Tak Sabar Minta Dipulangkan, Ratusan Warga Azerbaijan Merana Di Perbatasan Rusia

Duta besar Azerbaijan untuk Rusia Polad Bulbuloglu/Net

Ratusan buruh migran Azerbaijan yang telah kehilangan pekerjaannya di Rusia akibat pandemik Covid-19, berkumpul di perbatasan darat, berusaha untuk pulang.

Mereka merasa frustrasi atas lambannya repatriasi, sehingga aksi protes pun meledak pada Senin malam (15/6). Pekerja migran Azerbaijan melakukan protes kepada pemerintah Rusia, sehingga aparat terpaksa  membubarkannya dengan gas air mata dan gada.

Para migran mendesak agar aparat membuka perbatasan dan mengijinkan mereka pulang. Mulanya, pemerintah mengijinkan beberapa. Namun, yang lain terus menerus menyusul tiba di perbatasan.

Tenda-tenda pun didirikan oleh otoritas Dagestan untuk menampung mereka sampai perbatasan dibuka kembali. Sebagian tenda ada di Kullar di wilayah Derbentskiy, lainnya ada distrik Magarramkentskiy.

Pada Senin malam, aparat mengumumkan bahwa penyeberangan akan dibuka, tetapi hanya untuk 240 orang saja, sementara jumlah mereka lebih dari 600. Aparat terpaksa membuat daftar agar semua berjalan tertib.
“Yang membuat kami kesal, kami sudah menunggu lama, tetapi yang masuk dalam daftar malah orang yang baru tiba di perbatasan,” ujar salah satu migran, seperti dikutip dari Euranesia, Selasa (16/6).

Aksi protes pun pecah. Aparat yang kewalahan segera menindak dengan gas air mata.

Sekitar 50 pengunjuk rasa terluka, dan sebanyak 93 orang ditahan.
Pengamat dari Azerbaijan menulis kritikannya lewat Twitter. “Pemerintah perlu membuat pernyataan resmi tentang warga negara kita yang ditahan di perbatasan. Masalah ini harus segera diatasi,” tulis Anar Mammadli.

Kementerian Luar Negeri Azerbaijan berusaha memperoleh informasi terkait peristiwa ini.

Pemerintah Azerbaijan sebelumnya telah memperingatkan warganya untuk tidak berkumpul di perbatasan, dengan mengatakan bahwa warga akan dipulangkan sesuai dengan jadwal, secara bertahap, dan tidak perlu menunggu di perbatasan.

Duta besar Azerbaijan untuk Rusia, Polad Bulbuloglu, pada bulan lalu telah memperingatkan kepada warga Azerbaijan agar bersabar menunggu.

"Aku memintamu untuk tidak pergi ke perbatasan, kamu bisa sakit di sana. Dalam hal ini, kami tidak dapat membantu Anda. Saya mengerti bahwa ini sulit, tetapi Anda harus menunggu. Tidak ada pilihan lain,” katanya.

Mereka semua harus menunggu karena pemulangan harus dilakukan secara bertahap mengingat  ruang karantina di Azerbaijan yang terbatas.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Artikel Lainnya

Jelang 17 Agustus, Dubes Suriah Beri Ucapan HUT RI Ke-75
Dunia

Jelang 17 Agustus, Dubes Sur..

14 Agustus 2020 18:03
Para Dokter Lancarkan Aksi Protes, 8.300 Klinik Di Korea Selatan Tutup
Dunia

Para Dokter Lancarkan Aksi P..

14 Agustus 2020 17:22
Usai UEA, Israel Targetkan Normalisasi Hubungan Dengan Bahrain
Dunia

Usai UEA, Israel Targetkan N..

14 Agustus 2020 16:32
Aplikasi WeChat Di AS Malah Booming Jelang Berlakunya Larangan
Dunia

Aplikasi WeChat Di AS Malah ..

14 Agustus 2020 16:11
Makin Tidak Akur, India Stop Pakai Kapal China Untuk Kirim Minyak
Dunia

Makin Tidak Akur, India Stop..

14 Agustus 2020 16:09
Presiden Ilham Aliyev: Turki Akan Jadi Mitra Utama Kerjasama Militer Azerbaijan
Dunia

Presiden Ilham Aliyev: Turki..

14 Agustus 2020 15:52
Bukan Hanya Pelabuhan Beirut, Beberapa Lokasi Ini Menyimpan Bahan Peledak Yang Berbahaya Dan Belum Diamankan
Dunia

Bukan Hanya Pelabuhan Beirut..

14 Agustus 2020 15:41
Virus Corona Sudah Menyebar, Selandia Baru Perpanjang Lockdown Auckland
Dunia

Virus Corona Sudah Menyebar,..

14 Agustus 2020 15:06