Aktivis Hong Kong Joshua Wong Bantah Minta Intervensi Jerman

Aktivis pro demokrasi Hong Kong Joshua Wong/Net

Aktivis pro demokrasi Hong Kong Joshua Wong membantah ia meminta intervensi Jerman. Bantahan itu dikeluarkannya sehari setelah surat kabar Jerman, Bild, menerbitkan wawancara yang menyebutnya mengatakan hal tersebut pada Jumat (3/7).

Berdasarkan ketentuan undang-undang keamanan Beijing  yang sudah diberlakukan pada 1 Juli, jika  Wong benar-benar mengatakan apa yang ditulis Bild, ia diduga bisa ditangkap atas pernyataannya.

Dalam laporan itu, Bild menulis seperti ini: Wong berkata, "Permintaan saya kepada pemerintah Jerman: Lihatlah apa yang terjadi di Hong Kong dan suarakan dengan tegas apa yang sedang terjadi!"

Di Twitter Wong menulis bahwa ia tidak melakukan wawacara dengan Bild, apalagi menggunakan kata ketidakadilan (atau  Unrecht dalam bahasa Jerman).

“Saya diberitahu bahwa saya memohon kepada pemerintah Jerman dalam sebuah wawancara media,” isi tweet aktivis berusia 23 tahun itu pada akun @joshuawongcf

Wong mengatakan isi laporan tersebut tidak akurat, karena dalam seminggu terakhir ini dirinya tidak merasa melakukan wawancara dengan media Bild Zeitung.

“Isi laporan itu tidak akurat karena saya tidak mengambil wawancara Bild Zeitung dalam seminggu terakhir,” tulis Wong.

Wong mengaku ia selalu berusaha memberikan laporan yang akurat.

“Saya menghargai setiap aktivis yang bersedia mengambil risiko keselamatan pribadi mereka untuk berbicara untuk HK. Saya percaya pelaporan yang akurat juga merupakan salah satu kunci untuk mempertahankan kebebasan di HK,” ujar Wong, dikutip dari DW, Sabtu (4/7).

Wong mengundurkan diri dari perannya sebagai pemimpin kelompok pro demokrasi Demosisto ketika kelompok itu dibubarkan pada Selasa (30/6), di tengah kekhawatiran bahwa ia akan menjadi target utama hukum Beijing.

Sementara itu, para kritikus mengatakan undang-undang itu melanggar hak asasi manusia mereka yang tinggal di Hong Kong. Ratusan pemrotes ditangkap awal pekan ini karena berpartisipasi dalam sebagian besar protes damai.

Di bawah undang-undang keamanan yang dianggap kontroversial, para aktivis anti-Beijing menghadapi hukuman penjara atau denda. Aktivis pro-demokrasi terkemuka lainnya, Nathan Law, meninggalkan Hong Kong pada hari Rabu.

Wong dan Law telah menjadi tokoh kunci dalam protes pro-demokrasi yang dimulai satu tahun yang lalu.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Artikel Lainnya

Inggris Amankan 60 Juta Dosis Kandidat Vaksin Covid-19 Buatan Novavax
Dunia

Inggris Amankan 60 Juta Dosi..

14 Agustus 2020 12:42
Sambut Normalisasi Hubungan Dengan UEA, Presiden Israel Undang Putra Mahkota MBZ Ke Yerusalem
Dunia

Sambut Normalisasi Hubungan ..

14 Agustus 2020 12:15
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani Sebut Pembebasan Ratusan Narapidana Taliban Ancaman Bagi Dunia
Dunia

Presiden Afghanistan Ashraf ..

14 Agustus 2020 12:08
Diprotes Pengusaha, Malaysia Cabut Pembatasan Rekrutmen TKA
Dunia

Diprotes Pengusaha, Malaysia..

14 Agustus 2020 11:58
Orangtua Kamala Harris Bukan WN AS, Donald Trump Pertanyakan Kelayakan Sang Pendamping Joe Biden
Dunia

Orangtua Kamala Harris Bukan..

14 Agustus 2020 11:38
Akhirnya Pemerintah Lebanon Libatkan Penyelidik Internasional Selidiki Ledakan Beirut Termasuk FBI
Dunia

Akhirnya Pemerintah Lebanon ..

14 Agustus 2020 11:31
Siapa Yang Paling Diinginkan Oleh Negara-negara Monarki Teluk, Trump Atau Biden?
Dunia

Siapa Yang Paling Diinginkan..

14 Agustus 2020 11:20
Turki: Normalisasi Hubungan Israel-UEA Khianati Rakyat Palestina
Dunia

Turki: Normalisasi Hubungan ..

14 Agustus 2020 10:41