Pindahkan Pasukan AS Dari Jerman Ke Polandia, Trump: Sinyal Kuat Ke Rusia

Presiden Polandia, Andrzej Duda dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump/Net

Presiden Donald Trump, merealisasikan rencananya untuk memindahkan pasukan Amerika Serikat (AS) di Jerman ke Polandia.

Bahkan pada Rabu (24/6), Presiden Polandia, Andrzej Duda menjadi pemimpin asing pertama yang mengunjungi Gedung Putih sejak pandemik Covid-19.

Kunjungan Duda adalah untuk membahas dan kemungkinan menandatangani kerja sama pertahanan. Di mana Duda melakukan pertemuan dengan Trump, Wakil Presiden Mike Pence, dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo.

"Tahun lalu kami menandatangani dua deklarasi bersama untuk meningkatkan kolaborasi keamanan kami, dan kami berharap untuk menandatangani perjanjian kerja sama pertahanan," ujar Trump dalam konferensi pers bersama keduanya seperti dikutip Reuters.

Duda pun menyambut perjanjian baru tersebut karena bisa meningkatkan keamanan Eropa dan keamanan Polandia pada khususnya. Dia juga mengatakan kemungkinan akan ada lebih banyak pasukan AS yang dikirim ke Polandia daripada yang disepakati sebelumnya.

"Hari ini kita memasuki tahap lain, yaitu ada kemungkinan peningkatan pasukan Amerika lebih lanjut di negara kita," kata Duda.

Sementara itu, Trump menjelaskan, penambahan pasukan sendiri atas permintaan Polandia dan mereka akan memberikan kompensasi atas hal tersebut.

"Mereka akan membayar untuk itu, untuk pengiriman pasukan tambahan dan kita mungkin akan memindahkan mereka dari Jerman ke Polandia," tekan Trump.

Sebelumnya, keputusan Trump untuk menarik ribuan pasukan AS dari Jerman memicu kritik. Itu karena pasukan tersebut memiliki visi yang penting, untuk membendung kekuatan Rusia.

Secara geografis, Polandia sendiri lebih dekat dengan Rusia sehingga pengerahan pasukan AS akan menjadi sinyal yang kuat.

"Saya pikir itu mengirimkan sinyal yang sangat kuat ke Rusia," pungkas Trump.

Kolom Komentar


Video

#KamiMasihAda Pemkot Fasilitasi Launching Album 30 Musisi Semarang

Kamis, 24 September 2020
Video

Tanya Jawab Cak Ulung - Ancaman dan Peluang Pilkada

Kamis, 24 September 2020

Artikel Lainnya

Tersinggung, Hongaria Desak Petinggi Uni Eropa Mengundurkan Diri
Dunia

Tersinggung, Hongaria Desak ..

29 September 2020 18:00
CDC: Maret Hingga September Ada 280 Ribu Anak Usia Sekolah Di AS Yang Terinfeksi Virus Corona
Dunia

CDC: Maret Hingga September ..

29 September 2020 17:31
Pilpres AS 2020, Para Dukun Peru Beraksi Untuk Menangkan Pilihan Mereka
Dunia

Pilpres AS 2020, Para Dukun ..

29 September 2020 16:07
Kunjungi Zona Demiliterisasi, Menlu Dominic Raab: Inggris Selalu Dukung Perdamaian Korea
Dunia

Kunjungi Zona Demiliterisasi..

29 September 2020 15:35
Nicolas Maduro: Pandemik Covid-19 Perburuk Kesenjangan Sosial Di Dunia
Dunia

Nicolas Maduro: Pandemik Cov..

29 September 2020 15:23
Jelang Debat Presiden Malam Ini, Gedung Putih Yakin Trump Sudah Sangat Siap Dengan Semua Topik
Dunia

Jelang Debat Presiden Malam ..

29 September 2020 15:21
Memaksimalkan Tenaga Lokal, Kuwait Pecat Semua Karyawan Ekspatriat
Dunia

Memaksimalkan Tenaga Lokal, ..

29 September 2020 15:00
Melesat Menuju 5G, Singapura Kumpulkan Ribuan Tenaga Kerja Profesional
Dunia

Melesat Menuju 5G, Singapura..

29 September 2020 14:55