarkan surat yang sama untuk 42 anggota militer dan angkatan bersenjata lain, di mana 24 orang di antaranya merupakan petugas aktif. Penangkapan mereka menyusul keterkaitan dengan telepon berbayar yang menyambungkan dengan pihak Gulen.

Hal yang sama juga terjadi pada 76 anggota militer dan angkatan bersenjata yang dituding menghubungi pihak Gulen dengan telepon umum. Dari 76, 74 di antaranya merupakan petugas aktif.

Dari hasil penggerebekan di 35 provinsi, polisi sudah menangkap 72 orang yang masuk ke dalam daftar.

Gulen merupakan sosok konservatif yang paling berpengaruh di Turki. Ia bahkan masuk ke dalam 100 berpengaruh di dunia. Dengan besarnya pengaruh Gulen, pemerintah Turki yang sekuler kerap menudingnya tengah membangun politik. Hingga pada 2016, ia disebut sebagai dalang kudeta.

Hingga saat ini, Kamis (4/6), data dari Universitas Johns Hopkins menunjukkan, Turki sudah mengonfirmasi 166.422 kasus Covid-19 dengan 4.609 di antaranya dinyatakan sudah meninggal.

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Izzat al-Douri Si Manusia Es Tangan Kanan Mendiang Saddam Hussein Dan Buronan AS, Meninggal Dunia
Dunia

Izzat al-Douri Si Manusia Es..

27 Oktober 2020 06:59
Dewan Muslim: Islam Tidak Sedang Dianiaya Di Prancis, Mereka Bebas Jalankan Ibadah
Dunia

Dewan Muslim: Islam Tidak Se..

27 Oktober 2020 06:49
Kim Jong Un: Kemenangan Besar Yang Diraih DPRK dan China Adalah Takdir Mereka Sebagai Satu Kesatuan Suka Dan Duka
Dunia

Kim Jong Un: Kemenangan Besa..

27 Oktober 2020 06:39
Serukan Boikot Produk Prancis, Presiden Erdogan Dikeroyok Pemimpin Senior Uni Eropa
Dunia

Serukan Boikot Produk Pranci..

27 Oktober 2020 06:15
Dukung Aksi Pembunuhan Samuel Paty Sebagai Konsekuensi Hina Nabi, Anggota Parlemen Tunisia Dituntut Mundur
Dunia

Dukung Aksi Pembunuhan Samue..

27 Oktober 2020 05:49
Raja Malaysia Tolak Usulan Keadaan Darurat, PM Muhyiddin Gagal Dapat 'Angin Segar' Untuk Anggaran Yang Akan Datang
Dunia

Raja Malaysia Tolak Usulan K..

26 Oktober 2020 22:19
BKSAP DPR: Pemerintah Harus Panggil Duta Besar Prancis Untuk Kecam Sikap Presiden Marcon
Dunia

BKSAP DPR: Pemerintah Harus ..

26 Oktober 2020 22:11
Kremlin Risih Joe Biden Jadikan Rusia Sebagai Ancaman Nomor Satu AS
Dunia

Kremlin Risih Joe Biden Jadi..

26 Oktober 2020 19:02