Presiden Tibet Peringatkan Nepal Akan Strategi Ekspansionis 'Lima Jari' China

Presiden Pemerintahan Tibet Pusat, Lobsang Sangay/Net

Tibet memperingatkan Nepal akan kebijakan ekspansionis China yang dikenal sebagai Rencana Lima Jari. Di mana China ingin menguasai Ladakh, Nepal, Bhutan, Sikkim, dan Arunachal Pradesh.

Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Pemerintahan Tibet Pusat, Lobsang Sangay dalam wawancaranya dengan WION yang dikutip oleh ANI News, Rabu (24/6).

"Setelah pendudukan Tibet pada 1960-an, para pemimpin China mengatakan Tibet adalah telapak tangan, sekarang mereka harus menggunakan lima jari," ujarnya.

"Jadi pada 2017, Anda mengalami insiden Doklam yang berbatasan dengan Sikkim dan Bhutan, sekarang Anda memiliki Ladakh. Ini semua adalah bagian dari strategi ekspansionis besar dan jangka panjang yang mereka miliki dan laksanakan sekarang," terangnya.

Berdasarkan laporan tersebut, Sangay menjelaskan bagaimana Tibet pada akhirnya masuk ke dalam ekspansionis China.

"Cara Tibet diduduki, pertama-tama mereka mengatakan akan membangun jalan dari China ke Tibet. Ini akan membawa kemakmuran bagi orang Tibet. Begitu mereka membangun jalan, mereka membawa truk, tank, senjata, dan segera menduduki kita," paparnya.

Lobsang mengatakan, saat ini Partai Komunis China tengah melakukan kebijakan ekspansionisnya di perbatasan India, untuk mendapatkan Ladakh dengan strategi yang sama.

"Apa yang dilakukan China terhadap Tibet, mereka berusaha tiru untuk India, Nepal," ucapnya.

Beberapa waktu terakhir China dan India tengah bersitegang memperebutkan wilayah perbatasan. Pada awal Juni, sebanyak 20 tentara India tewas setelah bertemur di Lembah Galwan.

Sementara itu, dari laporan Departemen Survei dari Kementerian Pertanian Nepal yang diakses oleh ANI News, ada 10 dari 11 tempat yang sudah dirambah oleh China. Wilayah tersebut seluas 33 hektar dengan aliran sungai sebagai batas wilayah alami.

Di tempat-tempat tersebut, China mulai membangun jalan dan kemungkinan akan mendirikan pos perbatasan.

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

Gelar Upacara Rahasia, Alexander Lukashenko Dilantik Jadi Presiden Belarusia
Dunia

Gelar Upacara Rahasia, Alexa..

23 September 2020 18:49
Muhyiddin: Sebelum Pernyataan Anwar Ibrahim Terbukti, Saya PM Malaysia Yang Sah
Dunia

Muhyiddin: Sebelum Pernyataa..

23 September 2020 18:30
Renegosiasi Proyek KF-X/IF-X, Pejabat Korsel Terbang Ke Jakarta
Dunia

Renegosiasi Proyek KF-X/IF-X..

23 September 2020 18:12
Mahathir Mohamad: Dana Pemilu Sabah Lebih Baik Digunakan Untuk Tangani Wabah Covid-19
Dunia

Mahathir Mohamad: Dana Pemil..

23 September 2020 17:44
Anwar Ibrahim Berkoar-koar Bentuk Pemerintahan Baru, Muhyiddin Yassin Masih Adem Ayem
Dunia

Anwar Ibrahim Berkoar-koar B..

23 September 2020 16:52
Mahathir Mohamad: Bukan Kali Pertama Anwar Ibrahim Ingin
Dunia

Mahathir Mohamad: Bukan Kali..

23 September 2020 16:28
Di Sidang PBB Rouhani Kecam AS: Hidup Kami Menjadi Sulit Di Bawah Sanksi, Tapi Lebih Sulit Lagi Jika Tanpa Kemerdekaan
Dunia

Di Sidang PBB Rouhani Kecam ..

23 September 2020 15:28
Wartawan AS Ditemukan Tewas Mencurigakan Dalam Mobil Sewaan Di Turki
Dunia

Wartawan AS Ditemukan Tewas ..

23 September 2020 15:13