Dikritik Karena Tak Transparan, Panel Ahli Covid-19 Jepang Dibubarkan

Warga Jepang mengenakan masker di tengah pandemik Covid-19/Net

Sebuah panel yang berisi para ahli medis yang memberi nasihat kepada pemerintah Jepang untuk menangani wabah Covid-19 akan dibubarkan.

Pembubaran panel tersebut dilakukan seiring dengan banyaknya kritik terhadap transparansi dan independensi mereka dari pengaruh pemerintah.

"Sekitar satu bulan telah berlalu sejak pencabutan keadaan darurat, menjaga keseimbangan antara pencegahan infeksi, dan kegiatan sosial ekonomi telah menjadi daya dorong tanggapan kami," ujar Kepala Sekretaris Kabinet, Yoshihide Suga dalam konferensi pers pada Kamis (25/6).

"Pada saat ini, kami telah memutuskan untuk meninjau panel ahli yang memberi kami saran," tambahnya seperti dikutip Reuters.

Sehari sebelumnya,  pada Rabu (24/6), Menteri Ekonomi Yasutoshi Nishimura mengatakan, panel para ahli medis akan dibubarkan dan pemerintah akan membuat panel baru yang berisi berbagai spesialis yang lebih luas.

Panel ahli sendiri dipimpin oleh Kepala Institut Nasional Penyakit Menular, Takaji Wakita. Kritikan terhadap panel terus bermunculan dan semakin keras sejak bulan lalu.

Pada Maret, panel tersebut dianggap menahan informasi mengenai orang tanpa gejala bisa menyebarkan virus. Panel berdalih, pemerintah meminta mereka untuk bungkam agar tidak menimbulkan kepanikan warga.
 
Wakita sendiri tidak menyangkal hal tersebut, namun ia mengatakan, permintaan pemerintah bukan satu-satunya pertimbangan atas bungkamnya panel.

“Saya tidak ingat secara akurat. Mungkin ada komentar seperti itu. Tapi itu bukan satu-satunya faktor dalam memutuskan apakah akan dimasukkan atau tidak," terang Wakita.

Jepang sendiri merupakan negara yang cukup baik dalam menangani wabah Covid-19 karena berhasil terhindar dari ledakan kasus seperti yang terjadi di negara-negara lain.

Saat ini, Jepang telah mencatatkan sekitar 18.000 kasus dengan 969 kematian.

Kolom Komentar


Video

Viral Perilaku Pegawai Starbucks Intip Payudara pelanggan dari CCTV

Kamis, 02 Juli 2020
Video

Karpet Merah Perusahaan Relokasi Dari China

Kamis, 02 Juli 2020
Video

Berstatus Tersangka, Jack Boyd Lapian Jalani Pemeriksaan Perdana Di Bareskrim

Jumat, 03 Juli 2020

Artikel Lainnya

Pernah Hadiri Acara Tanpa Masker Pacar Trump Junior Sekaligus Penasehat Kampanye Donald Trump Positif Covid-19
Dunia

Pernah Hadiri Acara Tanpa Ma..

04 Juli 2020 17:34
Antisipasi Infeksi Baru Di Sekitar Pemakaman, Bolivia Membuat Kuburan Massal Untuk Korban Covid-19
Dunia

Antisipasi Infeksi Baru Di S..

04 Juli 2020 17:18
Krisis Lebanon: 75 Persen Rakyat Kelaparan, Dua Warga Memilih Bunuh Diri
Dunia

Krisis Lebanon: 75 Persen Ra..

04 Juli 2020 16:25
Ekstremis ISIS Asal Prancis Hanya Dijatuhi Hukuman 30 Tahun Penjara, Hakim Beralasan Ingin Memberi Secercah Harapan Untuk Berevolusi
Dunia

Ekstremis ISIS Asal Prancis ..

04 Juli 2020 15:52
Aktivis Hong Kong Joshua Wong Bantah Minta Intervensi Jerman
Dunia

Aktivis Hong Kong Joshua Won..

04 Juli 2020 14:55
Marah Banyak Yang Ikut Campur Urusan Hagia Sopia, Erdogan: Kami Melindungi Hak-hak Muslim Negara Ini!
Dunia

Marah Banyak Yang Ikut Campu..

04 Juli 2020 13:53
Peduli Hak Hewan, Tunangan PM Inggris Serukan Boikot Produk Kelapa Yang Eksploitasi Tenaga Monyet
Dunia

Peduli Hak Hewan, Tunangan P..

04 Juli 2020 13:37
iPhone Stop Produksinya Di India, Gara-gara Bentrokan Perbatasan Dan Aksi Boikot
Dunia

iPhone Stop Produksinya Di I..

04 Juli 2020 13:01