Diboikot Oleh Pengiklan, Facebook Kehilangan Ratusan Triliun Rupiah

Chief Executive Officer Facebook Mark Zuckerberg/Net

Protes terhadap platform media sosial Facebook yang gagal mengatasi ujaran kebencian, berujung pada kerugian besar yang mencapai ratusan triliun karena hilangnya iklan-iklan dari perusahaan besar.

Sejumlah perusahaan besar dunia ramai-ramai menghentikan iklannya di Facebook, Instagram dan Twitter, sebagai bagian dari kampanye Stop Hate for Profit.

Sekelompok organisasi hak-hak sipil dan kelompok advokasi meminta pengiklan untuk menghentikan sementara belanja iklan di Facebook untuk bulan Juli. Sejak itu, lebih dari 100 perusahaan termasuk Hershey, Patagonia, REI, Lending Club dan The North Face mengumumkan niatnya untuk bergabung dalam kampanye itu.

Unilever, Coca-Cola dan Honda pada Jumat telah mengumumkan menarik iklannya dari ketiga sosial media itu. Begitu juga raksasa telekomunikasi Verizon.

Unilever mengumumkan berhenti beriklan di platform-platform ini sampai dengan 31 Desember 2020. Produsen barang konsumsi yang punya anggaran iklan tahunan sebesar 8 miliar dolar AS itu mengatakan, penghentian dilakukan karena kondisi di AS saat ini sedang ramai diwarnai perpecahan atau polarisasi.

Executive Vice President of Global Media Unilever, Luis Di Como, mengatakan masih banyak yang perlu dilakukan untuk menghentikan hate speech di tengah polarisasi dan pemilihan umum di AS.

Ditariknya iklan-iklan perusahaan itu membuat saham Facebook jatuh 8,3 persen pada Jumat (26/6). Mark Zuckerberg harus kehilangan kekayanan sebesar 7,2 miliar dolar AS atau setara Rp 102 triliun (Kurs Rp 14.240), dikutip dari Bloomberg.

Chief Executive Officer Facebook, Mark Zuckerberg telah menanggapi kritik yang berkembang tentang Facebook. Ia mengatakan perusahaannya akan menandai semua postingan pengguna platform Facebook dan Instragram, dan berjanji akan memperluas definisi ujaran kebencian.

Ia juga akan menandai postingan yang berhubungan dengan pemungutan suara dengan tautan yang mendorong pengguna untuk melihat pusat informasi pemilih yang baru, dikutip dari Bloomberg, Minggu (28/6).

Berbeda dengan saingannya, Twitter sudah sedikit lebih maju dari Facebook dalam mengambil sikap menghadapi postingan ofensif. Twitter dengan beraninya melakukan pemblokiran terhadap postingan Presiden Donald Trump yang dinilai mengandung ujaran kebencian. Hal yang justru tidak dilakukan Facebook.

Facebook telah memiliki hubungan yang sulit dengan kelompok-kelompok hak sipil selama bertahun-tahun. Facebook dituduh terlibat dalam mempengaruhi pemilih dalam pesta demokrasi di berbagai negara.

Sementara Twitter belum menjadi target boikot iklan formal tetapi telah menghadapi kritik serupa dengan Facebook selama bertahun-tahun.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021
Video

RMOL World View • Diplomasi Halal Saat Pandemi

Senin, 08 Maret 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan, bersama: Syahrial Nasution dan Abdul Hamid

Selasa, 09 Maret 2021

Artikel Lainnya

Enggan Mundur Usai Terjerat Kasus Pelecehan Seksual, Gubernur Andrew Cuomo Terancam Dimakzulkan
Dunia

Enggan Mundur Usai Terjerat ..

09 Maret 2021 11:48
AS Buka Lagi Pengajuan Aplikasi Visa Dari 13 Negara Muslim Dan Afrika
Dunia

AS Buka Lagi Pengajuan Aplik..

09 Maret 2021 10:52
Tolak Gagasan Paspor Vaksin, WHO: Akan Menimbulkan Ketidakadilan Dalam Sistem
Dunia

Tolak Gagasan Paspor Vaksin,..

09 Maret 2021 10:34
Wawancara Harry Dan Meghan Penuh Kontroversi, Istana Buckingham Diam Seribu Bahasa
Dunia

Wawancara Harry Dan Meghan P..

09 Maret 2021 10:21
Ledakan Di Jembatan Al Aimmah Irak, Seorang Perempuan Tewas
Dunia

Ledakan Di Jembatan Al Aimma..

09 Maret 2021 09:46
Buat Cuitan Misoginis Saat Hari Perempuan Internasional, Burger King Diserang Warga Net
Dunia

Buat Cuitan Misoginis Saat H..

09 Maret 2021 09:32
Belajar Dari RRD Korea, Kesehatan Masyarakat Yang Gratis Tanpa Diskriminasi
Dunia

Belajar Dari RRD Korea, Kese..

09 Maret 2021 08:56
Aparat Blokir Jalan, Ratusan Pengunjuk Rasa Myanmar Terperangkap
Dunia

Aparat Blokir Jalan, Ratusan..

09 Maret 2021 08:05