Protes Anti-Rasisme Meledak, Kepala Polisi Kulit Hitam Pertama Toronto Mengundurkan Diri

Kepala Kepolisian Toronto, Mark Saunders/Net

Kepala polisi kulit hitam pertama Toronto, Mark Saunders, dikabarkan akan mengundurkan diri dari jabatannya pada 31 Juli. Pengunduran diri tersebut terjadi di tengah merebaknya protes anti-rasisme dan tuntutan untuk mereformasi institut kepolisian di Amerika Serikat (AS).

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Senin (8/6), Layanan Kepolisian Toronto mengungkap, Saunders akan mengakhiri tugasnya sebagai Kepala Kepolisian Toronto pada 31 Juli 2020.

Hal yang sama juga disampaikan Saunders dalam akun Twitter-nya pada Selasa (9/6).

"Saya merasa terhormat telah melayani Kepolisian Toronto. Saya percaya anggota Kepolisian Toronto akan terus mengayomi dan melindungi kota terbaik di dunia," cuitnya seperti dikutip Sputnik.

Belum diketahui motivasi Saunders untuk mengundurkan diri.

Dalam setiap protes anti-rasisme di AS yang sudah memasuki hari ke-14, para demonstran menuntut "penggundulan" Departemen Kepolisian. Di mana mereka menganggap rasisme telah terjadi secara struktural di institusi tersebut.

Para kritikus menganggap, penggundulan Departemen Kepolisian sendiri akan sangat berbahaya dan bisa memicu meningkatnya kejahatan di AS.

Untuk diketahui, kemarahan warga AS sendiri dipicu dengan kematian pria kulit hitam, George Floyd, di tangan petugas polisi kulit putih, Derek Chauvin.

Floyd meninggal dunia usai lehernya ditekan oleh lutut Chauvin selama 8 menit 46 detik. Selama itu, Floyd sempat mengaku tidak bisa bernapas, meski Chauvin tidak mengindahkan pengakuan tersebut.

Setelah terkulai lemas, Floyd dinyatakan meninggal dunia ketika dibawa ke rumah sakit.

Kematian Floyd merupakan pemicu meledaknya amarah warga, di mana selama ini polisi di AS dikenal kerap berlaku diskriminatif terhadap warga kulit hitam atau keturunan Afro-Amerika.

Sayangnya, protes anti-rasisme tersebut juga terkadang berubah menjadi kerusuhan. Para demonstran yang marah pada polisi juga melakukan tindakan vandalisme, pembakaran, hingga penjarahan.

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Argentina Diguncang Gempa Berkekuatan 6,8 M, Gubernur Sergio Unac Minta Warga Tetap tenang
Dunia

Argentina Diguncang Gempa Be..

19 Januari 2021 16:53
Kolombia Akan Usir WNA Yang Gelar Pesta Di Tengah Pembatasan Covid-19
Dunia

Kolombia Akan Usir WNA Yang ..

19 Januari 2021 16:01
Mantan PNS Thailand Divonis 43 Tahun Penjara Usai Kritik Kerajaan
Dunia

Mantan PNS Thailand Divonis ..

19 Januari 2021 15:51
Filipina Dinyatakan Terbebas Dari Flu Burung H5N6
Dunia

Filipina Dinyatakan Terbebas..

19 Januari 2021 15:00
Ikhwanul Muslimin Kecam Keputusan Pemerintah Mesir Sita Aset Milik Kelompoknya: Ini Balas Dendam Bermotif politik
Dunia

Ikhwanul Muslimin Kecam Kepu..

19 Januari 2021 14:34
Nahas, 15 Buruh Migran Tewas Tertindih Truk Ketika Tidur Di Trotoar
Dunia

Nahas, 15 Buruh Migran Tewas..

19 Januari 2021 14:27
Siap Tangkis Serangan China, Taiwan Gelar Latihan Pertahanan Di Pangkalan Tentara Hukou
Dunia

Siap Tangkis Serangan China,..

19 Januari 2021 14:10
WHO Kecam Pembuat Vaksin Yang Prioritaskan Keuntungan Di Tengah Pandemi
Dunia

WHO Kecam Pembuat Vaksin Yan..

19 Januari 2021 14:01