Peringati Hari Kemerdekaan Madagaskar Ke-60 Tahun, Presiden Rajoelina Sampaikan Saatnya Perang Lawan Kemiskinan Dan Distorsi

Peringatan ke-60 Kembalinya Kemerdekaan. Awal parade akbar dan ulasan pasukan di Independence Avenue/Net

Madagaskar merayakan hari kemerdekaannya yang ke-60 di tengah kekhawatiran akan wabah virus corona. Pawai sederhana dari barisan militer di depan balai kota, di pusat Kota Antananarivo, terlihat berwarna-warni dengan barisan kata 'Madagaskar Tanah Airku, Hidupku, Warisanku'.

Presiden Madagaskar Andry Rajoelina, memimpin upacara perayaan yang dilakukan dengan beberapa pembatasan karena kekhawatiran akan Covid-19. Pasukan berbaris di jalan-jalan mengiringi presiden yang berpawai dengan mengendarai cadillac antiknya.

Beberapa pejabat hadir dengan mengenakan masker. Diperkirakan ada sekitar 250 undangan yang hadir, termasuk kepala lembaga, misi diplomatik, kelompok etnis, dan lima menteri, yang diizinkan menghadiri parade militer.

Parade ini dilarang untuk umum karena aturan protokoler kesehatan, dan meminta agar rakyat menikmatinya lewat televisi di rumah.

Ada 3.120 tentara, 150 mobil, delapan pesawat dan 90 sepeda motor berpartisipasi dalam parade militer, yang dipimpin oleh Jenderal William Andriamasimanana.

Parade ini juga dibedakan dengan kehadiran partisipasi dari brigade intervensi khusus Covid-19 Madagaskar, dikutip dari Africa News, Sabtu (27/6).

Selama pidato nasionalnya, presiden Madagaskar menyampaikan harapan terbaiknya kepada semua orang Malagasi.

"Pertarungan yang kita lakukan sekarang adalah perang melawan kemiskinan, perang melawan distorsi antara orang-orang Malagasi," kata Rajoelina dalam pidatonya.

Walaupun dalam perayaan kemerdekaan ini terpancar kebahagiaan, namun tidak dipungkiri beberapa kalangan masih menyimpan kenangan luka akan penderitaan di masa lalu di bawah penguasa kolonial. Rasa sakit yang tersimpan yang coba untuk disalurkan lewat tekad persatuan dan semangat memajukan negeri.

Randriamamonjy, seorang pejuang pro-kemerdekaan, mengungkapkan kenangannya akan luka dan sedih itu.

“Setiap pagi mereka memaksa kami naik ke atas bukit. Orang Senegal dengan orang Prancis berjaga-jaga dengan senapan, lalu mencambuk kami seolah-olah kami keledai yang sedang menarik gerobak," katanya saat memberikan sambutannya.

"Mereka membuat kami berjalan di tanah yang kasar, lagi dan lagi. Sampai kulit kami robek. Bahkan saya masih menyimpan bekas lukanya, di lutut dan di punggung, sampai saat ini. Dan orang-orang Senegal bertanya, 'Apakah kamu sudah menyerah?' Saya akan mengatakan, 'Saya lebih baik mati bersama saudara-saudara saya.'"

Pemberontakan Malagasi terhadap Prancis meletus pada 1947 selama dua tahun dan telah menghilangkan nyawa ratusan orang. Beberapa mati karena kelaparan dan kedinginan setelah melarikan diri ke hutan.

Pada Mei 1947, Prancis mulai melawan kaum nasionalis. Prancis menambah tiga kali lipat jumlah pasukan di pulau itu menjadi 18.000, terutama dengan mentransfer tentara dari koloni Prancis di tempat lain di Afrika.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Luis Arce Menang Pemilu, Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Tinggalkan Argentina Menuju Venezuela
Dunia

Luis Arce Menang Pemilu, Man..

24 Oktober 2020 11:56
Diduga Kunjungi Restoran Di Tengah Pandemi Dan Langgar Aturan Yang Dibuatnya, Menkes Ceko Terancam Dipecat
Dunia

Diduga Kunjungi Restoran Di ..

24 Oktober 2020 11:11
Kelompok Yahudi Di AS Terpecah Karena Normalisasi Sudan-Israel, Dewan Demokratik: Ini  Alat Politik Trump
Dunia

Kelompok Yahudi Di AS Terpec..

24 Oktober 2020 10:39
Fauci: Trump Belum Menghadiri Pertemuan Gugus Tugas Virus Corona Gedung Putih Dalam Beberapa Bulan
Dunia

Fauci: Trump Belum Menghadir..

24 Oktober 2020 10:03
Mengapa Pelosi Mendesak Agar Berhati-hati Terhadap Pernyataan Tentang Pemilu AS Yang Dikeluarkan Intelijen?
Dunia

Mengapa Pelosi Mendesak Agar..

24 Oktober 2020 09:21
Ada Ancaman Teroris Dan Penculikan, Kedubes AS Di Turki Tangguhkan Layanan Visa
Dunia

Ada Ancaman Teroris Dan Penc..

24 Oktober 2020 08:56
Meskipun Tertinggal Di Belakang China, India Berpotensi Menjadi Negara Kuat
Dunia

Meskipun Tertinggal Di Belak..

24 Oktober 2020 07:48
Normalisasi Hubungan Sudan-Israel, Netanyahu Senang Palestina Meradang
Dunia

Normalisasi Hubungan Sudan-I..

24 Oktober 2020 07:34