Menlu Heiko Maas Ungkap Rumitnya Hubungan Jerman-AS, Sudah Di Ujung Tanduk?

Kanselir Jerman, Angela Merkel dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump/Net

Hubungan antara Jerman dan Amerika Serikat (AS) tampaknya semakin keruh dan mengkhawatirkan. Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas bahkan sudah terang-terangan mengakui hal tersebut.

Keruhnya hubungan Jerman dan AS setidaknya bermula dari penolakan Kanselir Angela Merkel untuk menghadiri pertemuan G7 secara fisik. Alhasil, Presiden Donald Trump pun terpaksa untuk membatalkan pertemuan tersebut di mana AS saat ini sebagai tuan rumah.

Membalas Merkel, Trump lalu memerintahkan militernya untuk menarik 9.500 tentara AS dari Jerman. Adapun saat ini jumlah tentara AS di Jerman sebanyak sekitar 35 ribu.

Berbicara kepada surat kabar Jerman, Bild am Sonntag, Maas mengaku menyesali rencana penarikan pasukan AS. Ia bahkan menyebut hubungan Jerman dan AS saat ini "rumit".

“Jika itu menyangkut penarikan sebagian pasukan AS, kami mencatat hal ini. Kami menghargai kerja sama dengan pasukan AS yang telah berkembang selama beberapa dekade. Itu demi kepentingan kedua negara kita," ujar Maas seperti dikutip Reuters, Minggu (7/6).

"Kami adalah mitra dekat dalam aliansi transatlantik. Tapi... Ini rumit," ungkapnya mengakui.

Di dalam negeri, pada Sabtu (6/6), anggota parlemen senior Jerman dari blok konservatif mengkritik keputusan Trump untuk menarik ribuan tentaranya.

Namun berdasarkan keterangan seorang pejabat AS yang tidak ingin diidentifikasi, keputusan untuk menarik pasukan tidak ada hubungannya dengan kegagalan AS menjadi tuan rumah pertemuan G7.

Menurutnya, rencana tersebut sudah dipertimbangkan berbulan-bulan oleh perwira tinggi militer AS, Jenderal Mark Milley.

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Izzat al-Douri Si Manusia Es Tangan Kanan Mendiang Saddam Hussein Dan Buronan AS, Meninggal Dunia
Dunia

Izzat al-Douri Si Manusia Es..

27 Oktober 2020 06:59
Dewan Muslim: Islam Tidak Sedang Dianiaya Di Prancis, Mereka Bebas Jalankan Ibadah
Dunia

Dewan Muslim: Islam Tidak Se..

27 Oktober 2020 06:49
Kim Jong Un: Kemenangan Besar Yang Diraih DPRK dan China Adalah Takdir Mereka Sebagai Satu Kesatuan Suka Dan Duka
Dunia

Kim Jong Un: Kemenangan Besa..

27 Oktober 2020 06:39
Serukan Boikot Produk Prancis, Presiden Erdogan Dikeroyok Pemimpin Senior Uni Eropa
Dunia

Serukan Boikot Produk Pranci..

27 Oktober 2020 06:15
Dukung Aksi Pembunuhan Samuel Paty Sebagai Konsekuensi Hina Nabi, Anggota Parlemen Tunisia Dituntut Mundur
Dunia

Dukung Aksi Pembunuhan Samue..

27 Oktober 2020 05:49
Raja Malaysia Tolak Usulan Keadaan Darurat, PM Muhyiddin Gagal Dapat 'Angin Segar' Untuk Anggaran Yang Akan Datang
Dunia

Raja Malaysia Tolak Usulan K..

26 Oktober 2020 22:19
BKSAP DPR: Pemerintah Harus Panggil Duta Besar Prancis Untuk Kecam Sikap Presiden Marcon
Dunia

BKSAP DPR: Pemerintah Harus ..

26 Oktober 2020 22:11
Kremlin Risih Joe Biden Jadikan Rusia Sebagai Ancaman Nomor Satu AS
Dunia

Kremlin Risih Joe Biden Jadi..

26 Oktober 2020 19:02