Pertemuan Publik Dilarang, Protes Anti-Rasisme Di Thailand Berlangsung Virtual

Protes anti-rasisme virtual di Thailand melalui aplikasi Zoom/Net

Protes anti-rasisme yang bermula di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat (AS) telah menginspirasi warga dunia. Sayangnya, situasi pandemik Covid-19 membuat banyak orang yang khawatir akan penularan virus saat protes berlangsung.

Namun, para aktivis di Thailand mempunyai inovasi lain agar protes masih tetap berjalan di tengah pandemik. Caranya adalah dengan melakukan protes virtual.

Sebanyak sekitar 300 orang yang terdiri dari warga Thailand dan warga asing bergabung dalam protes virtual pada Minggu (7/6). Protes anti-rasisme tersebut ditujukan sebagai solidaritas untuk meninggalnya pria AS berkulit hitam, George Floyd.

Protes virtual sendiri dilakukan karena belum dicabutnya larangan pertemuan publik oleh pemerintah Thailand.

Alhasil, seperti dilaporkan Reuters, para demonstran melakukan aksi dengan berkumpul di platform konferensi video Zoom.

Protes di awali dengan menonton video detik-detik meninggalnya Floyd di tangan seorang polisi kulit pulih, Derek Chauvin. Di mana selama 8 menit 46 detik, leher Floyd ditekan oleh lutut Chauvin ke tanah hingga akhirnya ia tidak bergerak dan meninggal dunia. Insiden tersebut terjadi pada 25 Mei 2020.

Meski virtual, para pengunjuk rasa tetap membuat spanduk hingga kertas-kertas dengan slogan "I Can't Breathe" hingga "Black Lives Matter". Slogan-slogan tersebut lah yang saat ini digunakan oleh warga dunia untuk menyuarakan anti-rasisme.

“Saya sudah tinggal di tiga benua sekarang. Saya punya teman baik yang berasal dari komunitas Afrika, yang juga orang Amerika berkulit hitam, dan Anda melihat perbedaan yang mencolok dalam bagaimana mereka diperlakukan," ujar penyelenggara acara, Natalie Bin Narkprasert.

"Setiap orang memiliki harapan, setiap orang memiliki mimpi, semua orang berdarah merah. Sangat gila bahwa mereka masih memiliki ini (rasisme) pada tahun 2020 ketika pada tahun 1963, saat itulah Martin Luther King melakukan pidato kebebasannya," sambungnya.

Di AS sendiri, protes anti-rasisme masih berlangsung di berbagai penjuru negeri. Protes juga kerap berakhir rusuh dengan polisi yang menggunakan gas air mata untuk membubarkan para demonstran yang dianggap sudah merusak fasilitas hingga penjarahan.

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Argentina Diguncang Gempa Berkekuatan 6,8 M, Gubernur Sergio Unac Minta Warga Tetap tenang
Dunia

Argentina Diguncang Gempa Be..

19 Januari 2021 16:53
Kolombia Akan Usir WNA Yang Gelar Pesta Di Tengah Pembatasan Covid-19
Dunia

Kolombia Akan Usir WNA Yang ..

19 Januari 2021 16:01
Mantan PNS Thailand Divonis 43 Tahun Penjara Usai Kritik Kerajaan
Dunia

Mantan PNS Thailand Divonis ..

19 Januari 2021 15:51
Filipina Dinyatakan Terbebas Dari Flu Burung H5N6
Dunia

Filipina Dinyatakan Terbebas..

19 Januari 2021 15:00
Ikhwanul Muslimin Kecam Keputusan Pemerintah Mesir Sita Aset Milik Kelompoknya: Ini Balas Dendam Bermotif politik
Dunia

Ikhwanul Muslimin Kecam Kepu..

19 Januari 2021 14:34
Nahas, 15 Buruh Migran Tewas Tertindih Truk Ketika Tidur Di Trotoar
Dunia

Nahas, 15 Buruh Migran Tewas..

19 Januari 2021 14:27
Siap Tangkis Serangan China, Taiwan Gelar Latihan Pertahanan Di Pangkalan Tentara Hukou
Dunia

Siap Tangkis Serangan China,..

19 Januari 2021 14:10
WHO Kecam Pembuat Vaksin Yang Prioritaskan Keuntungan Di Tengah Pandemi
Dunia

WHO Kecam Pembuat Vaksin Yan..

19 Januari 2021 14:01