AFI: Eks Presiden Argentina Telah Mata-matai 400 Wartawan Demi Muluskan Kepentingan Politik

Mantan Presiden Argentina, Mauricio Macri/Net

Mantan Presiden Argentina, Mauricio Macri, diduga telah memata-matai lebih dari 400 wartawan terkait dengan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 dan pertemuan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) di Buenor Aires beberapa tahun terakhir.

Badan Intelijen Federal Argentina (AFI) mengungkapkan, ada puluhan jurnalis asing yang masuk ke dalam daftar. Selain itu, ada sekitar 100 akademisi, pebisnis, dan tokoh-tokoh terkemuka yang juga telah dimata-matai oleh Macri.

Dari temuan itu, AFI pada Minggu (7/6) telah menyerukan dilakukannya penyelidikan terhadap Macri.

"Pengaduan diajukan pada Jumat (5/6) dan besok (Senin, 8/6) semua bukti akan disajikan," ujar seorang sumber resmi yang tidak ingin diidentifikasi kepada AFP.

Temuan daftar yang dimata-matai oleh Macri sendiri muncul dalam tiga berkas yang bernama "2017", "Wartawan G20", dan "Lain-lain". Dokumen-dokumen tersebut ditemukan di brankas kantor mantan direktur kontra intelijen AFI.

Pada 2017, Argentina menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Menteri ke-11 WTO. Setahun kemudian, Argentina juga menjadi tuan rumah KTT G20 ke-13.

Pengaduan terhadap Macri sendiri diajukan oleh Cristina Caamano, yang telah ditugasi oleh Presiden Alberto Fernandez untuk melakukan audit AFI sebagai bagian dari proses reorganisasi.

Selain Macri, Caamano juga telah meminta penyelidikan untuk dibuka terhadap mantan Direktur AFI, Gustavo Arribas dan wakilnya, Silvina Majdalani.

Dalam temuan, ditemukan informasi profil dalam daftar, termasuk preferensi politik, posting media sosial, simpati untuk kelompok feminis, atau konten politik dan/atau budaya.

Setiap profil ditandai dengan warna hijau, kuning atau merah. Warna-warna tersebut diduga merupakan indikasi yang bertujuan membantu kementerian urusan luar negeri dalam proses akreditasi untuk acara-acara WTO dan G20.

Ini bukan pertama kalinya Macri diselidiki karena dituduh sebagai mata-mata.

Saat ini, Macri juga sedang diselidiki karena memata-matai sekutu dan alwan politiknya selama masa kepresidenannya pada 2015 hingga 2019.

Kolom Komentar


Video

#KamiMasihAda Pemkot Fasilitasi Launching Album 30 Musisi Semarang

Kamis, 24 September 2020
Video

Tanya Jawab Cak Ulung - Ancaman dan Peluang Pilkada

Kamis, 24 September 2020

Artikel Lainnya

Tersinggung, Hongaria Desak Petinggi Uni Eropa Mengundurkan Diri
Dunia

Tersinggung, Hongaria Desak ..

29 September 2020 18:00
CDC: Maret Hingga September Ada 280 Ribu Anak Usia Sekolah Di AS Yang Terinfeksi Virus Corona
Dunia

CDC: Maret Hingga September ..

29 September 2020 17:31
Pilpres AS 2020, Para Dukun Peru Beraksi Untuk Menangkan Pilihan Mereka
Dunia

Pilpres AS 2020, Para Dukun ..

29 September 2020 16:07
Kunjungi Zona Demiliterisasi, Menlu Dominic Raab: Inggris Selalu Dukung Perdamaian Korea
Dunia

Kunjungi Zona Demiliterisasi..

29 September 2020 15:35
Nicolas Maduro: Pandemik Covid-19 Perburuk Kesenjangan Sosial Di Dunia
Dunia

Nicolas Maduro: Pandemik Cov..

29 September 2020 15:23
Jelang Debat Presiden Malam Ini, Gedung Putih Yakin Trump Sudah Sangat Siap Dengan Semua Topik
Dunia

Jelang Debat Presiden Malam ..

29 September 2020 15:21
Memaksimalkan Tenaga Lokal, Kuwait Pecat Semua Karyawan Ekspatriat
Dunia

Memaksimalkan Tenaga Lokal, ..

29 September 2020 15:00
Melesat Menuju 5G, Singapura Kumpulkan Ribuan Tenaga Kerja Profesional
Dunia

Melesat Menuju 5G, Singapura..

29 September 2020 14:55