Di Parlemen China, UU Keamanan Nasional Hong Kong Lolos Dengan Suara Bulat

Bendera China dan Hong Kong/Net

Parlemen China telah mengesahkan UU keamanan nasional untuk Hong Kong, yang artinya akan segera diberlakukan di pusat keuangan Asia tersebut.

Dari laporan TV kabel yang dikutip Reuters, UU tersebut lolos dengan suara bulat dari Komite Tetap Kongres Rakyat Nasionaal pada Selasa (30/6).

Namun belum dipublikasikan kapan UU tersebut akan diberlakukan di Hong Kong.

UU keamanan nasional Hong Kong diperkenalkan China pada bulan lalu. UU tersebut digunakan sebagai tanggapan atas protes pro demokrasi pada 2019 yang berlangsung selama berbulan-bulan.

UU tersebut berfungsi untuk menangani ancaman nasional seperti subversi, terorisme, separatisme, hingga campur tangan asing.

Berdasarkan draft rincian UU tersebut, China akan mendirikan sebuah agen untuk mengawasi implementasinya. Agen tersebut dinamakan Badan Keamanan Nasional di Hong Kong.

Tugasnya antara lain untuk menganalisis dan menilai situasi keamanan nasional di Hong Kong, memberikan pendapat dan saran tentang strategi dan kebijakan untuk menjaga keamanan nasional.

Kemudian, mengawasi, membimbing, mengoordinasikan, dan mendukung pelaksanaan pemeliharaan keamanan nasional; mengumpulkan dan menganalisis informasi intelijen keamanan nasional; serta menangani kejahatan terhadap keamanan nasional menurut hukum.

Badan Nasional Hong Kong akan berdiri terpisah dari polisi.

Selain itu, Beijing juga akan membentuk Komite Keamanan Nasional yang dipimpin oleh Kepala Eksekutif Hong Kong. Nantinya, seorang penasihat dari Beijing juga akan ditunjuk untuk duduk di komite tersebut.

UU keamanan nasional Hong Kong telah memicu kontroversi karena dianggap akan melemahkan kebijakan "satu negara, dua sistem". Gelombang protes di Hong Kong juga terjadi untuk menolak UU tersebut.

Amerika Serikat, Inggris, dan negara-negara Eropa lain pun telah menyatakan kritikannya atas UU tersebut.

Kolom Komentar


Video

Jokowi: Saya Tidak Tahu Sebabnya Apa, Minggu-minggu Terakhir Ini Masyarakat Khawatir Covid-19

Senin, 03 Agustus 2020
Video

FRONT PAGE | CATATAN KAMI, Dr Ahmad Yani

Jumat, 07 Agustus 2020

Artikel Lainnya

Selama Tiga Minggu Perempuan Di Ukraina Gali Terowongan Untuk Pelarian Anaknya
Dunia

Selama Tiga Minggu Perempuan..

08 Agustus 2020 12:47
Presiden Madagaskar Andry Rajoelina Terus Salurkan Bantuan Untuk Warganya Yang Terdampak Krisis Covid-19
Dunia

Presiden Madagaskar Andry Ra..

08 Agustus 2020 12:12
Berbagai Spekulasi Muncul, PBB Sebut Belum Terima Permintaan Penyelidikan Ledakan Beirut
Dunia

Berbagai Spekulasi Muncul, P..

08 Agustus 2020 11:58
73 Tahun Indonesia-Lebanon, Dubes Hajriyanto: Baik Tapi Tidak Hangat
Dunia

73 Tahun Indonesia-Lebanon, ..

08 Agustus 2020 11:36
Rusia, Iran, China Dituding Melakukan Serangkaian Upaya Jelang Pemilihan Presiden AS
Dunia

Rusia, Iran, China Dituding ..

08 Agustus 2020 11:35
Profesor Sejarah Yang Akurat Prediksi Hasil Pemilu AS Sejak 1984 Mengatakan Trump Akan Kalah Tahun Ini
Dunia

Profesor Sejarah Yang Akurat..

08 Agustus 2020 11:07
Facebook Izinkan Karyawan Bekerja Dari Rumah Hingga 2021 Dan Dapatkan Tambahan Seribu Dolar Untuk Biaya Operasional
Dunia

Facebook Izinkan Karyawan Be..

08 Agustus 2020 11:04
17 Orang Dinyatakan Tewas Dalam Kecelakaan Pesawat Air India Express, PM Modi Sampaikan Belasungkawa
Dunia

17 Orang Dinyatakan Tewas Da..

08 Agustus 2020 10:27