Taiwan Buka Kantor Khusus Bantu Warga Hong Kong Yang Melarikan Diri

Seorang wanita mengenakan masker dengan motif bendera Taiwan/Net

Taiwan tidak main-main dalam menunjukkan solidaritasnya yang kuat bagi Hong Kong. Hal itu ditunjukkan dengan dibukanya kantor khusus untuk membantu warga Hong Kong yang hendak melarikan diri dari wilayah tersebut.

Kantor tersebut secara resmi dibuka di Taipei pada hari Rabu (1/7).

Kepala Dewan Urusan Daratan China yang membuat kebijakan Taiwan, Chen Ming-tong menjelaskan kepada Reuters bahwa pembukaan kantor itu menunjukkan sikap Taiwan yang bersungguh-sungguh untuk membantu warga Hong Kong yang mau angkat kaki dari wilayah itu pasca disahkannya UU keamanan nasional Hong Kong oleh China awal pekan ini.

UU kontroversial itu diloloskan dengan suara bulat oleh Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional China pada Selasa (30/6). Meski begitu, belum diumumkan soal kapan aturan yang tertuang dalam UU itu akan diberlakukan.

UU keamanan baru itu akan menghukum pelaku di Hong Kong yang mendorong pemisahan diri, subversi, terorisme, dan kolusi dengan pasukan asing. Tidak main-main, mereka yang dijerat karena kasus itu bisa dipenjara hingga seumur hidup.

Taiwan menentang keras langkah China itu dan secara tegas menunjukkan solidaritas untuk Hong Kong.

Tidak lama setelah parlemen China meloloskan UU itu, jurubicara kabinet pemerintahan Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen, yakni Evian Ting, mengatakan bahwa UU keamanan nasional akan sangat mempengaruhi kebebasan, demokrasi, dan hak asasi manusia di Hong Kong.

Taiwan tidak bisa membiarkan hal itu terjadi dan akan terus menawarkan bantuan pada orang-orang Hong Kong.

"Langkah ini sangat berdampak pada kebebasan, hak asasi manusia, dan stabilitas masyarakat Hong Kong. Pemerintah dengan keras mengutuknya dan menegaskan kembali dukungannya kepada rakyat Hong Kong ketika mereka mengusahakan demokrasi dan kebebasan," ujar Ting seperti dikutip Reuters.

Kolom Komentar


Video

Viral Perilaku Pegawai Starbucks Intip Payudara pelanggan dari CCTV

Kamis, 02 Juli 2020
Video

Karpet Merah Perusahaan Relokasi Dari China

Kamis, 02 Juli 2020
Video

Berstatus Tersangka, Jack Boyd Lapian Jalani Pemeriksaan Perdana Di Bareskrim

Jumat, 03 Juli 2020

Artikel Lainnya

Pernah Hadiri Acara Tanpa Masker Pacar Trump Junior Sekaligus Penasehat Kampanye Donald Trump Positif Covid-19
Dunia

Pernah Hadiri Acara Tanpa Ma..

04 Juli 2020 17:34
Antisipasi Infeksi Baru Di Sekitar Pemakaman, Bolivia Membuat Kuburan Massal Untuk Korban Covid-19
Dunia

Antisipasi Infeksi Baru Di S..

04 Juli 2020 17:18
Krisis Lebanon: 75 Persen Rakyat Kelaparan, Dua Warga Memilih Bunuh Diri
Dunia

Krisis Lebanon: 75 Persen Ra..

04 Juli 2020 16:25
Ekstremis ISIS Asal Prancis Hanya Dijatuhi Hukuman 30 Tahun Penjara, Hakim Beralasan Ingin Memberi Secercah Harapan Untuk Berevolusi
Dunia

Ekstremis ISIS Asal Prancis ..

04 Juli 2020 15:52
Aktivis Hong Kong Joshua Wong Bantah Minta Intervensi Jerman
Dunia

Aktivis Hong Kong Joshua Won..

04 Juli 2020 14:55
Marah Banyak Yang Ikut Campur Urusan Hagia Sopia, Erdogan: Kami Melindungi Hak-hak Muslim Negara Ini!
Dunia

Marah Banyak Yang Ikut Campu..

04 Juli 2020 13:53
Peduli Hak Hewan, Tunangan PM Inggris Serukan Boikot Produk Kelapa Yang Eksploitasi Tenaga Monyet
Dunia

Peduli Hak Hewan, Tunangan P..

04 Juli 2020 13:37
iPhone Stop Produksinya Di India, Gara-gara Bentrokan Perbatasan Dan Aksi Boikot
Dunia

iPhone Stop Produksinya Di I..

04 Juli 2020 13:01