Nilai Tukar Pound Melorot Tajam, Lebanon Pecah Dengan Aksi Unjuk Rasa

Aksi unjuk rasa di Lebanon pada April lalu/Net

Lebanon kembali dikepung kerusuhan. Massa bergerak memblokir ruas-ruas jalan di kota Beirut dengan membakar ban dan tong sampah. Mereka meneriakkan kata-kata keras terhadap elit politik atas kemarahan terhadap hancurnya ekonomi di negara itu menyusul turunnya nilai tukar pound.

Kerusuhan itu terjadi ketika Beirut mengadakan pembicaraan dengan Dana Moneter Internasional (IMF) untuk program reformasi.

Lebanon semakin terjungkal dalam lubang ekonomi yang membuat warganya kian terpuruk. Ditambah dengan nilai tukar pound yang merosot ke level 5.000 terhadap dollar AS pada Kamis (11/6).

Warga Lebanon berunjuk rasa, dari kota Tripoli di utara hingga ke kota Sidon di selatan. Ini adalah kerusuhan paling besar selama pandemik di tengah pemberlakuan penguncian wilayah.

"Kami tidak mampu makan atau membayar sewa atau semacamnya," teriak seorang pendemo, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (11/6).

"Kami akan tinggal di sini sampai nilai dollar turun dan kami mendapatkan semua tuntutan kami!"

Para pengunjuk rasa di Tripoli, kota terbesar kedua di Lebanon, melemparkan bom molotov ke sebuah gedung bank sentral dan membakarnya, membuat pasukan keamanan terpaksa harus menembakkan gas air mata.

Perdana Menteri Hassan Diab akhirnya menyerukan pertemuan kabinet darurat pada hari ini, Jumat (12/6) untuk membahas situasi moneter.

Krisis ini berakar pada korupsi dan pemborosan yang berlangsung selama beberapa dekade. Harga pangan melonjak, banyaknya pengangguran, dan kontrol modal yang telah memisahkan Lebanon dari penghematan mata uang mereka.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Menlu China Wang Yi: Hong Kong Perlu Mereformasi Sistem Pemilu Demi Masa Depan Lebih Cerah
Dunia

Menlu China Wang Yi: Hong Ko..

07 Maret 2021 15:54
Koalisi Saudi Hancurkan Drone Bersenjata Kiriman Houthi
Dunia

Koalisi Saudi Hancurkan Dron..

07 Maret 2021 14:39
Moderna Siap Pasok 13 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Untuk Filipina
Dunia

Moderna Siap Pasok 13 Juta D..

07 Maret 2021 14:05
Kunjungi Bekas Benteng ISIS, Paus Panjatkan Doa Untuk Korban Perang
Dunia

Kunjungi Bekas Benteng ISIS,..

07 Maret 2021 13:08
Gerakan Pembangkangan Myanmar, Puluhan Ribu Pengunjuk Rasa Penuhi Jalan-jalan Di Sejumlah Kota
Dunia

Gerakan Pembangkangan Myanma..

07 Maret 2021 12:34
Krisis Lebanon, PM Hassan Diab Ancam Politisi Hentikan Kisruh Dan Segera Bentuk Kabinet Baru
Dunia

Krisis Lebanon, PM Hassan Di..

07 Maret 2021 12:19
Dengan Banyak Pertimbangan, Korsel Dan AS Lanjutkan Latihan Militer Gabungan
Dunia

Dengan Banyak Pertimbangan, ..

07 Maret 2021 11:30
Amnesty International: Usulan Larangan Penggunaan Niqab Dan Burqa Di Swiss Langgar Hak Perempuan
Dunia

Amnesty International: Usula..

07 Maret 2021 10:41