Hidup Alami Tanpa Stress, Mongolia Lewati Pandemik Dengan Angka Kasus Yang Sangat Minim

Campuran antara yurt dan tempat tinggal lainnya merupakan ciri khas daerah pinggiran yang miskin - Ulaan Baatar, Mongolia/Net

Apa rahasia yang dimiliki masyarakat Mongolia hingga jumlah kasus Covid-19 di negara itu begitu minim? Bahkan tidak ada angka kematian di negara yang terkurung daratan di Asia Timur ini.

Setidaknya, angka kasus per Kamis (25/6) di Mongolia tercatat sebanyak 216 kasus positif Covid-19 dan nol kematian.
Menariknya, semua angka kasus itu berasal dari luar negeri.

Orang Mongolia mengaitkan ketahanan fisik di tengah pandemik Covid-19 dengan faktor gaya hidup mereka yang lebih menghargai pemberian dari alam. Udara bersih, makanan alami, daging bebas lemak, dan susu.

Selain gaya hidup tradisional itu, masyarakat Mongolia percaya bahwa mereka dilindungi dari Covid-19 oleh Genghis Khan.

Kekuatan dan kemampuan Genghis Khan dalam berperang dipercaya menurun ke semua orang Mongolia sehingga menjadikan mereka tangguh menghadapi segala perubahan cuaca dan penyakit.

Orang Mongolia hidup dengan pikiran tenang sebab semua sudah tersedia di alam. Inilah yang membuat kualitas kesehatan mereka diklaim lebih baik daripada masyarakat perkotaan, menurut seorang dukun bernama Enkh-Ouyn Byambador, dikutip dari SCMP, Rabu (24/6).  

"Orang Mongolia tidak mudah stres. Di sini tidak ada konsumerisme seperti di negara lain," ujar dukun itu.

Biksu Ukhaaanzaya Dorjnamnan meyakini setiap masalah di dunia adalah jenis ular mistik berbeda. Menurutnya, Covid-19 merupakan ular naga yang sangat kuat tetapi tidak ingin menyakiti orang Mongolia.

"Sebab kami hidup dekat dengan alam," kata Biksu Dorjnamnan.

Masyarakat di sana mempercayai bahwa ruh Genghis Khan masih berada di Mongolia untuk menjaga keturunannya dari hal-hal jahat. Kepercayaan masyarakat yang begitu tinggi kepada leluhurnya itu, diduga menciptakan imun yang tinggi pula.

"Khan Agung memilih tanah ini untuk kami, karena ini tanah yang bagus dan dia berjanji melindungi kami," lanjut Dorjnamnan.

Penasehat Khusus Perdana Menteri Mongolia, Dr. Chinburen Jigjidsuren, mengatakan komunikasi yang baik membuat pemerintah tidak menciptakan kepanikan. Dr. Chiburen menyebut komunikasi efektif merupakan salah satu warisan Genghis Khan dalam mengirim pesan dari satu ke wilayah lain.

"Kami melakukan hal yang sama hari ini. Pesan dari Ulan Bator, ibu kota Mongolia, dengan cepat disampaikan pengembara ke provinsi-provinsi terpencil," kata Dr Chinburen.
EDITOR: RENI ERINA
Tag:

Kolom Komentar


Video

#KamiMasihAda Pemkot Fasilitasi Launching Album 30 Musisi Semarang

Kamis, 24 September 2020
Video

Tanya Jawab Cak Ulung - Ancaman dan Peluang Pilkada

Kamis, 24 September 2020

Artikel Lainnya

Tersinggung, Hongaria Desak Petinggi Uni Eropa Mengundurkan Diri
Dunia

Tersinggung, Hongaria Desak ..

29 September 2020 18:00
CDC: Maret Hingga September Ada 280 Ribu Anak Usia Sekolah Di AS Yang Terinfeksi Virus Corona
Dunia

CDC: Maret Hingga September ..

29 September 2020 17:31
Pilpres AS 2020, Para Dukun Peru Beraksi Untuk Menangkan Pilihan Mereka
Dunia

Pilpres AS 2020, Para Dukun ..

29 September 2020 16:07
Kunjungi Zona Demiliterisasi, Menlu Dominic Raab: Inggris Selalu Dukung Perdamaian Korea
Dunia

Kunjungi Zona Demiliterisasi..

29 September 2020 15:35
Nicolas Maduro: Pandemik Covid-19 Perburuk Kesenjangan Sosial Di Dunia
Dunia

Nicolas Maduro: Pandemik Cov..

29 September 2020 15:23
Jelang Debat Presiden Malam Ini, Gedung Putih Yakin Trump Sudah Sangat Siap Dengan Semua Topik
Dunia

Jelang Debat Presiden Malam ..

29 September 2020 15:21
Memaksimalkan Tenaga Lokal, Kuwait Pecat Semua Karyawan Ekspatriat
Dunia

Memaksimalkan Tenaga Lokal, ..

29 September 2020 15:00
Melesat Menuju 5G, Singapura Kumpulkan Ribuan Tenaga Kerja Profesional
Dunia

Melesat Menuju 5G, Singapura..

29 September 2020 14:55