Kalah Dalam Berbagai Jajak Pendapat, Politisi: Trump Kemungkinan Akan Mundur

Donald Trump/Net

Desas-desus mundurnya Donald Trump dari Pilpres AS 2020 mulai berhembus. Salah satu anggota Partai Republik yang menolak disebutkan identitasnya mengatakan, Trump menyadari bahwa dirinya mulai kalah.

Terutama oleh banyaknya opini negatif tentang dirinya. Jika hasil jajak pendapat terus menerus menunjukkan kemunduran, bisa jadi Trump memilih mundur.

"Beredar isu yang mengatakan, jika Trump menyadari dirinya akan kalah dari rival demokratnya di pilpres, maka ia akan mundur dari pencalonan," urai anggota Partai Republik ini, dikutip dari Fox News, Senin (29/6).

Beberapa orang terdekat Trump menyampaikan bahwa saat ini elektabilitas Trump berada pada kondisi buruk. Beberapa sekutunya memberinya peringatan bahwa ia akan menjadi presiden satu masa.

Semua itu dimulai dari kritik keras atas tanggapan Trump terhadap pandemik Covid-19 yang kemudian disusul dengan kerusuhan rasial nasional. Pada kampanyenya di Oklahoma akhir pekan lalu,  tidak banyak pendukungnya yang datang.

Mantan penasihat politik Trump Sam Nunberg, yang sampai kini masih setia menjadi pendukung Trump mengatakan,  hasil jajak pendapat yang dirilis oleh CNBC dan New York Times  selama sepekan terakhir menunjukkan Trump berada di angka 40 persen, jauh di bawah Biden.

Jika kemudian angka itu terus merosot dalam dua minggu ke depan, bisa jadi isu mundurnya Trump menjadi kenyataan.

"Trump berada di salah satu tebing kekalahan yang terburuk dalam pemilihan presiden yang terburuk secara historis untuk presiden yang berkuasa," katanya.

Namun, Tim Murtaugh, jubir tim sukses Trump menyatakan berita Trump kalah dari Biden dan akan mundur adalah hoax paling besar.

Sementara, saat melakukan wawancara dengan Fox News Trump mengakui potensi kekalahan dirinya di pemilu mendatang.

Seminggu sejak kampanyenya di Tulsa, Trump dengan enggan mengakui bahwa dia ada di belakang Biden. Maka, di belakang layar, Trump dan timnya mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki arah.

Trump, yang menghabiskan waktu berhari-hari untuk mempersiapkan segala sesuatunya mulai berpikir untuk menambah anggota tim kampanyenya.
Baru-baru ini Trump juga melakukan pertemuan yang berfokus pada upayanya menaikkan kepercayaan para pemilihnya.

Berdasarkan jajak pendapat terbaru, kritikan luas atas respon pemerintah Trump terkait wabah Corona dan instabilitas luas anti rasisme menjadi penyebab utama meningkatnya ketidakpuasan warga.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Jokowi: Saya Tidak Tahu Sebabnya Apa, Minggu-minggu Terakhir Ini Masyarakat Khawatir Covid-19

Senin, 03 Agustus 2020
Video

FRONT PAGE | CATATAN KAMI, Dr Ahmad Yani

Jumat, 07 Agustus 2020

Artikel Lainnya

Selama Tiga Minggu Perempuan Di Ukraina Gali Terowongan Untuk Pelarian Anaknya
Dunia

Selama Tiga Minggu Perempuan..

08 Agustus 2020 12:47
Presiden Madagaskar Andry Rajoelina Terus Salurkan Bantuan Untuk Warganya Yang Terdampak Krisis Covid-19
Dunia

Presiden Madagaskar Andry Ra..

08 Agustus 2020 12:12
Berbagai Spekulasi Muncul, PBB Sebut Belum Terima Permintaan Penyelidikan Ledakan Beirut
Dunia

Berbagai Spekulasi Muncul, P..

08 Agustus 2020 11:58
73 Tahun Indonesia-Lebanon, Dubes Hajriyanto: Baik Tapi Tidak Hangat
Dunia

73 Tahun Indonesia-Lebanon, ..

08 Agustus 2020 11:36
Rusia, Iran, China Dituding Melakukan Serangkaian Upaya Jelang Pemilihan Presiden AS
Dunia

Rusia, Iran, China Dituding ..

08 Agustus 2020 11:35
Profesor Sejarah Yang Akurat Prediksi Hasil Pemilu AS Sejak 1984 Mengatakan Trump Akan Kalah Tahun Ini
Dunia

Profesor Sejarah Yang Akurat..

08 Agustus 2020 11:07
Facebook Izinkan Karyawan Bekerja Dari Rumah Hingga 2021 Dan Dapatkan Tambahan Seribu Dolar Untuk Biaya Operasional
Dunia

Facebook Izinkan Karyawan Be..

08 Agustus 2020 11:04
17 Orang Dinyatakan Tewas Dalam Kecelakaan Pesawat Air India Express, PM Modi Sampaikan Belasungkawa
Dunia

17 Orang Dinyatakan Tewas Da..

08 Agustus 2020 10:27