Perwira India Yang Dibunuh Tentara China Dalam Bentrokan Di Perbatasan, Meninggal Karena Pukulan Batang Besi Di Kepalanya

Ladakh adalah gurun dingin di dataran tinggi dengan temperatur mencapai -20 derajat pada musim dingin/Net

Salah satu korban tewas dalam bentrokan antara tentara India dan China di Lembah Galwan, perbatasan Ladakh, adalah seorang perwira, Kolonel India Santosh Babu. Hasil otopsi menyebutkan, Santosh Babu terkena benturan benda tumpul di kepalanya. Diduga itu karena batang besi dengan paku bertabur.

Selain Santosh, korban yang telah diotopsi adalah dua prajurit yang ketika kejadian sedang bersama Santosh. Keduanya meninggal karena tenggelam di Lembah Galwan. Rumah Sakit SNM di Leh, melaporkan untuk autopsi 17 prajurit lainnya masih dilakukan.

Korban luka-luka saat ini masih dalam perawatan intensif di RS SNM dengan luka yang cukup parah dan belum bisa ditanyai.  Sedangkan 20 tentara lain yang juga luka-luka dirawat di rumah sakit Angkatan Darat, seperti dikutip dari IndiaTimes.

Beberapa yang luka ringan juga tewas karena tidak mendapatkan bantuan tepat waktu.

Pihak rumah sakit mengatakan, beberapa korban meninggal memiliki tanda di leher juga.

"Tenggelam adalah penyebab kematian dalam beberapa kasus," katanya.

Banyaknya korban luka parah yang saat ini dalam penanganan perawatan, dikhawatirkan tidak bisa bertahan lama karena luka yang sangat serius. Keluarga korban sangat mengecam peristiwa ini dan meminta pemerintahan PM Modi menghukum pihak China.

Upacara pemakaman korban tewas telah dilakukan kemarin, Kamis (18/6). Iring-iringan jenazah menangisi kepergian para prajurit. Warga banyak yang mengecam dan melakukan pembakaran fiti-foto Presiden Xi Jinping, yang dianggap sebagai orang yang paling bertanggung jawab.

Bentrokan tentara China dan India yang terjadi pada Senin (15/6) sore waktu setempat, adalah insiden terparah dalam beberaa dekade. Pasukan India disebut-sebut telah melanggar perbatasan dan berupaya mendorong pasukan China keluar dari wilayah yang diklaim.

Bentrokan tanpa senjata api itu justru terlihat lebih kejam karena pasukan menggunakan batu serta kayu yang diberi paku. Foto batang-batang besi yang dipenuhi paku beredar di media setelah diperlihatkan oleh seorang pejabat senior militer di perbatasan India-China, yang mengonfirmasi keasliannya.

Analis pertahanan Ajai Shukla, yang pertama kali mengunggah gambar itu dengan sebuah twit, menyebut penggunaan senjata seperti itu "barbarisme".

Pasukan China menyerang pasukan India hingga jatuh dan tercebur di sungai yang dingin dan mengalir deras.

Lembah Sungai Galwan, dengan iklim yang keras dan dataran tinggi, terletak di sepanjang sektor barat LAC dan dekat dengan Aksai Chin, wilayah sengketa yang diklaim oleh India tetapi dikendalikan oleh China, melansir BBC.

Laporan-laporan media mengatakan bahwa pasukan India dan China bentrok di punggung bukit setinggi hampir 4,3 kilometer di sepanjang medan yang curam.

Beberapa prajurit bahkan jatuh ke Sungai Galwan yang mengalir deras dalam suhu di bawah nol, yang membuat mereka sulit untuk bertahan karena suhu yang ekstrim.

Walau pihak China masih belum menyebutkan angka korban, tetapi banyak pihak yang meyakini korban dari pihak China juga sangat banyak.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Laris Manis Saat Ramadhan Dengan Olahan Kolang Kaling

Rabu, 14 April 2021
Video

RMOL WORLD VIEW • Apa Kabar Asia Timur?

Rabu, 14 April 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Apa Kabar Vaksin Nusantara?

Kamis, 15 April 2021

Artikel Lainnya

Sambut Delegasi AS, Tsai Ing-wen Beberkan Komitmen Taiwan Jaga Perdamaian Indo-Pasifik
Dunia

Sambut Delegasi AS, Tsai Ing..

15 April 2021 12:12
Komentar Pedas Erdogan Untuk PM Italia Yang Menyebutnya Diktator
Dunia

Komentar Pedas Erdogan Untuk..

15 April 2021 11:52
Perseteruan Rusia-Ukraina: Kapal Perang AS Mundur Dari Laut Hitam
Dunia

Perseteruan Rusia-Ukraina: K..

15 April 2021 11:20
Peringatan China Untuk Barat: Jangan Jadikan Hong Kong Sebagai Pion
Dunia

Peringatan China Untuk Barat..

15 April 2021 11:16
Kontroversi Penyebab Kematian George Floyd, Kehabisan Oksigen Hingga Penyakit  Jantung
Dunia

Kontroversi Penyebab Kematia..

15 April 2021 10:49
Perkuat Sistem Pertahanan Udara, Turki Punya Teknologi Rudal Udara-Ke-Udara Bozdogan
Dunia

Perkuat Sistem Pertahanan Ud..

15 April 2021 10:48
Pasang Badan, AS Akan Bantu Pertahanan Ukraina Lawan Rusia
Dunia

Pasang Badan, AS Akan Bantu ..

15 April 2021 10:23
Dukung Kompetisi Sepak Bola Copa America 2021, Sinovac Sepakat Kirim 50.000 Dosis Vaksin Covid-19
Dunia

Dukung Kompetisi Sepak Bola ..

15 April 2021 10:21