Tak Sepakat Dengan Mark Zuckerberg Soal Unggahan Donald Trump, Karyawan Facebook Dipecat

CEO Facebook, Mark Zuckerberg/Net

Facebook dikabarkan sudah memecat seorang karyawan yang mengkritik keputusan CEO Mark Zuckerberg untuk tidak memberikan tindakan pada unggahan-unggahan kontroversial Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terkait protes Black Lives Matter (BLM).

Ia adalah Brandon Dail, seorang insinyur di Seattle. Dalam akun Twitter-nya, Dail mengungkap, ia dipecat karena memarahi seorang koleganya yang secara terbuka menolak menyertakan pernyataan dukungan untuk gerakan BLM pada dokumen-dokumen yang ia terbitkan.

Sehari sebelumnya, ia dan beberapa karyawan, termasuk enam insinyur lain di timnya, meninggalkan meja dan menyatakan keberatan terhadap Zuckerberg dalam menangani unggahan Trump di platform media sosial tersebut.

"Sengaja tidak membuat pernyataan sudah politis," tulis Dail dalam tweet pada 2 Juni.

Facebook sendiri mengonfirmasi pemecatan Dail namun menolak untuk memberi pernyataan tambahan, melansir Reuters, Sabtu (13/6).

Sebelumnya, unggahan-unggahan Trump terkait dengan protes anti-rasisme di AS telah memicu kemarahan para karyawan. Khususnya ketika ia mengatakan penggunaan kekuatan yang dilakukan oleh polisi dilakukan karena penjarahan yang dilakukan oleh para demonstran.

Dalam unggahan yang sama, Twitter memberikan label peringatan, sementara Facebook tidak melakukan apapun.

Dalam sebuah pertemuan, Zuckerberg membela keputusannya. Sementara pertemuan itu, Dail mencuit sindiran bahwa pemimpinnya enggan berdiri bersama dengan para karyawan.

Dail juga semakin marah ketika Facebook tetap diam terhadap cuitan Trump yang berisi teori konspirasi yang tidak berdasar tentang Martin Gugino, seorang pemrotes berusia 75 tahun yang terluka parah oleh polisi di Buffalo, New York.

“Serangan Trump terhadap Martin Gugino adalah hina dan jelas merupakan pelanggaran aturan anti-pelecehan Facebook. Lagi-lagi sangat mengecewakan bahwa kita (dan Twitter) belum menghapusnya," ujar Dail.

Namun bukan hanya Facebook yang memecat karyawan karena alasan perbedaan pendapat.

Pada tahun lalu, Google Alphabet memecat setidaknya lima aktivis di tempat kerja. Sementara Amazon menolak kritik terhadap kondisi gudang selama pandemik virus corona.

Kolom Komentar


Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021
Video

RMOL World View • Diplomasi Halal Saat Pandemi

Senin, 08 Maret 2021

Artikel Lainnya

Enggan Mundur Usai Terjerat Kasus Pelecehan Seksual, Gubernur Andrew Cuomo Terancam Dimakzulkan
Dunia

Enggan Mundur Usai Terjerat ..

09 Maret 2021 11:48
AS Buka Lagi Pengajuan Aplikasi Visa Dari 13 Negara Muslim Dan Afrika
Dunia

AS Buka Lagi Pengajuan Aplik..

09 Maret 2021 10:52
Tolak Gagasan Paspor Vaksin, WHO: Akan Menimbulkan Ketidakadilan Dalam Sistem
Dunia

Tolak Gagasan Paspor Vaksin,..

09 Maret 2021 10:34
Wawancara Harry Dan Meghan Penuh Kontroversi, Istana Buckingham Diam Seribu Bahasa
Dunia

Wawancara Harry Dan Meghan P..

09 Maret 2021 10:21
Ledakan Di Jembatan Al Aimmah Irak, Seorang Perempuan Tewas
Dunia

Ledakan Di Jembatan Al Aimma..

09 Maret 2021 09:46
Buat Cuitan Misoginis Saat Hari Perempuan Internasional, Burger King Diserang Warga Net
Dunia

Buat Cuitan Misoginis Saat H..

09 Maret 2021 09:32
Belajar Dari RRD Korea, Kesehatan Masyarakat Yang Gratis Tanpa Diskriminasi
Dunia

Belajar Dari RRD Korea, Kese..

09 Maret 2021 08:56
Aparat Blokir Jalan, Ratusan Pengunjuk Rasa Myanmar Terperangkap
Dunia

Aparat Blokir Jalan, Ratusan..

09 Maret 2021 08:05