Peduli Hak Hewan, Tunangan PM Inggris Serukan Boikot Produk Kelapa Yang Eksploitasi Tenaga Monyet

Tunangan PM Inggris Carrie Symonds/Net

Kepedulian tunangan Perdana Menteri Boris Johnson, Carrie Symonds, terhadap hak-hak kera pemetik kelapa mendapat sambutan dari beberapa  pengusaha yang sebelumnya menjual produk kelapa yang diduga mengeksploitasi monyet dalam rantai produksinya.

Keempat perusahaan itu berjanji untuk berhenti menjual produk kelapa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tenagmonyet.

“Saya senang bahwa produk Waitrose, Co-op, Boots, dan  Ocado, telah berjanji untuk tidak menjual produk yang dihasilkan dengan menggunakan tenaga kerja monyet, sedangkan Morrisons telah menghapus produk-produk ini dari toko-tokonya,” kata Symonds dalam twitnya.

Symonds adalah seorang yang peduli terhadap kelestarian alam, dirinya menanggapi sebuah laporan di surat kabar Telegraph yang menyoroti penggunaan monyet ekor kuda yang diambil dari alam liar di Thailand dan digunakan di pertanian untuk memanen kelapa.

Laporan itu mengutip penyelidikan oleh organisasi hak-hak hewan, PETA Asia. Dalam laporan itu disebutkan investigator PETA mengunjungi delapan peternakan di mana monyet  dieksploitasi serta dipaksa untuk memetik kelapa termasuk oleh beberapa  produsen minuman kelapa di Thailand.

Salah satu pemilik  Walmart mengatakan, mereka menghapus produk bermerek Aroy-D dan Chaokoh dari penjualan, sementara mereka menyelidiki laporan tersebut dengan para pemasoknya.

“Kami mengharapkan pemasok kami untuk menegakkan standar produksi tertinggi setiap saat dan kami tidak akan mentolerir segala bentuk penyalahgunaan hewan dalam rantai pasokan kami,” katanya dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu 84/7).

Seorang juru bicara toko Sainsbury's mengatakan pihaknya secara aktif meninjau jangkauannya dan menyelidiki masalah tersebut.

“Kami juga berhubungan dengan PETA UK untuk mendukung penyelidikan kami,” katanya.

Sementara itu, Tesco, salah satu pengecer terbesar di Inggris, mengatakan bahwa produk minuman air kelapa mereka tidak menggunakan tenaga kerja monyet dalam produksinya dan tidak menjual produk bermerek yang diidentifikasi oleh PETA.

“Kami tidak mentolerir praktik ini dan akan menghapus produk apa pun dari penjualan yang diketahui telah menggunakan tenaga monyet selama produksinya,” kata seorang juru bicara.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Artikel Lainnya

Inggris Amankan 60 Juta Dosis Kandidat Vaksin Covid-19 Buatan Novavax
Dunia

Inggris Amankan 60 Juta Dosi..

14 Agustus 2020 12:42
Sambut Normalisasi Hubungan Dengan UEA, Presiden Israel Undang Putra Mahkota MBZ Ke Yerusalem
Dunia

Sambut Normalisasi Hubungan ..

14 Agustus 2020 12:15
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani Sebut Pembebasan Ratusan Narapidana Taliban Ancaman Bagi Dunia
Dunia

Presiden Afghanistan Ashraf ..

14 Agustus 2020 12:08
Diprotes Pengusaha, Malaysia Cabut Pembatasan Rekrutmen TKA
Dunia

Diprotes Pengusaha, Malaysia..

14 Agustus 2020 11:58
Orangtua Kamala Harris Bukan WN AS, Donald Trump Pertanyakan Kelayakan Sang Pendamping Joe Biden
Dunia

Orangtua Kamala Harris Bukan..

14 Agustus 2020 11:38
Akhirnya Pemerintah Lebanon Libatkan Penyelidik Internasional Selidiki Ledakan Beirut Termasuk FBI
Dunia

Akhirnya Pemerintah Lebanon ..

14 Agustus 2020 11:31
Siapa Yang Paling Diinginkan Oleh Negara-negara Monarki Teluk, Trump Atau Biden?
Dunia

Siapa Yang Paling Diinginkan..

14 Agustus 2020 11:20
Turki: Normalisasi Hubungan Israel-UEA Khianati Rakyat Palestina
Dunia

Turki: Normalisasi Hubungan ..

14 Agustus 2020 10:41