Basis Pendukung Trump Terdampak Parah Oleh Pandemi Covid-19

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menikmati dukungan tinggi dari kelompok pemilih berpendidikan non-perguruan tinggi, atau yang kerap dikorelasikan sebagai kelompok berpenghasilan rendah/Net

Pandemi virus corona atau Covid-19 telah memberikan dampak buruk bagi perekonomian Amerika Serikat. Ketua Dewan Penasihat Ekonomi Gedung Putih, Tomas J Philipson menjelaskan, "korban" yang paling terdampak dari pandemi virus corona adalah para pekerja upah rendah.

"Ada semacam dampak unik dari guncangan ini karena sangat regresif, memukul bagian upah rendah dari perekonomian. Pekerja bergaji rendah menerima pukulan lebih besar daripada pekerja bergaji lebih tinggi," kata Philipson dalam sebuah wawancara dengan BBC yang dimuat pada awal pekan ini (Selasa, 30/6).

Dia menjelaskan, pandemi virus corona sukses menggagalkan setiap kemajuan yang dibuat oleh pemerintah Amerika Serikat dalam meningkatkan standar hidup kelompok berpenghasilan rendah.

"Kami telah sukses besar dalam menumbuhkan upah lebih rendah sebelum pandemi melanda, jadi ini telah mengambil korban yang sangat regresif pada ekonomi," sambungnya.

Kondisi ini berpotensi merembet ke ranah politik, terlebih jelang pemilihan umum presiden November mendatang. Betapa tidak, sang petahana, Presiden Donad Trump semula merupakan sosok yang menikmati dukungan yang tinggi dari kelompok pemilih berpendidikan non-perguruan tinggi. Kelompok ini kerap dikorelasikan dengan kelompok berpenghasilan rendah.

Philipson sendiri tidak menampik kenyataan bahwa pemulihan ekonomi yang cepat tidak bisa dilakukan di negeri Paman Sam.

"Saya tidak mengatakan kita akan memiliki pemulihan berbentuk v, pada kenyataannya data menunjukkan semacam respons bertahap," jelasnya.

Namun dia juga membela upaya pemerintah Amerika Serikat untuk bergerak maju di tengah pandemi virus corona.

"Kami adalah negara pertama yang memperkenalkan larangan bepergian dari China dan dikritik karena itu," sambungnya, membela kebijakan pemerintah Amerika Serikat di masa awal pandemi.

Kolom Komentar


Video

Tamu Al Fateh | Teguh Timur | CEO RMOL | Owner Malik Arslan | Jakarta | Indonesia | Al fateh carpets

Rabu, 23 September 2020
Video

#KamiMasihAda Pemkot Fasilitasi Launching Album 30 Musisi Semarang

Kamis, 24 September 2020

Artikel Lainnya

Pilpres AS 2020, Hasil Jajak Pendapat Perolehan Joe Biden - Donald Trump Hanya Terpaut Tipis
Dunia

Pilpres AS 2020, Hasil Jajak..

25 September 2020 06:51
Nancy Pelosi: Omong-omong Anda Tidak Berada Di Korea Utara Atau Arab Saudi. Ini Amerika, Tuan Trump!
Dunia

Nancy Pelosi: Omong-omong An..

25 September 2020 06:33
Hamas Dan Fatah Mulai Akur, Sepakat Gelar Pemilu Pertama Palestina Sejak 15 Tahun
Dunia

Hamas Dan Fatah Mulai Akur, ..

25 September 2020 06:14
Ditangkap Polisi Hong Kong, Aktivis Joshua Wong Tegaskan Dia Akan Tetap Melawan
Dunia

Ditangkap Polisi Hong Kong, ..

25 September 2020 05:58
Kantong Plastik Berisi Uang Tunai 18 Juta Dolar AS Ditemukan Di Dinding Rumah Pablo Escobar
Dunia

Kantong Plastik Berisi Uang ..

24 September 2020 23:48
Hasil Banding, Pengadilan Di Jerman Izinkan Azan Berkumandang Lagi
Dunia

Hasil Banding, Pengadilan Di..

24 September 2020 19:26
Tak Mau Kalah Dari Trump, Vladimir Putin Ikut Masuk Nominasi Penerima Nobel
Dunia

Tak Mau Kalah Dari Trump, Vl..

24 September 2020 17:47
Kapal Rusia Masuk Perairan Teritorialnya, Swedia Marah: Itu Kejahatan!
Dunia

Kapal Rusia Masuk Perairan T..

24 September 2020 17:14