Di Tengah Protes Anti-Rasisme, AS: China Harus Bertanggung Jawab Atas Tragedi Tiananmen 1989

Unjuk rasa besar-besaran di Lapangan Tiananmen, Beijing pada 1989/Net

Di tengah protes yang melanda seluruh Amerika Serikat (AS), Gedung Putih ikut angkat bicara mengenai peristiwa berdarah terhadap para demonstran di Lapangan Tiananmen, Beijing, 1989.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Kamis (4/6), bertepatan peringatan ke-31 Peristiwa Tiananmen, Gedung Putih mendesak China untuk bertanggung jawab atas korban insiden tersebut.

"Pembantaian warga sipil yang tidak bersenjata oleh Partai Komunis China adalah sebuah tragedi yang tidak akan dilupakan," bunyi keterangan tersebut atas nama Sekretaris Pers Presiden Donald Trump, Kayleigh McEnany.

"Amerika Serikat menyerukan China untuk menghormati ingatan orang-orang yang kehilangan nyawa mereka dan untuk memberikan perhitungan penuh atas mereka yang terbunuh, ditahan, atau hilang terkait dengan peristiwa-peristiwa seputar pembantaian Lapangan Tiananmen pada 4 Juni 1989," sambung keterangan tersebut.

CNA melaporkan, pemerintah China memang tidak pernah memberikan jumlah korban jiwa maupun hilang dari tragedi berdarah tersebut. Namun beberapa pihak meyakini, ada ratusan hingga ribuan orang yang meninggal pada saat itu.

China bahkan tampak melupakan peristiwa Tiananmen. Informasi mengenai peristiwa tersebut diblokir di berbagai media. Diskusi terbuka mengenai peristiwa tersebut dilarang.

Bahkan pada Kamis, banyak polisi yang berjaga di Lapangan Tiananmen agar tidak ada peringatan kejadian tersebut.

Di Hong Kong, pemerintah juga melarang diadakannya peringatan massal untuk pertama kalinya dengan alasan Covid-19.

AS sendiri setiap tahunnya memang mengeluarkan pernyataan serupa, menuntut China bertanggungjawab atas penumpasan darah Tiananmen.

Namun tahun ini, AS juga dibayangi oleh protes anti-rasisme yang tengah terjadi di seluruh negeri. Mengenai tanggapan Trump yang keras untuk mengerahkan militer.

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

PM Muhyiddin: Malaysia Jadi Salah Satu Negara Prioritas China Untuk Pengiriman Vaksin Covid-19
Dunia

PM Muhyiddin: Malaysia Jadi ..

26 November 2020 17:44
Keluarga Kerajaan Swedia Diserang Virus Corona, Pangeran Carl Philip dan Istri Positif Covid-19
Dunia

Keluarga Kerajaan Swedia Dis..

26 November 2020 17:25
Konflik Tigray, PM Abiy Ahmed: Gerbang Perdamaian Untuk TPLF Telah Ditutup Rapat
Dunia

Konflik Tigray, PM Abiy Ahme..

26 November 2020 17:06
Australia Pecat 10 Tentara Atas Laporan Pembunuhan Ilegal Di Afganistan
Dunia

Australia Pecat 10 Tentara A..

26 November 2020 16:42
Tiba Di Korsel, Menlu China Bahas Hubungan Kedua Negara Hingga Nuklir
Dunia

Tiba Di Korsel, Menlu China ..

26 November 2020 15:50
Pandemi Belum Reda, Jerman Perpanjang Pembatasan Covid-19 Hingga Awal Januari 2021
Dunia

Pandemi Belum Reda, Jerman P..

26 November 2020 15:36
WHO Peringatkan Bahaya 'Infodemik' Yang Disebar Ahli Teori Konspirasi
Dunia

WHO Peringatkan Bahaya 'Info..

26 November 2020 15:25
Siap Masuk Brasil, Perusahaan Vaksin Pfizer Sudah Kirim Hasil Tes
Dunia

Siap Masuk Brasil, Perusahaa..

26 November 2020 14:41