Tutup Telinga Dari Protes Negara Tetangga, Laos Lanjutkan Proyek Bendungan Mekong

Seorang warga desa mendayung perahu di Sungai Mekong yang terletak di Luang Prabang, Laos/Reuters

Laos seakan menutup telinga dari komentar miring negara-negara tetangga yang menentang proyek pembangunan bendungan Mekong ketiga di Luang Prabang.

Pemerintah Laos memutuskan untuk bergerak maju dengan proyek bendungan sekaligus pembangkit listrik tenaga air di Sungai Mekong tersebut pekan ini.

Jika terealisasi, pembangkit listrik yang dibangun dalam proyek itu diprediksi akan dapat menghasilkan listrik berkapasitas 1.400 megawatt (MW).

Selain itu, bendungan ini juga akan menjadi bendungan terbesar ketiga dan terbesar Laos di Sungai Mekong.

Konstruksi proyek tersebut semula akan dimulai pada awal tahun lalu, namun kemudian ditunda hingga pekan ini.  

Akan tetapi, sejumlah negara tetangga, seperti Kamboja, Thailand dan Vietnam yang tergabung dalam Komisi Sungai Mekong (MRC) pada Rabu (1/7) mengemukakan kekhawatiran mereka soal potensi rusaknya perikanan dan pertanian di bagian hilir jika proyek itu tetap dijalankan.

Mereka mendesak Laos untuk lebih memprediksi dampak dari pembangunan proyek di masa depan dan mempertimbangkan rekomendasi MRC.

Terlebih Sungai Mekong yang merupakan sungai terpanjang ke-12 di dunia mengalir ke sejumlah negara, bukan hanya Laos, tapi juga sebagian wilayah China, tepatnya di provinsi Yunnan, negara Myanmar, Thailand, Kamboja, dan Vietnam.

Diketahui bahwa semua negara tersebut, kecuali China dan Myanmar masuk kedalam MRC.

MRC sendiri telah menyelesaikan proses konsultasi enam bulan untuk proyek tersebut pada hari Selasa (30/6). Hasilnya, mereka mengkhawatirkan dampak lingkungan jangka panjang dari pembangunan proyek itu.

MRC juga menyebutkan bahwa pembangunan bendungan baru di Sungai Mekong akan merusak lahan pertanian di hilir dengan menghambat aliran sedimen ke delta sungai dan menghalangi migrasi ikan.

"Sementara tiga negara (Kamboja, Thailand dan Vietnam) mengakui kedaulatan dan hak-hak (Laos), mereka meminta agar Laos memperhatikan rekomendasi mereka," kata komisi itu dalam sebuah pernyataan, seperti dimuat Channel News Asia.

Sayangnya, perjanjian Mekong tahun 1995 tidak memberi ketiga negara tetangga Laos itu kekuatan untuk memveto apapun proyek terkait Sungai Mekong di Laos.

Pemerintah Laos juga belum menyatakan sikap atas saran dari MRC itu.

Kolom Komentar


Video

BREAKING NEWS: Pasar Cepogo Boyolali Terbakar

Kamis, 17 September 2020
Video

Menguji Erick Thohir dan Jokowi, Kejanggalan Pertamina Gamblang Diurai Ahok

Jumat, 18 September 2020

Artikel Lainnya

Gelar Upacara Rahasia, Alexander Lukashenko Dilantik Jadi Presiden Belarusia
Dunia

Gelar Upacara Rahasia, Alexa..

23 September 2020 18:49
Muhyiddin: Sebelum Pernyataan Anwar Ibrahim Terbukti, Saya PM Malaysia Yang Sah
Dunia

Muhyiddin: Sebelum Pernyataa..

23 September 2020 18:30
Renegosiasi Proyek KF-X/IF-X, Pejabat Korsel Terbang Ke Jakarta
Dunia

Renegosiasi Proyek KF-X/IF-X..

23 September 2020 18:12
Mahathir Mohamad: Dana Pemilu Sabah Lebih Baik Digunakan Untuk Tangani Wabah Covid-19
Dunia

Mahathir Mohamad: Dana Pemil..

23 September 2020 17:44
Anwar Ibrahim Berkoar-koar Bentuk Pemerintahan Baru, Muhyiddin Yassin Masih Adem Ayem
Dunia

Anwar Ibrahim Berkoar-koar B..

23 September 2020 16:52
Mahathir Mohamad: Bukan Kali Pertama Anwar Ibrahim Ingin
Dunia

Mahathir Mohamad: Bukan Kali..

23 September 2020 16:28
Di Sidang PBB Rouhani Kecam AS: Hidup Kami Menjadi Sulit Di Bawah Sanksi, Tapi Lebih Sulit Lagi Jika Tanpa Kemerdekaan
Dunia

Di Sidang PBB Rouhani Kecam ..

23 September 2020 15:28
Wartawan AS Ditemukan Tewas Mencurigakan Dalam Mobil Sewaan Di Turki
Dunia

Wartawan AS Ditemukan Tewas ..

23 September 2020 15:13