Diwarnai Gas Air Mata, Protes Anti-Rasisme Di Paris Berakhir Rusuh

Protes anti-rasisme di Place de la Republique, Paris, Prancis/Net

Protes anti-rasisme di Paris, Prancis berubah menjadi rusuh setelah polisi anti huru hara menembakkan gas air mata kepada para demonstran.

Protes sendiri terjadi di Place de la Republique pada Sabtu (13/6). Di bawah patung Marianne yang melambangkan Republik Prancis, terlihat sebuah spanduk yang dipegang oleh para demonstran bertuliskan, "Saya harap saya tidak terbunuh karena menjadi hitam hari ini."

Di sana juga terdengar para demonstran menyerukan slogan "Tidak ada keadilan, tidak ada kedamaian".

Dilaporkan Reuters, bentrokan antara polisi dan demonstran pertama kali meletus setelah tiga jam protes berlangsung damai. Itu terjadi ketika polisi menolak izin penyelenggara untuk melakukan aksi ke Gedung Opera.

Penolakan polisi membuat beberapa demonstran melemparkan botol-botol, batu dan roda sepeda di garis polisi hingga satu tenda polisi berwarna oranye rusak.

Insiden tersebut membuat penyelenggara mendesak demonstran dengan anak-anak untuk meninggalkan area.

Protes anti-rasisme di Paris sendiri dipicu oleh protes serupa di Amerika Serikat (AS) karena meninggalnya warga kulit hitam, George Floyd, pada 25 Mei.

Kelompok-kelompok HAM mengatakan, diskriminasi kebrutalan polisi terhadap kelompok atau ras tertenrtu bukan hanya ada di AS, melainkan seluruh dunia, termasuk Paris.

Misalnya kematian seorang imigran di Paris bernama Adama Traore setelah polisi menahannya. Ia diketahui meninggal usai tiga polisi menahannya dengan beban tubuh mereka.

"Kematian George Floyd memiliki gema yang kuat dalam kematian di Prancis adik lelaki saya. Apa yang terjadi di Amerika Serikat sedang terjadi di Prancis. Saudara-saudara kita sedang sekarat," ujar Assa Traore, kakak Adama Traore.

Menjelang protes, warga di pinggiran Belleville diisi beragam etnis di Paris, mengaku telah menjadi korban kekerasan polisi.

“Saya sudah dihina, dipukul. Tetapi polisi tidak semuanya sama. Sayangnya, minoritas ini menyakiti polisi," ujar seorang warga keturunan Aljazair, Karim.

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Argentina Diguncang Gempa Berkekuatan 6,8 M, Gubernur Sergio Unac Minta Warga Tetap tenang
Dunia

Argentina Diguncang Gempa Be..

19 Januari 2021 16:53
Kolombia Akan Usir WNA Yang Gelar Pesta Di Tengah Pembatasan Covid-19
Dunia

Kolombia Akan Usir WNA Yang ..

19 Januari 2021 16:01
Mantan PNS Thailand Divonis 43 Tahun Penjara Usai Kritik Kerajaan
Dunia

Mantan PNS Thailand Divonis ..

19 Januari 2021 15:51
Filipina Dinyatakan Terbebas Dari Flu Burung H5N6
Dunia

Filipina Dinyatakan Terbebas..

19 Januari 2021 15:00
Ikhwanul Muslimin Kecam Keputusan Pemerintah Mesir Sita Aset Milik Kelompoknya: Ini Balas Dendam Bermotif politik
Dunia

Ikhwanul Muslimin Kecam Kepu..

19 Januari 2021 14:34
Nahas, 15 Buruh Migran Tewas Tertindih Truk Ketika Tidur Di Trotoar
Dunia

Nahas, 15 Buruh Migran Tewas..

19 Januari 2021 14:27
Siap Tangkis Serangan China, Taiwan Gelar Latihan Pertahanan Di Pangkalan Tentara Hukou
Dunia

Siap Tangkis Serangan China,..

19 Januari 2021 14:10
WHO Kecam Pembuat Vaksin Yang Prioritaskan Keuntungan Di Tengah Pandemi
Dunia

WHO Kecam Pembuat Vaksin Yan..

19 Januari 2021 14:01