Tutup Akun Aktivis Tirai Bambu Usai Gelar Acara Virtual Peringatan Tragedi Tiananmen 1989, Zoom Pro China?

Logo Zoom/Net

Platform konferensi video, Zoom dikabarkan sudah menutup sementara akun milik kelompok aktivis China, Humanitarian China, usai mereka mengadakan acara virtual untuk memperingati Tregedi Tiananmen ke-31.

Menurut keterangan para aktivis, mereka mengadakan acara pada 31 Mei melalui akun berbayar. Acara tersebut diikuti oleh lebih dari 250 orang di berbagai penjuru dunia.

Acara tersebut juga disiarkan secara streaming di berbagai media sosial dengan lebih dari 4.000 penonton, mayoritas berasal dari China.

Sepekan setelah acara tersebut, pada 7 Juni, Humanitarian China dalam pernyataan pada Kamis (11/6) mengungkap, akun mereka ditutup.

Dilansir dari Reuters, Zoom mengonfirmasi hal tersebut. Dalam sebuah pernyataan yang dikirim melalui email, Zoom menjelaskan, akun tersebut ditutup untuk mematuhi hukum negara-negara setempat.

Zoom juga mengatakan akun tersebut telah aktif kembali.

“Kami bertujuan membatasi tindakan yang kami ambil untuk yang perlu mematuhi hukum setempat dan terus meninjau dan meningkatkan proses kami dalam masalah ini," ujar Zoom.

Sementara itu, menurut pendiri Humanitarian China, Zhou Fengsuo, pihaknya justru belum mendapatkan alasan mengapa akunnya ditutup oleh Zoom.

Tragedi Tiananmen 1989 sendiri merupakan peristiwa bersejarah yang hendak dilupakan oleh China. Pada saat itu, China tengah menghadapi gelombang protes pro demokrasi yang dipicu ketidakstabilan ekonomi dan politik.

Aksi tersebut kemudian dibalas dengan kebrutalan polisi dengan menangkap hingga membunuh para aktivis. Tidak diketahui berapa jumlah korban meninggal yang tepat dalam tragedi tersebut.

Selain isu ini, sebelumnya Zoom yang berbasis di California juga terlibat dengan isu keamanan sehingga SpaceX hingga badan intelijen AS memperingatkan penggunaan aplikasi tersebut.

Sebuah perusahaan pengawas internet yang berbasis di Toronto, Citizen Lab, mengungkap pada April, mereka menemukan bukti beberapa panggilan dari Amerika Utara dialihkan melalui China.

Zoom berdalih tidak sengaja mengizinkan pusat data China untuk menerima panggilan tersebut.

Untuk diketahui, Zoom yang berbasis di California merupakan platform yang didirikan oleh Eric Yuan, warga Amerika Serikat (AS) yang lahir di Shandong, China.

Kolom Komentar


Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021
Video

RMOL World View • Diplomasi Halal Saat Pandemi

Senin, 08 Maret 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan, bersama: Syahrial Nasution dan Abdul Hamid

Selasa, 09 Maret 2021

Artikel Lainnya

Enggan Mundur Usai Terjerat Kasus Pelecehan Seksual, Gubernur Andrew Cuomo Terancam Dimakzulkan
Dunia

Enggan Mundur Usai Terjerat ..

09 Maret 2021 11:48
AS Buka Lagi Pengajuan Aplikasi Visa Dari 13 Negara Muslim Dan Afrika
Dunia

AS Buka Lagi Pengajuan Aplik..

09 Maret 2021 10:52
Tolak Gagasan Paspor Vaksin, WHO: Akan Menimbulkan Ketidakadilan Dalam Sistem
Dunia

Tolak Gagasan Paspor Vaksin,..

09 Maret 2021 10:34
Wawancara Harry Dan Meghan Penuh Kontroversi, Istana Buckingham Diam Seribu Bahasa
Dunia

Wawancara Harry Dan Meghan P..

09 Maret 2021 10:21
Ledakan Di Jembatan Al Aimmah Irak, Seorang Perempuan Tewas
Dunia

Ledakan Di Jembatan Al Aimma..

09 Maret 2021 09:46
Buat Cuitan Misoginis Saat Hari Perempuan Internasional, Burger King Diserang Warga Net
Dunia

Buat Cuitan Misoginis Saat H..

09 Maret 2021 09:32
Belajar Dari RRD Korea, Kesehatan Masyarakat Yang Gratis Tanpa Diskriminasi
Dunia

Belajar Dari RRD Korea, Kese..

09 Maret 2021 08:56
Aparat Blokir Jalan, Ratusan Pengunjuk Rasa Myanmar Terperangkap
Dunia

Aparat Blokir Jalan, Ratusan..

09 Maret 2021 08:05