Pelaku Pelecehan Seksual Ratusan Mahasiswi Mesir Ditangkap, Akankah Pengaruh Sang Ayah Dapat Meloloskannya Lagi?

Sebuah mural di jalanan Kota Kairo yang berisi pesan anti pelecehan dan ciptakan 'Kota yang Aman'/Net

Aparat keamanan Mesir menangkap pria yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap lebih dari 150 perempuan. Penangkapan ini setelah ramainya desakan dari masyarakat luas di dunia maya negara itu.

Para korban yang kebanyakan adalah mahasiswi menuntut pemerintah segera menangkap pria yang telah melakukan aksinya sejak 2018 itu. Keluhan dan laporan di media sosial berawal dari sekelompok mahasiswi American University in Cairo (AUC) yang meramaikan kasus ini.

Para mahasiswi mengaku pernah diperkosa, dilecehkan, dan diperas pria tersebut. Sumber keamanan Mesir mengatakan, pria yang tak disebutkan identitasnya itu ditangkap pada Sabtu.

Kejahatan yang dilakukan pria, yang tidak diungkapkan identitasnya itu karena berasal dari keluarga paling berpengaruh, adalah melecehkan dan memperkosa lalu memeras para korban dengan foto-foto sehingga bisa diperdaya lagi. Mirisnya, selain mahasiswi, ada pula korban siswi sekolah berusia 14 dan 15 tahun.

"Orang yang dituduh melecehkan perempuan-perempuan itu telah ditangkap dan akan menghadapi tuntutan sebagaimana tuduhan di media sosial," kata sumber tersebut, dikutip dari Arab News, Minggu (5/7).

Menurut laporan di akun Instagram, pemerkosaan dan pelecehan seksual terjadi setidaknya sejak 2018. Namun ada pula perempuan yang menyebutkan, aksi pelaku sudah berlangsung sejak dia duduk di bangku sekolah. Dewan Nasional Perempuan (NCW) juga mengajukan laporan resmi kepada jaksa penuntut umum untuk menyelidiki kasus ini.

"NCW mengikuti perkembangan di akun media sosial Instagram, yang diluncurkan oleh para perempuan yang melaporkan seorang pria memerkosa dan melecehkan mereka,"  bunyi keterangan NCW di Facebook. NCW juga mendesak para korban untuk membuat laporan resmi ke jaksa penuntut, sebab proses baru bisa berjalan jika para korban telah membuat laporan resmi.

Beberapa laporan online menyebutkan pelaku pernah berkuliah di American University in Cairo (AUC). Beberapa waktu lalu kampus menyatakan pria tersebut tidak lagi menjadi mahasiswanya sejak 2018.

Seorang perempuan yang mengenal pria itu mengungkapkan kepada aparat bahwa pelaku memiliki riwayat sebagai predator seksual sejak kecil. Pria itu berulang kali pindah sekolah terkait keluhan pelecehan seksual terhadap siswi. Namun, tidak ada yang bisa memproses hukuman terhadapnya karena ia dilindungi oleh ayahnya, seseorang yang paling berpengaruh.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

#KamiMasihAda Pemkot Fasilitasi Launching Album 30 Musisi Semarang

Kamis, 24 September 2020
Video

Tanya Jawab Cak Ulung - Ancaman dan Peluang Pilkada

Kamis, 24 September 2020

Artikel Lainnya

Tersinggung, Hongaria Desak Petinggi Uni Eropa Mengundurkan Diri
Dunia

Tersinggung, Hongaria Desak ..

29 September 2020 18:00
CDC: Maret Hingga September Ada 280 Ribu Anak Usia Sekolah Di AS Yang Terinfeksi Virus Corona
Dunia

CDC: Maret Hingga September ..

29 September 2020 17:31
Pilpres AS 2020, Para Dukun Peru Beraksi Untuk Menangkan Pilihan Mereka
Dunia

Pilpres AS 2020, Para Dukun ..

29 September 2020 16:07
Kunjungi Zona Demiliterisasi, Menlu Dominic Raab: Inggris Selalu Dukung Perdamaian Korea
Dunia

Kunjungi Zona Demiliterisasi..

29 September 2020 15:35
Nicolas Maduro: Pandemik Covid-19 Perburuk Kesenjangan Sosial Di Dunia
Dunia

Nicolas Maduro: Pandemik Cov..

29 September 2020 15:23
Jelang Debat Presiden Malam Ini, Gedung Putih Yakin Trump Sudah Sangat Siap Dengan Semua Topik
Dunia

Jelang Debat Presiden Malam ..

29 September 2020 15:21
Memaksimalkan Tenaga Lokal, Kuwait Pecat Semua Karyawan Ekspatriat
Dunia

Memaksimalkan Tenaga Lokal, ..

29 September 2020 15:00
Melesat Menuju 5G, Singapura Kumpulkan Ribuan Tenaga Kerja Profesional
Dunia

Melesat Menuju 5G, Singapura..

29 September 2020 14:55