Peneliti Senior LIPI: Rasialisme Di AS Terlembaga, Meski Barack Obama Pernah Jadi Presiden

Peneliti senior LIPI Dewi Fortuna Anwar (pojok kiri atas)/Repro

Isu rasial di Amerika Serikat (AS) kembali mengemuka setelah terjadi gelombang aksi demonstrasi atas penindasan terhadap George Floyd, warga kulit hitam di Minneapolis.

Peneliti Senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dibidang Politik, Dewi Fortuna Anwar turut mengomentari fenomena tersebut.

Menurutnya, kasus kematian George Floyd yang ditindih Kepolisian Minneapolis bernama Chauvin telah menjadi isu nasional dan bahkan mendunia.

Pasalnya, ia melihat aksi demonstrasi tidak hanya terjadi di Negri Paman Sam saja, namin juga di negara lain di Eropa.

"Juga terjadi gelombang protes yang besar diluar, yang terjadi diluar negeri. Kita lihat terjadi juga demo-demo di Inggris, New Zealand, Prancis, dan sebagaianya," ujar Dewi Fortuna Anwar dalam diskusi virtual Populi Centre bertajuk 'Trump dan Perkara Rasial yang Timbul-Tenggelam', Sabtu (6/6).

Bahkan, ia melihat kemiripan antara gelombang demonstrasi ini dengan gelombang demonstrasi yang terjadi pada tahun 1968, setelah pembunuhan Martin Luther King Jr.

"Ini mirip dengan gelombang protes perang kulit hitam dulu. Jadi ini sudah jadi satu national movement atau bahkan lebih dari itu, yaitu International Movement juga," ungkapnya.

Bahkan Guru Besar Ilmu Politik Universitas Indonesia ini melihat, pemerintahan AS selama 400 tahun juga tidak mampu menangani persoalan rasial ini. Karena menurutnya, isu ini telah terlembaga.

Sebab awalnya ia mengira bahwa terpilihnya Barack Obama sebagai Presiden AS belasan tahun lalu bisa menghilangkan isu rasial. Namun hal itu terbantahkan dengan adanya kejadia George Floyd yang dibunuh pada 25 Mei lalu oleh Aparat Kepolisian Minneapolis.

"Tadi juga disebutkan bahwa rasialism di Amerika sudah terlembaga, dan perjuangannya belum selesai sampai sekarang, tahun 60-an Martin Luther King dan sampai sekarang," tutur Dewi Fortuna Anwar.

"Dan tadinya kita merasa dengan terpilihnya Presiden Barack Obama yang berkulit hitam maka isu rasisme yang terstruktur ini sudah tidak menjadi isu lagi. Tapi ternyata itu menjadi black class dengan terpilihnya seorang Trump yang justru kita tahu didukung oleh kelompkk-kelompok yang rasis," sambungnya.

Kolom Komentar


Video

Jasad ABK WNI Ditemukan di Frezeer Kapal China

Jumat, 10 Juli 2020
Video

Waspada!! Gunung Merapi Menggelembung

Sabtu, 11 Juli 2020

Artikel Lainnya

Retorika Erdogan Soal Kebangkitan Hagia Sophia Dan Pembebasan Al-Aqsa Tidak Membantu Palestina
Dunia

Retorika Erdogan Soal Kebang..

16 Juli 2020 18:25
Bulan Depan Indonesia Jadi Presiden DK PBB Lagi, Ini Agenda Yang Akan Dibahas
Dunia

Bulan Depan Indonesia Jadi P..

16 Juli 2020 17:50
Raja Felipe VI Beri Penghormatan Kepada 28 Ribu Lebih Korban Meninggal Karena Covid-19 Dalam Sebuah Upacara
Dunia

Raja Felipe VI Beri Penghorm..

16 Juli 2020 17:14
Puji Kegigihan Menlu Retno Bantu Perjuangan Palestina, Waketum MUI: Iron Lady Dari Indonesia
Dunia

Puji Kegigihan Menlu Retno B..

16 Juli 2020 17:07
Jelang Musim Dingin, Korsel Wajib Tingkatkan Kapasitas Rumah Sakit
Dunia

Jelang Musim Dingin, Korsel ..

16 Juli 2020 16:59
Trump 'Jualan' Di Akun Medsos, Netizen Pun Ramai Teriak Boikot
Dunia

Trump 'Jualan' Di Akun Medso..

16 Juli 2020 16:31
Bertemu Delegasi Hamas, Dubes Kuba: Semua Konspirasi Israel Dan Amerika Di Palestina Ditakdirkan Untuk Gagal
Dunia

Bertemu Delegasi Hamas, Dube..

16 Juli 2020 15:48
NYT: Trump Siapkan Sanksi Baru, Anggota Partai Komunis China Dan Keluarganya Dilarang Masuk AS
Dunia

NYT: Trump Siapkan Sanksi Ba..

16 Juli 2020 15:44