Pengamat AS: Ledakan Hebat Di Pabrik Rudal Iran Hasil Sabotase Siber Israel

Tangkapan layar dari video ledakan hebat di Iran pada Jumat dini hari, 26 Juni 2020/Net

Ledakan hebat yang terjadi di Parchin, bagian timur Teheran, Iran kemungkinan besar disebabkan oleh sabotase dan bukan kecelakaan seperti yang disampaikan oleh pihak berwenang.

Berdasarkan laporan televisi pemerintah iran, ledakan yang terjadi pada Jumat dini hari (26/7) karena kebocoran gas di area publik. Namun tidak seperti seharusnya, insiden tersebut ditangani oleh militer dan bukan pemadam kebakaran.

Menurut seorang peneliti dari James Martin Center for Nonproliferation Studies California, Fabian Hinz, ledakan tersebut tampaknya juga mempengaruhi pabrik rudal yang dioperasikan oleh Grup Industri Shahid Bakeri.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh pengamat senior dari Gulf State Analutics di Washington, Dr. Theodore Karasik, kepada Arab News pada Sabtu (27/6).

Ia mengatakan, ledakan tersebut terjadi di pabrik manufaktur dan pengujian bahan peledak militer Khojir di kawasan industri pertahanan Parchin, di pegunungan Alborz sekitar 20 km sebelah timur dari Teheran.

Karasik menjelaskan, pabrik tersebut memiliki sistem terowongan bawah tanah tersembunyi untuk memproduksi dan menguji roket artileri dan rudal balistik. Ia juga menduga, ledakan tersebut terjadi karena hasil serangan siber dari Israel.

"Meskipun kecelakaan industri militer dan pertahanan memang terjadi di Iran, (namun) tampaknya merupakan serangan dunia maya oleh Israel terhadap Iran," ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini Iran dan Israel tengah melakukan perang siber. Pada April, angkatan siber Iran menyerang fasilitas pengolahan air dan limbah Israel. Bulan berikutnya, angkatan siber Israel menyerang fasilitas industri militer dan pelabuhan Iran.

“Meskipun sabotase dapat terjadi dari dalam fasilitas, itu diragukan. Tapi dari luar Iran, itu cerita lain. Taktik menempatkan bagian-bagian yang cacat ke dalam rantai pasokan untuk menciptakan peristiwa semacam itu juga tidak bisa dikesampingkan," terangnya.

"Yang pasti, waktu ledakan itu penting mengingat kerusakan Iran yang berlanjut di kawasan itu. Karena ketegangan-ketegangan ini mungkin akan tumbuh dalam beberapa bulan mendatang," tambahnya.

Menurutnya, serangan terhadap Khojir akan menjadi kelanjutan dari serangan virus Stuxnex yang digunakan pada 10 tahun lalu untuk mengganggu dan menghalangi industri militer Iran.
Dari video dan gambar yang tersebar di media sosial terlihat ledakan menciptakan kilatan terang diikuti gumpalan asap tebal pada saat kejadian.

Kolom Komentar


Video

#KamiMasihAda Pemkot Fasilitasi Launching Album 30 Musisi Semarang

Kamis, 24 September 2020
Video

Tanya Jawab Cak Ulung - Ancaman dan Peluang Pilkada

Kamis, 24 September 2020

Artikel Lainnya

Nicolas Maduro: Solidaritas Venezuela Untuk Palestina Tidak Pernah Goyah
Dunia

Nicolas Maduro: Solidaritas ..

30 September 2020 00:56
Nagorno-Karabakh Semakin Membara, Rusia Desak Turki Dukung Gencatan Senjata
Dunia

Nagorno-Karabakh Semakin Mem..

30 September 2020 00:36
Presiden Venezuela Tegaskan Itikad Baik Penyelesaian Damai Sengketa Guayana Esequiba
Dunia

Presiden Venezuela Tegaskan ..

30 September 2020 00:25
Di Tengah Polemik, TikTok Rilis Panduan Untuk Pemilu AS 2020
Dunia

Di Tengah Polemik, TikTok Ri..

30 September 2020 00:09
Menhan Taiwan: Tidak Ada Tanda-tanda China Siapkan Perang
Dunia

Menhan Taiwan: Tidak Ada Tan..

29 September 2020 23:55
Sang Juru Damai, Emir Kuwait Sheikh Sabah Meninggal Dunia Pada Usia 91 Tahun
Dunia

Sang Juru Damai, Emir Kuwait..

29 September 2020 23:11
Tersinggung, Hongaria Desak Petinggi Uni Eropa Mengundurkan Diri
Dunia

Tersinggung, Hongaria Desak ..

29 September 2020 18:00
CDC: Maret Hingga September Ada 280 Ribu Anak Usia Sekolah Di AS Yang Terinfeksi Virus Corona
Dunia

CDC: Maret Hingga September ..

29 September 2020 17:31