Hormati Protes George Floyd, Legislator Demokrat Berlutut Sebelum Ungkap RUU Reformasi Kepolisian

Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi dan sejumlah legislator Demokrat lainnya berlutut sebelum mengumumkan RUU Reformasi Kepolisian Amerika Serikat/Net

Anggota DPR dan Senat Amerika Serikat dari Partai Demokrat ikut bersimpati atas gelombang protes yang terjadi pasca kasus kematian seorang warga kulit hitam bernama George Floyd di tangan polisi berkulit putih Di Minneapolis beberapa waktu lalu. Kasus itu sediri mengangkat kembali isu rasisme dan tindakan sewenang-wenang sejumlah oknum polisi yang masih kerap terjadi.  

Salah satu bentuk simpati tersebut diungkapkan Demokrat melalui legislasi, yakni dengan mendorongRUU reformasi kepolisian untuk memperbaiki tubuh kepolisian Amerika Serikat.

Sebelum mengumumkan RUU tersebut dalam sebuah konferensi pers, sejumlah anggota DPR dan Senat Demokrat melakukan aksi simbolis, yakni berlutut selama 8 menit 46 detik di Gedung Emansipasi Capitol awal pekan ini (Senin, 8/6).

Ikut dalam aksi berlutut itu adalah Ketua DPR Nancy Pelosi.

"Kita tidak bisa menerima apa pun selain perubahan struktural yang transformatif," kata Pelosi, saat mengumumkan RUU tersebut.  

RUU yang didorong oleh Demokrat tersebut memuat sejumlah perubahan dalam lembaga kepolisian di negeri Paman Sam. Di antara perubahan yang dibuat dalam draft awal RUU itu adalah membatasi perlindungan hukum bagi polisi, membuat basis data nasional tentang insiden kekerasan berlebihan dan melarang penahanan oleh polisi.

Ini adalah perubahan paling ambisius yang dibuat untuk penegakan hukum di kepolisian Amerika Serikat sejauh ini.

"Sebuah profesi di mana Anda memiliki kekuatan untuk membunuh haruslah sebuah profesi yang membutuhkan perwira yang sangat terlatih yang bertanggung jawab kepada publik," kata salah seorang anggota Kongres, Karen Bass, yang juga mengetuai Kaukus Hitam Kongres dalam konferensi pers yang sama, seperti dikabarkan ABC News.

Meski demikian, RUU tersebut tidak menyerukan agar dana dari departemen kepolisian dipotong atau dihapus, sebagaimana dituntut oleh pengunjuk rasa dan aktivis. Namun, Demokrat, dalam RUU itu, meminta prioritas pendanaan untuk diubah.

Demokrat berharap agar RUU itu bisa dibahas di DPR sebelum akhir Juni ini.

Meski begitu, jikalau pun RUU itu lolos di DPR, belum tentu Senat akan memberikan lampu hijau. Mengingat Senat dikuasai oleh Partai Republik dan Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell sejauh ini belum buka suara soal perlunya undang-undang semacam itu.

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Izzat al-Douri Si Manusia Es Tangan Kanan Mendiang Saddam Hussein Dan Buronan AS, Meninggal Dunia
Dunia

Izzat al-Douri Si Manusia Es..

27 Oktober 2020 06:59
Dewan Muslim: Islam Tidak Sedang Dianiaya Di Prancis, Mereka Bebas Jalankan Ibadah
Dunia

Dewan Muslim: Islam Tidak Se..

27 Oktober 2020 06:49
Kim Jong Un: Kemenangan Besar Yang Diraih DPRK dan China Adalah Takdir Mereka Sebagai Satu Kesatuan Suka Dan Duka
Dunia

Kim Jong Un: Kemenangan Besa..

27 Oktober 2020 06:39
Serukan Boikot Produk Prancis, Presiden Erdogan Dikeroyok Pemimpin Senior Uni Eropa
Dunia

Serukan Boikot Produk Pranci..

27 Oktober 2020 06:15
Dukung Aksi Pembunuhan Samuel Paty Sebagai Konsekuensi Hina Nabi, Anggota Parlemen Tunisia Dituntut Mundur
Dunia

Dukung Aksi Pembunuhan Samue..

27 Oktober 2020 05:49
Raja Malaysia Tolak Usulan Keadaan Darurat, PM Muhyiddin Gagal Dapat 'Angin Segar' Untuk Anggaran Yang Akan Datang
Dunia

Raja Malaysia Tolak Usulan K..

26 Oktober 2020 22:19
BKSAP DPR: Pemerintah Harus Panggil Duta Besar Prancis Untuk Kecam Sikap Presiden Marcon
Dunia

BKSAP DPR: Pemerintah Harus ..

26 Oktober 2020 22:11
Kremlin Risih Joe Biden Jadikan Rusia Sebagai Ancaman Nomor Satu AS
Dunia

Kremlin Risih Joe Biden Jadi..

26 Oktober 2020 19:02